
Akhirnya pesanan yang mereka tunggu akhirnya tiba.
"Tunggu mas, ini bener pesanan kami"
"Iya mba, apa ada yang kurang"
"Ini berlebihan untuk dua porsi, kalau nggak habis bagaimana"
"Nggak papa kok mba, mari mas mba, saya permisi. Silahkan menikmati"
"Mas, ini aku nggak bakalan habis, gede banget ikannya, pasti mahal"
"Mahal terus yang kamu omongin, udah tinggal makan, berdoa dulu"
"Iya mas"
Zahra berdoa dan langsung mengambil potongan kecil ikan dan juga nasi, lalu memasukkan nya ke dalam mulutnya.
"Enak banget... Nggak pernah aku makan seenak ini" gumamnya.
"Kok berhenti, udah makan lagi"
Zahra mengangguk dan melahap dengan suapan yang besar.
"Zahra, pelan-pelan nanti tersedak"
"Oiya bener, ini di luar rumah, sabar Zahra, makan dengan anggun layaknya istri sultan oke.. Sabar Zahra makannya" gumamnya.
Kurang lebih 30 menit, mereka menyelesaikan makanan mereka.
"Katanya nggak habis"
"Laper mas sekaligus doyan, ya udah lahap aja deh semuanya"
"Mau kemana lagi"
"Pulang aja deh, belajar"
"Ya udah ayo, perlu bantuan mas"
"Pasti nya si perlu, ehh.. Tapi mas ada kerjaan kantor nggak, takut nya nanti mas numpuk"
"Ya ada tapi nggak banyak, kamu jangan khawatir, sebanyak apapun mas bisa tangani kok"
"Iya mas"
...... Di Rumah.......
"Mas, nanti ke kamar aku ya, belajar nya di kamar aja"
"Terserah kamu. Oiya mulai senin depan mas nggak sering di ruang guru, mas ada di ruangan pribadi mas"
"Dimana"
"Di lantai 3 ruang radio"
"Oohh, kenapa mas, kok pindah"
"Iya, mas ada tugas tambahan untuk membuka, menutup dan mengecek komputer"
"Mas ternyata punya banyak bakat ya, nggak nyangka aku"
"Hasilnya juga untuk kamu, udah sana masuk. Belajarnya setelah makan malam seperti biasa ya"
"Oke siap"
Zahra bergegas menuju ke kamarnya dan segera membersihkan dirinya, setelah itu dia merebahkan dirinya di atas kasur sambil memainkan ponselnya. Dia langsung membuka aplikasi berwarna hijau dan betapa herannya saat Fany men-spam nya. Tanpa berfikir panjang dia membuka chat dari Fany terlebih dahulu.
Fany 🤞
Ra..
Fany 🤞
__ADS_1
*Lo kencan sama abang sendiri
Fany 🤞
Gila Lo Ra*
Fany 🤞
Ooyy bales...
Fany 🤞
Kebiasaan banget, centang dua abu-abu tapi nggak on on
Fany 🤞
Lagi berduaan kaga ngajak-ngajak lagi, Ooyy..
Fany 🤞
Eh maksudnya belanja...
Fany 🤞
Kemana si lo
Fany 🤞
Ra..
Fany 🤞
Ra..
Fany 🤞
Males banget kalau udah gini nih...
^^^Zahra^^^
Fany 🤞
Dih ogah gue jadi kakak Lo, selera gue bukan pak Hanan, Lo juga tau selera gue ada di korea selatan.
Fany 🤞
Ya udah, semangat ya akurnya, semoga berjalan lancar, jangan kaya kucing nerjang tikus di kolong jembatan.
^^^Zahra^^^
^^^Emang di kolong jembatan ada tikus, yang ada mah nyamuk. Ngaco banget kalau ngomong.^^^
Fany 🤞
Ada ra, itu si tikus tanah, udah ya ra gue tinggal mau mandi dulu
^^^Zahra^^^
^^^Ya udah sana, jangan lupa sholat ashar.^^^
Fany 🤞
Iya, udah ya
Assalamualaikum.
^^^Zahra^^^
^^^Wa'alaikumsalam^^^
Setelah berbalas chat dengan Fany, Zahra memecahkan matanya karena terasa mengantuk, namun dia tidur hingga makan malam. Hanan yang menunggu Zahra dari ruang tamu memutuskan untuk ke kamarnya dan benar saja, Zahra tidur dengan ponsel yang masih dipegang nya.
"Zahra, bangun makan malam dulu habis itu belajar, katanya ada yang mau di tanyain"
__ADS_1
"Emm... Astaghfirullah, Zahra ketiduran mas, udah telat makan malam belum"
"Belum si, ya udah sana cuci muka biar seger, mas sama pak Johan dan bi Sari nunggu di bawah ya"
" Iya mas"
.... Setelah makan malam...
"Mas ini nih, mapel Ppkn, ketinggalan banyak lagi mapel nya, gimana dong"
"Makanya jangan suka kabur dari pelajaran, kena kan akibatnya, jadi kamu nggak tau materinya sekarang. Apa yang kau tanam itulah yang kau tuai, tau kan peribahasa itu, inilah contohnya"
"Terus gimana dong mas, aku nggak punya materi lebih"
"Teman-teman kamu kan ada"
"Mas kan tau sendiri, teman-teman Zahra nggak nyukain Zahra"
"Kan ada Fany"
"Oiya.. Bentar ya mas, aku telfon Fany dulu"
"Iya sana"
Zahra mencari nama Fany dan mulai memencet tombol bergambar telepon.
"Assalamualaikum Fan, tolong kirim materi Ppkn yang buat tes ya, gue nggak nulis"
"Wa'alaikumsalam, sekarang, mendadak amat si"
"Gue mau belajar, ntar dimarahin lagi sama pak Hanan, kan repot"
"Oke, gue kirimin, bentar ya"
Di sisi lain Fany memotret beberapa lembar buku dan segera di kirimkan kepada Zahra.
"Udah tuh, makanya jangan suka kabur, gelagepan kan jadinya. Belajar yang rajin, bulan taun depan jangan coba-coba lagi ya, untung tengah semester coba kalau kenaikan gimana"
"Iya, makasih ya, aku tutup. Assalamualaikum"
Belum sempat Fany menjawab, dia langsung menutup telfon nya dan mematikan data dan wifi ponselnya.
"Mas lanjut, udah dapet nih"
"Ya tulis dulu lah, mas nggak lihat"
"Nggak perlu mas, yang penting udah ada materinya, daripada kemaleman coba gimana"
"Ya udah"
Seperti kebiasaannya mengajar, dia selalu mengajar dengan teliti dan jeli juga dengan penuh perhatian, apalagi bersama dengan orang yang di cintai nya, benar bukan? Pastinya dia mengajar Zahra hingga benar-benar paham dengan materinya.
Pukul 9 malam, dan waktunya Zahra untuk tidur. Dua jam sangat cukup untuk mempelajari 2 mata pelajaran sekaligus.
"Mas, Zahra tidur duluan ya, udah ngantuk. Terimakasih sudah menjadi guru terbaik Zahra. Mas Hanan sungguh hebat"
"Kamu juga harus hebat, terus asah kemampuan kamu mulai dari sekarang. Udah sekarang tidur biar mas yang beresin"
"Iya mas, terimakasih banyak. Lailatuka Shaidah". Ucap Zahra sambil berjalan ke ranjangnya dengan sedikit senyum manisnya.
"Lailatuka saidah"
Hanan juga membalas senyum Zahra lalu keluar dari kamar Zahra dan berlalu ke kamarnya.
"Pertama kali aku melihat Zahra tersenyum kepadaku. Aku hanya berharap, semoga Allah tidak menghentikan langkah mu untuk membuka hati kepadaku, walaupun aku harus menunggu hingga akhir hayatku."
Zahra yang masih belum terlelap di dalam kamarnya, hanya tersenyum sambil menepuk jidatnya.
"Ampun gue, bisa senyum gini ke mas Hanan. Tapi kalau dilihat, dia semakin manis setiap hari... Hahahaha... Apakah aku sudah mulai menyukai nya juga? Aku harap waktu itu segera tiba dalam waktu dekat" ucap nya sambil senyam senyum menatap pintu kamarnya yang sudah tertutup rapat.
___________________________
Note:
__ADS_1
''Lailatuka Shaidah'' berasal dari bahasa Arab yang artinya selamat malam.
//**//