Murid Kesayangan Guru Agama

Murid Kesayangan Guru Agama
I love you forever


__ADS_3

Mereka berdua tersenyum setelah membaca surat tersebut. Kemudian mereka pun mengambil kotak lagi yang ada di dalamnya, mereka pun membukanya.


Kotak itu berisi dua pasang gelas berwarna hitam dan putih. Terdapat 2 sendok dan dua tutup dengan warna senada. Terdapat tulisan 'be loved' dan terdapat love berwarna emas di atas nya.


"Cantik, ini pasti mahal" ucap Zahra.


"Tapi ini bukan mas yang beli loh ya"


"Iya tau, coba kita buka yang ini"


Zahra mengambil kotak lagi, isinya kali ini adalah sepasang jam tangan berwarna hitam. Tengah jam itu berbeda warna, satunya berwarna hitam dengan tulisan King di tengah nya dan satunya putih bertuliskan Queen.


"Lucu banget, semuanya couple"


"Namanya juga biar kompak"


"Coba pake mas"


"Sini mas pakein"


Hanan memakai kan di pergelangan tangan kiri Zahra. Sangat cantik dan indah di tangannya yang putih. Hanan mencoba memakai jamnya sendiri, namun dengan cepat Zahra mengambilnya dan memakaikannya di pergelangan tangan Hanan.


"Dah, makin cocok mas"


"Ini ada kotak lagi, isinya apa ya"


"Coba mas ambil"


Hanan mengambil nya dan membukanya.


"Ada surat lagi"


Zahra mengambil nya.


..."Maaf ya penganten baru, maaf kalau bajunya kebesaran atau kekecilan soalnya aku nggak tau ukuran baju kalian, jadi maaf kalau nggak pas. Ini pasti cocok buat kalian, karena kalian pasangan yang masih muda... Hehehe"...


"Ini baju mas"


"Coba buka plastik nya"


Zahra membukanya dan ternyata isinya adalah baju tidur couple berwarna hitam dan bercorak angsa putih. Sederhana namun indah di mata Zahra.


"Cantik banget, tapi kebesaran nggak ya"


"Coba aja, kayaknya nggak si"


"Besok-besok aja"


Zahra sibuk memandangi baju, jam dan gelas yang kini sedang di pegang nya. Hanan hanya melihatnya sambil tersenyum kecil.


"Zahra"


"Hhmm..kenapa?"


"Mas mau tanya"


"Tanya apa, jangan buat aku penasaran. Bilang aja"

__ADS_1


"Kita mengadakan pernikahan lagi bukan? "


"Maksud mas"


"Gini, apa mungkin kita langsung mengatakan kepada khalayak umum bahwa kita menikah waktu kamu masih sekolah"


"Oohh, masalah itu. Kita mengadakan pernikahan lagi aja, nggak papa. Tapi dengan syarat, sederhana saja ngga perlu mewah mewah, karena pernikahan yang mewah belum tentu bisa langgeng sampai maut yang memisahkan."


"Kenapa kamu mikir gitu"


"Soalnya kan banyak tuh yang nikah nya mewah, terus di gedung gedung gitu kan, ujungnya apa, mereka berpisah. Pernikahan itu kan hal sakral bukan main-main dan bukan untuk memamerkan kemewahan kita, yang terpenting adalah niat dari dalam diri kita, benar kan mas"


Hanan tersenyum sumringah mendengar ucapan dewasa Zahra. Dia langsung memeluk Zahra. Zahra juga tersenyum kepada Hanan.


"Kamu memang istri yang sangat pengertian. Mas nggak salah pilih kamu sebagai istri mas. Mas sayang kamu Ra"


"Mas juga kok, baik, paham agama, pengertian dan mau menerima Zahra apa adanya. Zahra juga bersyukur mendapatkan pasangan idaman kayak mas"


Hanan kali menangis. Benar dia menangis karena terharu karena dengan ucapan Zahra. Zahra melepaskan pelukannya dan Hanan langsung mengusap air matanya yang sempat menetes.


"Loh, mas nangis, kenapa mas"


"Nggak, mas cuma ke colok rambut kamu tadi"


"Tapi aku pake kerudung mas, atau rambut aku keluar ya"


"Ada yang keluar tadi"


"Mas bohong, mas nangis kan, hayoo ngaku, mas nangis"


"Tuh kan, ini tuh air mata mas, bukan hanya sekedar ke colok rambut Zahra. Kenapa mas nangis"


"Karena mas bangga punya kamu sebagai pelengkap hidup mas. Terimakasih"


"Buat apa terimakasih. Seharusnya tuh aku yang berterima kasih. Mas udah bersedia nikah dadakan sama Zahra, udah nerima Zahra apa adanya tanpa memandang Zahra anak dari seorang tani, mau sabar menunggu cinta Zahra, terus menjaga Zahra, tak lupa dengan rekening yang selalu diisi sama mas setiap bulan. Rasa terimakasih belum cukup rasanya, gimana Zahra nggak sayang.."


Hanan benar-benar di buat meleleh oleh Zahra, hingga air mata nya kembali menetes.


"Ih mas, nggak usah nangis gitu, udah gede masa nangis si"


"Hanya kamu yang bisa buat mas mencair seperti ini. Hanya kamu yang bisa membuat mas tersenyum dan tertawa. Kamu adalah matahari pelengkap mas. Mencairkan hati mas yang beku menjadi sebuah lautan biru. Tak ku sangka, kamu adalah berlian terindah yang mas miliki yang tidak pernah dimiliki oleh orang lain. Yang hanya bisa mas katakan saat ini adalah I love you forever"


Pipi Zahra kini sudah memerah. Hanan bagaikan mengungkapkan sebuah puisi indah di hadapan nya. Tiba-tiba, Hanan mencium pipinya, Zahra hanya terpaku di tempat dan wajahnya sekarang mirip seperti kepiting goreng.


Hanan hanya tertawa melihat wajah Zahra yang sudah memerah, lalu di mengusap kepalanya.


"Malah ketawa lagi, mas Isshh.. Aku malu tau. Mas tadi berpuisi kah?"


"Nggak, kata-kata itu keluar aja dari mulut nas, memang nya kedengaran seperti puisi ya"


"Lebih indah dari puisi"


"Alhamdulillah"


"Thank you for everythink and I love you too forever "


"Yes..."

__ADS_1


"Udah lah mas, malah main gombal gombalan, mending siap-siap buat sholat dzuhur"


"Ya udah, ayo siap-siap. Kita jamaah bareng bareng. Ajak Fany dan Alvero juga"


"Siap komandan "


Zahra kembali ke kamarnya, dan memanggil Alvero dan Fany..


"Fany dimana"


"Di dalem, lagi ngambek, oiya.. Tadi aku minta maaf ya..."


Alvero merasa bersalah sambil menggaruk tengkuknya.


"Nggak papa, aku juga udah jelasin kok ke mas Hanan"


"Makasih"


"Udah lah, cepetan kita wudhu terus kita sholat dzuhur berjamaah di kamar kamu"


"Iya, aku balik ke kamar, duluan ya Ra"


Zahra hanya mengangguk dan menuju ke kamarnya.


"Zahra, pak Hanan marah nggak"


"Alhamdulillah nggak kok"


"Hiyah... Jam baru nih, yang di plastik apa tuh"


"Ini baju"


"Oohh.. Udah unboxing kado, emang dari siapa Ra"


"Dari temen mas Hanan"


"Loh curang Ra, teman pak Hanan lo kasih tau, temen sendiri nggak"


"Bukan gue yang ngasih tau, tapi pak Hanan nya aja yang nggak sabar"


"Iya lah, iya."


"Sana wudhu, di tunggu mas Hanan sama Alvero buat sholat dzuhur"


"Oke deh"


Mereka berdua pun ke kamar Hanan dan Alvero untuk melaksanakan sholat berjamaah. Setelah nya, mereka pun kembali ke kamar masing-masing dan memutuskan untuk tidur siang.


//**//


Maap semua... Author baru bisa up, maaf juga karena up nya dikit... Author cape banget habis pergi ke suatu tempat hehehe... Maaf ya readers tercinta yang sudah baca MKGA sejauh ini... Kalian adalah yang terbaik...


Terimakasih banyak...


Salamku


Dewi M

__ADS_1


__ADS_2