Murid Kesayangan Guru Agama

Murid Kesayangan Guru Agama
Di cium


__ADS_3

"Kenapa si, selalu Zahra terus yang di bela. Ih jijik gue, tadi malah di peluk segala lagi."


" Udah Ren udah, emang tuh bocah paling bikin geram" ucap salah satu temannya.


"Kalian nggak ada kapok nya, padahal tadi udah di kasih pencerahan sama pak Hanan." ucap Alvero.


"Iya nih, gue udah ogah lagi di pihak lain Ren, lebih baik gue bela yang bener daripada ikut ke jurang sama lo" ucap teman yang lain.


"Terserah sana, gue si nggak peduli"


*****


"Assalamualaikum" ucap Zahra dan Fany.


"Wa'alaikumsalam non, loh non sudah pulang"


"Iya bi, tolong buatkan minum untuk Fany"


"Iya non, mau minum apa"


"Jus aja bi, dia paling suka jus, yang penting jangan jus jeruk."


"Iya non, non sendiri mau apa"


"Aku nggak bi, Fan, gue ke kamar"


"Iya"


Zahra berjalan gontai ke kamarnya dan Fany memutuskan untuk duduk di ruang tamu.


"Non, ini jusnya. Itu non Zahra kenapa? Kaya habis nangis gitu"


"Zahra habis di buly sama temen sekelas, karena... "


" Karena apa non"


"Bingung bi jelasin nya, soalnya banyak yang mereka bahas"


"Non harus tetep nyemangatin non Zahra, karena yang saya tau non Zahra cuma deket sama non dan tuan Alvero"


"Iya bi. Sepertinya saya lebih baik pulang agar Zahra bisa menyenangkan dirinya dulu, sampaikan ya bi, saya permisi. Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam, hati-hati ya non"


"Iya bi"


Zahra sendiri hanya berjalan dengan sangat lambat, karena terasa berat baginya untuk melangkah lagi sekarang. Dia ambruk di samping tempat tidur melempar tasnya sekuat tenaga dan menangis di lantai bersandar kan tempat tidur.


"Nggak, gue nggak boleh lemah gini. Udah mending gue nggak usah dengerin omongan dia, walaupun itu pahit, tapi jangan sampai dia memanfaatkan keadaan gue yang lemah kaya gini. Mereka salah tentang gue sekarang dan suatu saat nanti, mereka pasti tau siapa gue sekarang. Yuk Zahra, lo nggak boleh lemah oke... Semangat" ucapnya kepada dirinya sendiri.


Zahra memutuskan untuk mandi dan kemudian tidur karena tidak memiliki aktivitas lagi.


******


Hanan pulang dari sekolah sambil memijat pangkal hidung nya. Lalu berjalan ke kamar Zahra untuk melihat keadaannya.


"Sedang tidur ternyata" ucapnya lirih saat membuka pintu kamar Zahra.


Dia berjalan ke arah nya dan mengusap kepalanya.


"Matanya sembab, kasihan sekali kamu." ucap nya.


Zahra yang merasakan ada yang mengusap kepalanya membuka matanya yang terasa berat.


"Kenapa bangun, tidur lagi saja"


"Mas udah pulang, gimana di sekolah mas"


"Ya seperti itulah, mas udah menangani nya sekarang. Kamu jangan khawatir"


"Alhamdulillah terimakasih mas. Ada pengumuman kah"

__ADS_1


"Cuma pengarahan kunjungan industri ke PT yang akan kita kunjungi nanti"


"Mas ikut"


"Tentu saja ikut, kamu sudah makan siang"


"Belum mas"


"Ikut mas yuk, kita makan di luar lagi"


"Nggak mas, mas aja. Nggak sehat makan di luar terus"


"Mas ajak jalan gimana"


"Aku nya males mas, mas aja sana"


"Jujur ya, mas ingin bahagiain kamu. Mas tadi siang sedih melihat kamu menangis seperti itu."


"Aku nggak papa mas, mas mandi sana bau"


"Iya mas mandi, habis itu kamu makan ya"


"Iya Isshh.."


Hanan keluar dari kamar Zahra, dan karena saking malesnya dia memejamkan matanya kembali. Saat Hanan kembali, dia menggelengkan kepalanya saat melihat Zahra tidur dengan nyenyak nya. Hanan meletakkan makanan yang di bawanya di meja dekat tempat tidur Zahra.


"Haduh Zahra, kenapa setiap kamu ada masalah selalu di bawa tidur" gumamnya.


"Zahra, bangun.. Makan dulu.. Zahra.. "


" Hmm.. Apaan si mas, ganggu aja" ucapnya dengan mata yang masih tertutup.


"Bangun, nih mas bawain makanan. Ntar sakit loh"


"Aku belum lapar"


"Makan, bangun... bangun... Bangun Zahra... Kalau nggak nanti malam mas numpang tidur di sini"


"Tahun baru mas nggak ngajak kamu ke Bali"


"Ya sana mas aja, aku nggak tertarik"


"Kalau gini mas bisa apa"


Dan "Cup" Hanan mencium pipi kanan Zahra dan Zahra langsung membelalakan matanya lalu memegang pipinya.


"Mmaasss.. Hhhaaannnaaannn.... " teriak nya sambil mengusap usap pipinya.


" Aaahhh... Sial... Pipiku... Baru pertama kali aku di cium sama mas Hanan... Aaaaarrgghhh.." keluh nya di batinnya.


"Bandel si"


"Nyebelin banget si isshh"


"Nah kan baru bangun, makan yuk"


"Iya deh iya.. Isshh"


Zahra mengambil makanan nya kasar dan melahapnya dengan terpaksa.


"Mas nggak makan"


"Liatin kamu aja udah bikin mas kenyang"


"Basi mas gombalannya"


"Memangnya kamu pernah di gombal kaya gitu juga"


"Nggak si, tapi kan sering denger"


"Maaf ya mas belum bisa kasih gombalan baru, tetapi yang pasti mas mencintai mu"

__ADS_1


"Bucin, stop mas lah, aku mau makan, tadi di suruh makan"


"Ya sudah, kamu makan mas tinggal ke kantor"


"Tadi ngajak jalan"


"Kan kamu tadi nggak mau"


"Kalau aku mau mas nggak ke kantor? "


Hanan mengangguk.


"Nggak lah, mending mas kerja aja yang rajin, semangat ya mas"


"Terimakasih banyak.. Mas pamit.. Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam"


Zahra menghabiskan makannya lalu memutuskan untuk berjalan-jalan di belakang rumah.


"Bi, aku bantu bi" ucap Zahra.


"Nggak usah non, biar saya aja" ucap bi Tuti.


"Saya bosen bi nggak ngapa ngapain, yahh bi ya"


"Iya sudah non, tapi kalau lelah bilang ya non"


"Siap bi"


"Eh... Non, nggak boleh pegang sapu ini" ucap bi Sari.


"Kenapa nggak boleh, ada racun nya"


"Bukan begitu non"


"Kalau bukan sini berikan, saya bosen bi, ayo lah"


"Berikan saja, kasian nona" ucap bi Reni.


"Bi Reni baik deh nggak kaya temen Zahra"


"Begitu kah non, memang nya ada masalah ya non sama temen non" ucap bi Sari


"Begitulah bi, namanya juga anak remaja, saling ejek ejekan"


"Namanya siapa non" tanya bi Reni.


"Namanya sama kaya bibi, Rep eh nggak, i nya di ganti a , namun sifatnya juga bertolak belakang sama bibi"


"Sabar non, anak yang suka mengintimidasi non pasti dapat balasan nya" ucap bi Reni.


"Siapa yang berani mengintimidasi putri sekaligus menantu saya" ucap papa Nanda.


"Tuan" ucap semua pembantu.


"Papa" ucap Zahra kaget dengan kedatangan papa mertua nya.


"Oh tidak, jangan sampai papa tau kalau aku di bully oleh teman-teman ku"


"Emmmm..papa, papa ada keperluan ya sama mas Hanan, tapi mas Hanan nya sudah berangkat ke kantor pah " ucap nya sedikit ragu.


//**//


Terimakasih ya atas semua dukungan kalian, yang berkenan, jangan lupa untuk vote, like, komen nya. Semakin banyak kalian vote ataupun like, insyaallah Author akan up banyak.


Terimakasih ya semuanya... Semoga kalian sehat selalu....


Salamku


Dewi M

__ADS_1


__ADS_2