
Kini dia berkuliah di salah satu universitas terkenal di kotanya. Tak bersama Fany lagi sekarang. Fany berada di universitas di seberang universitas yang ditempati Zahra.
Zahra berkuliah di Universitas Pelita Harapan, sedangkan Fany sendiri di Institut Teknologi Bandung. Zahra memasuki jurusan manajemen seperti keinginannya. Kini juga dia sudah resmi menjadi istri Hanan. Sudah tak perlu di tutupi lagi dan sudah tak perlu di khawatirkan lagi. Untuk Alvero sendiri berada di universitas yang sama dengan Fany, karena dirinya tak mau jauh dari Fany.
Fany sendiri tinggal bersama neneknya, walaupun menempuh waktu hingga satu jam untuk sampai ke universitasnya, itu tidak membuatnya kesal untuk sampai di sana. Alvero sendiri tinggal di kontrakan dekat dengan ITB.
Namun, ketidakhadiran Fany tidak membuatnya sedih, dia sekarang memiliki banyak teman di kampusnya. Begitu juga Fany, dia juga mempunyai banyak teman di kampusnya. Namun, jarak tidak membuat persahabatan mereka berdua renggang. Mereka selalu berkunjung satu sama lain di akhir pekan, terkadang mereka juga saling memperkenalkan teman-teman mereka satu sama lain.
Sedangkan...
Hanan?
Ya begitulah, masih sibuk dengan pekerjaannya yang kini sudah maju lebih pesat. Hanan sudah memiliki 3 perusahaan tambahan dan juga sudah memiliki 2 apartemen mewah. Masing-masing di Jakarta dan Singapura.
Setelah menjalani pernikahan selama 4 tahun, mereka belum memikirkan soal keturunan. Waktu mereka terganggu karena kesibukan mereka. Memang Hanan menginginkannya, namun karena Zahra yang belum terlalu siap dan umur Zahra yang masih belum mencapai 21 tahun, membuat Hanan waspada dan memilih untuk menundanya.
*****
Hari ini hari libur Zahra dan Hanan untuk menghabiskan waktu di rumah. Rumah yang masih sama seperti dulu, namun selalu memberikan kenyamanan di dalamnya.
"Hari ini teman-teman kamu datang nggak."
"Nggak mas, memang kenapa?"
"Mau liburan bareng mas?"
"Nggak mas, besok aku ada jam pagi."
"Besok hari minggu Zahra"
"Memangnya hari ini hari apa."
"Kalau besok hari Minggu, hari ini hari Sabtu Zahraaa."
"Astagfirullahal'azim, aku lupa mas."
"Nggak ada janji sama temen-temen kan?"
"Iya mas nggak ada, mau liburan kemana?"
"Serius?"
"Kalau mas nggak serius kenapa ngajak liburan."
"Ya udah, kita ke.. Ke.. Ke... Ke Korea Selatan."
"Lohh? Mas udah ikut keracunan Korea ya."
"Nggak, mas kan pernah tuh ke Korea Selatan waktu ada meeting di sana, bener-bener indah dan mas juga mau ajakin kamu ke suatu tempat yang Indah di sana."
"Boleh deh. Eh mas, bentar lagi Alvero sama Fany mau nikahan, kita mau ngasih kado apa"
"Benarkah? Kapan?"
"Entahlah, tapi antara bulan depan atau bulan depannya lagi."
"Baiklah, akan kita pikirkan nanti. Sebaiknya kita bersiap."
Mereka berdua pun berkemas dan tidak terlalu banyak barang yang mereka bawa.
"Berangkat kapan mas?"
"Nanti sore."
__ADS_1
"Mendadak banget."
"Iya, lebih cepat lebih baik."
"Terserah mas lah."
Setelah mereka selesai, mereka berduapun duduk di ruang keluarga sambil menonton film komedi romantis dengan menyandingkan snack camilan. Kedua art-nya yang melihatnya pun tersenyum melihat kedua majikannya terlihat bahagia.
"Seneng ya, liat majikan kita ketawa bareng seperti itu, walaupun terkadang mereka ada masalah, mereka selalu menyelesaikan dengan baik-baik." ucap Bi Fitri.
"Bener mba, mereka kelihatannya cocok banget, apalagi kalo udah punya anak, pasti nambah rame nih rumah" jawab bi Narsih.
"Semenjak aku bekerja di sini, alhamdulillah keluarga mereka nggak ada yang namanya pelakor ataupun pebinor atau apapun itu."
"Begitulah bi, ketika kita memiliki pasangan yang tepat dalam hidup, terus itu adalah cinta pertama dan satu-satunya, pasti nggak ada yang namanya perusak rumah tangga orang, seperti mereka ini."
"Sudahlah, lebih baik biarkan saja mereka, yang terpenting mereka tetap bahagia."
Hanan dan Zahra begitu menikmati film tersebut, namun tiba-tiba saat iklan, tawa mereka terhenti.
"Yah iklan, kebiasaan banget deh."
Hanan tiduran di pangkuan Zahra, lalu Zahra pun mengelusnya.
"Tumben mas"
"Aku lelah pengen tidur"
"Tidur aja"
Hanan menutup matanya dan Zahra yang mengelus kepalanya pun tersenyum. Tiba-tiba, matanya teralihkan kepada salah satu rambut Hanan, dan Zahra pun akhirnya mencarinya.
"Mas ada uban."
"Jangan gerak mas, aku cari dulu."
Dia mencarinya dan akhirnya pun dia menemukannya. Setelah memastikan itu uban, dia mencabutnya.
"Nih uban."
"Padahal mas belum punya anak masa udah punya uban."
"Nggak tentu kali mas."
"Emang iya si?"
"Entahlah. Mas kalau tidur di kamar lah, jangan di sini. Kalau mas tidur aku juga ikutan ngantuk nanti"
"Ya udah tidur dulu aja yuk"
"Baiklah, aku ingin istirahat"
Mereka berdua pun beristirahat di kamar mereka. Tak tertidur, mereka malah membahas waktu Zahra sebelum kuliah.
"Mas, masih inget nggak dulu aku waktu mau kuliah"
"Iya inget lah"
"Karena itu kita jadi bertengkar hebat bukan?"
"Sudahlah jangan di pikirkan"
"Tapi kan mas"
__ADS_1
"Udah tidur.."
Hanan memeluk Zahra, namun Zahra tak bisa di buat tidur. Dia terus memandangi wajah Hanan dan selalu mengingat kejadian 3 tahun sebelumnya. Mengingat bagaimana dirinya bisa bersama dengan Hanan dan selalu mengingat dirinya sekarang sudah menjadi milik Hanan.
*****
Kini Hanan dan Zahra sudah berada di negara yang kaya akan gingseng, yang tak lain adalah sebutan untuk negara Korea Selatan.
"Lagi musim semi ya mas."
"Memangnya kenapa?"
"Bunganya cantik."
"Seperti kamu."
"Kita kemana mas?"
"Ikut mas aja, kalau mas jelasin pasti kamu nggak akan paham"
Zahra mengangguk dan selalu menuruti perintah Hanan. Tangannya tak pernah melepaskan genggaman tangan Hanan. Mereka berjalan-jalan tanpa membawa kendaraan sambil menikmati indahnya suasana alam.
Kebetulan apartemen yang mereka tempati tidak jauh dari Menara Namsan. Sebelum mereka sampai, mereka membeli tiket dan juga gembok untuk mereka pasangkan di sana.
Setelah mereka sampai di tempat tersebut, mereka melihat pemandangan kota seoul yang sangat indah dari sana. Tak membuat mereka bosan, namun membuat mereka semakin dekat.
"Kalau di sini, aku jadi ingat sesuatu mas."
"Ingat apa."
"Coba deh mas tebak."
"Bagaimana mas bisa menebak ya?"
"Sudahlah. Boleh dong mas flashback 3 tahun lalu?"
"Boleh saja, sambil mengingat apa saja pelajaran yang kita dapatkan"
"Hmm.. Baiklah, pertama soal kuliah Zahra"
"Kenapa kamu terus mengingat itu"
"Ya karena pada saat itu ada kejadian lucu mas, masa nggak inget si"
"Lucunya"
"Hehehe... Jadi gini..."
//**//
Assalamualaikum Wr. Wb.
Selamat datang di MKGA S2.
Para readers yang terhormat, semoga kalian sehat selalu ya di manapun kalian berada..
Oke, di season 2 ini, Zahra akan lebih sering menceritakan kejadian masa lalu, mohon di mengerti ya, juga kayaknya banyakan cerita tentang Fany dan Alvero, Bagaimana?
Soalnya juga Author lagi bingung, masalah apa lagi kira2 buat mereka, tapi nanti kasian mereka. Apalagi kalo ada pelakornya, Author nggak tega huhuhu...
Kalau ada yang mau beri saran Author akan siap untuk menerimanya, terimakasih..
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
__ADS_1