
Hari ini dimana hari terakhir Zahra Kunjungan Industri. Saat ini dia tengah bersiap menggunakan baju barunya yang dia beli sebelum kunjungan industri bersama Hanan. Teman-temannya juga sedang bersiap sambil merapikan barang-barangnya.
"Sudah siap kan, yuk turun" ucap Fany.
"Ayo, sekalian bawa koper kan, ini terakhir kita di sini"
"Iya, udah yuk cepetan. Pastikan barang kalian tidak ketinggalan" ucap Fany.
Mereka berempat keluar dari kamar mereka dan turun ke lantai dasar untuk menuju ke parkiran dan meletakkan tasnya di bagasi. Setelah itu dia kembali ke lantai 14 untuk makan pagi.
Seperti yang di jadwalkan, mereka pergi ke ragunan terlebih dahulu. Tak seperti yang di bayangkan Zahra, kini dia dan Hanan terpisah lagi. Sungguh hal yang menyebalkan baginya.
Tak bersemangat itulah ungkapan yang tepat baginya saat ini. Berkeliling dengan Fany dan teman-teman nya sungguh bosan baginya saat ini. Waktu yang seharusnya dia habiskan berdua dengan Hanan terbuang.
Zahra memutuskan untuk makan siang lebih awal daripada harus menanggung kelaparan lagi seperti kemarin. Dia mentraktir teman-teman nya.
"Ra, kalau di kasih makan siang gimana" ucap Intan
"Bilang aja kita udah makan, laper duluan jadi nggak tahan, gampang kan"
"Iya si, abis ini gue langsung ke bus aja deh, bosen di sini"
"Iya deh ayo"
"Tapi Ra, gue pengin keliling dulu" ucap Fany.
"Ya udah iya, kalian berdua balik aja, gue mau jalan lagi"
"Iya"
Sekitar 2 jam lamanya mereka berkeliling hingga waktunya pulang hampir tiba.
"Eh, tadi kita di suruh keluar lewat mana ya"
"Lupa, pintu Utara atau Selatan nih"
"Nggak tau, kita udah di dalem banget ini, gimana keluar nya coba"
"Tanya yuk"
Mereka berdua akhirnya bertanya kepada petugas yang ada di sana dan di tujukan ke arah pintu keluar Utara. Tiba-tiba di tengah percakapan nya, ponsel Zahra berbunyi dan tanpa berfikir panjang dia langsung mengangkat nya.
"Assalamualaikum Zahra, kamu dimana, kita mau jalan ini"
"Wa'alaikumsalam, iya mas, kami nyasar tadi"
"Nyasar, kok bisa"
"Cerita nya panjang mas, kalau begitu sudah ya mas, aku lagi berjalan keluar sekarang, tunggu sebentar. Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam"
Zahra berjalan sedikit cepat sambil melihat tanda panah menuju ke arah pintu keluar dan mendapati Hanan sedang menunggu di luar bus.
"Lama sekali"
"Maaf pak" ucap Fany.
"Ayo cepet masuk"
Zahra dan Fany pun masuk dan langsung menyambar air minum masing-masing.
"Bahaya kalau di biarin" ucap Hanan.
__ADS_1
"Kenapa nan" tanya pak Sofyan.
"Mereka berdua nyasar"
Pak Sofyan menghadap ke belakang di antara kursi.
"Kalian tersesat"
"Iya pak" Ucap Zahra.
"Bahaya nih Nan, kamu sebaiknya jaga adik kamu, bisa repot kalau hilang"
Hanan hanya mengangguk namun membuat Zahra tersenyum senang mendengar nya.
"Gue bakal jadi obat nyamuk" ucap Fany lirih.
"Ya nggak lah"
"Gue sama Kirana dan Intan aja. Kamu seneng seneng ya sama pak Hanan... Xixixixi"
"Nggak boleh"
"Nggak bisa gitu dong"
"Oke kalau itu yang lo mau, gue nggak akan ijinin lo masuk ke rumah mas Hanan" ancam Zahra.
"Iya iya, gue ngekor sama tapi sama intan dan Kirana ya, jangan lupa sambil traktir"
"Siap bos"
Setelah satu jam lamanya, akhirnya mereka sampai di Transtudio Jakarta dan mereka pun bersenang senang bersama.
"Mas jangan gandeng aku"
"Ya nggak lah, kan udah sama mas"
"Kok kamu mukanya berseri banget daripada di ragunan tadi, apa karena udah bareng mas ya"
"Hahahaha... Apaan si mas, ya nggak lah pd banget"
"Mau eskrim"
"Boleh"
"Kami nggak pak" ucap Fany.
"Haduh, tikus tikus ini, ganggu aja" gumam Zahra.
"Ini nyamuk ngganggu aja orang lagi pdkt" gumam Hanan.
"Pilih saja, jangan sungkan"
"Alhamdulillah" ucap mereka bertiga bersemangat.
"Ra, makasih ya traktirannya, kami mau naik itu. Kamu sama pak Hanan aja, nanti ngilang lagi" ucap Intan.
"Gue ikut lah, eh kaga jadi.. Mas naik yuk"
"Kami duluan ya pak, Ra"
"Hati-hati" ucap Hanan.
"Alhamdulillah, nyamuk nya pergi" gumam Hanan.
__ADS_1
"Yes, bisa jalan berdua sama gebetan... Hahaha" gumam Zahra
"Naik apa" tanya Hanan
"Rollercoaster" ucap Zahra semangat sambil mengangkat kedua tangannya.
"Ayo, siapa takut"
"Mas nggak takut"
"Nggak ada yang membuat mas takut kecuali saat mas jauh dari kamu."
"Maksud mas"
"Mas takut kamu berpaling dari mas saat nggak lagi bareng sama mas"
"Ya nggak lah mas, udah yuk naik"
Hanan mengangguk dan naik dengan Zahra. Setelah naik rollercoaster, mereka naik wahana lain dan setelah wahana panas mereka naiki, mereka naik wahana santai.
Kini mereka naik wahana rumah Hantu, walaupun menggunakan kereta jalan dan hanya sebuah boneka, Zahra takut dengan suasana nya. Di berpegang erat lengan Hanan sambil melihat sekitar, begitu menurut nya sangat menyeramkan dia menutup matanya.
"Mas takut"
"Tadi minta ini"
"Kirain nggak serem"
"Menurut mas nggak"
"Kenapa nggak nyampe-nyampe si mas"
"Ya sabar"
Di tengah ketegangan Zahra, tiba-tiba kereta jalan yang mereka tumpaki bergoyang-goyang dan terhenti.
"Mas, keretanya kenapa, mas aku takut mas.. Mas... Ayo cepetan jalanin keretanya.. Mas"
Suasana yang begitu mencekam membuat Zahra menangis. Hanan yang mendengar isakan Zahra mengelus pundaknya dan mencoba mencari-cari kamera CCTV lalu melambaikan tangan satunya mengisyaratkan untuk melajukan keretanya.
"Ini kerjaan petugas nya pasti udah buat istri aku nangis, awas aja kalau keluar" gumam Hanan sambil mengelus punggung Zahra.
Setelah mereka keluar, Hanan menuntun Zahra keluar dari kereta dan petugas wanita sudah menunggu sambil membawa boneka beruang coklat kecil.
"Ini imbalan karena anda sudah berhasil menangis di dalam sana, selamat menikmati liburan kalian" ucapnya sambil memberikan boneka.
Zahra menerimanya dan tersenyum kecut lalu berjalan ke pintu keluar. Setelah itu mereka berdua bukannya beristirahat melainkan menaiki wahana lain sampai tidak ada yang terlewatkan.
"Zahra, bentar lagi ada pawai, mau lihat"
"Ayo" ucap Zahra.
Zahra dan Hanan melihat pawai yang selalu di adakan setiap jam 4 sore. Seorang pesulap menyulap sebuah bunga lalu di berikan kepada Hanan dan menyuruh Hanan untuk memberikan bunga tersebut kepada orang yang spesial dan tanpa pikir panjang dia langsung memberikannya kepada Zahra.
Zahra tersenyum dan menerima nya dengan senang, setelah selesai pawai selesai, mereka berdua memutuskan untuk membeli oleh oleh untuk orang rumah.
Setelah itu mereka memutuskan untuk beristirahat di bus karena lelah seharian bermain.
"Kalian berdua kaya orang pacaran tau nggak" ucap Fany lirih.
"Brisik lo, gue mau istirahat, cape" ucap Zahra yang langsung menutup matanya.
Fany hanya menyudutkan bibir nya dan mulai menyusul Zahra tidur.
__ADS_1
//**//