
"Gue rasa.... masalah di kantornya mas Hanan ada hubungannya sama tingkah laku Rena"
"Memang nya apa yang membuat feeling lo begini"
"Iya akhir-akhir ini mas Hanan sering ke kantor mendadak terus sikap Rena yang seakan akan sedang berkuasa dalam hal ini"
"Jadi maksud lo Fany berbuat sesuatu di kantornya pak Hanan"
"Bukan Rena nya tapi papanya"
"Mana mungkin lah Ra, lo cuma ngada ngada kali. Ya mana mungkin orang tua Rena kejam banget kek gitu" ucap Alvero.
"Iya Ra, lo jangan berfikir aneh dulu. Itu seudzon namanya"
"Iya si Fan, tapi gue rasa ada sedikit masalah sama kantornya mas Hanan"
"Lo belum paham sama kaya ginian, sekolah aja baru mau masuk semester 2 udah mikir kek gini. Udah Ra, istigfar deh mendingan"
"Ra lo ajak kita ke sini cuma mau bilang ini doang"
"Nggak si, emang kalian nggak betah ya di sini"
"Ya betah, tapi kalau di sini nggak ngapa-ngapain ya buat apa juga"
"Kalian maunya apa"
"Gue numpang WIFI aja mau maraton drakor"
"Gue sama numpang WIFI mau mobile legend sampe puas, punya headphone ngga"
"Punya kek nya, bentar coba aku tanya sama mas Hanan"
Zahra menuju ke kamarnya yang baru dan menemui Hanan.
"Mas"
" Ada apa, kenapa di pintu masuk aja"
"Mas lagi buat file ya, maaf ganggu.. "
" Nggak papa, ada apa"
"Mas punya headphone, Alvero pinjam"
"Kamu ambil aja di lemari itu tuh"
Hanan menunjuk lemari 3 pintu kecil dan Zahra pun membukanya. Ada sekitar 5 headphone yang tersedia. Zahra begitu bingung dan memilih mengambil headphone berwarna hitam dan abu.
"Ini ya mas"
"Jangan yang itu, ambil yang corak hitam sama merah aja"
"Iya mas"
Zahra menukar nya dan kembali ke ruang tamu.
"Nih Al, ada lagi"
"Udah kok"
"Gue Ra, aku mau ngecas hp di mana"
"Bentar ya, lo mau maraton drakor kan, liat di tv aja sana di ruang keluarga, hpnya biar di case di stop kontak di samping tv"
"Duh tuan rumahnya baik banget si, terimakasih tuan putri atas pelayanannya"
"Apaan si Fan, biasa aja kali. Gue ke atas dulu ya"
Kedua temannya hanya membalas dengan anggukan. Zahra menuju ke kamarnya dengan cepat dan menutup pintu kamar barunya dengan rapat.
"Kenapa kamu ke sini, kenapa nggak kumpul sama temen kamu"
__ADS_1
"Mereka sibuk sama urusan mereka masing-masing, ya lebih baik aku ke sini. Aku bingung mau ngapain di bawah. Mas kok ngerjain berkas nya kok di rumah, kenapa nggak di kantor"
"Mas cape Ra ke kantor terus"
"Oohh ya udah, mas mau di bikinin kopi"
"Mas udah ngopi tadi"
"Aku bosen, ngapain ya mas. Panas panas gini enaknya renang, renang yuk mas. Di sini yang deket kolam renang di mana"
"Di rumah ini ada, memang nya bi Sari belum ngasih tau"
"Hhhaaaahhhhh..... Ada kolam renang, di mana, selama 2 bulan di sini aku nggak tau loh mas. "
"Kita ke belakang sekarang, ajak ke dua temanmu juga"
"Iya"
Zahra turun dan memanggil kedua temannya.
"Kalian nggak bawa baju ganti ya"
"Kenapa"
"Renang"
"Dimana"
"Katanya di rumah ini"
"Serius, di rumah ini? "
" Iya Fan, gue serius"
"Dimana?" ucap Alvero penasaran.
"Gue nggak tau Al"
"Karena nggak di kasih tau"
Alvero dan Fany hanya menepuk jidat mereka, dan tak lama Hanan pun datang menggunakan celana pendek selutut dan kaos hitam.
"Loh kamu belum ganti Ra"
"Nanti lah mas, aku penasaran dimana"
"Maaf ya, mas juga jarang ke sana jadi mas lupa ngasih tau juga"
"Nggak papa"
"Pak pinjem bajunya pak"
"Oiya, ini bajunya"
"Saya ganti dulu ya pak"
"Kalian berdua juga ganti sana, kamu punya kan Ra"
Zahra menggelengkan kepalanya.
"Nanti mas beliin, kalian pakai baju bebas dulu. Mau renang nggak"
"Ini juga udah pakai baju bebas, lagian aku cuma mau tau doang mas, kalau liat air kan seger rasanya, lagian aku ngga bisa renang"
Mereka bertiga berjalan ke belakang rumah. Zahra hanya bingung di sana dan kali ini mereka berdiri di sebuah pintu kayu yang tersedia di pagar.
"Ini mas"
Hanan mengangguk dan membuka pintu tersebut. Mereka bertiga sungguh takjub saat pintunya di buka. Kolam sekitar lebar 4 meter dan panjang 6 meter dengan ketinggian sekitar 1 meter hingga 3 meter terlihat jelas di depan mata Zahra saat ini. Di tambah kursi pantai untuk menghangatkan badan dan ayunan biasa serta beberapa pot bunga yang tersedia menambahkan suasana seakan di dalam sekaligus di luar ruangan.
"Waaaaahhhhh... Mas, aku udah 2 bulan di sini nggak tau loh. Aku pikir ini pintu ke rumah tetangga"
__ADS_1
"Kita punya tetangga kan cuma di jalan depan, kamu nggak pernah keluar dari balkon ya"
"Nggak mas, aku takut ketinggian"
"Pantes aja pendek" ledek Alvero.
"Kok kolamnya di sini dan tertutup lagi mas"
"Kamu gimana si, masa mandi di umbar-umbar sama orang luar, ini kan seperti fasilitas Vila pribadi, Sebelum nya ada yang ke sini" tanya Alvero penasaran.
"Cuma bapak dan beberapa teman dekat bapak"
"Ya sudah saya langsung saja ya pak renang"
"Pemanasan dulu biar nggak kram"
"Iya pak"
Di saat Hanan dan Alvero sedang pemanasan dan bersiap untuk berenang, Zahra dan Fany memutuskan untuk duduk di ayunan yang lumayan teduh dari sinar matahari. Mereka berdua mengobrol dengan senang nya, sedangkan kedua lelaki itu hanya sibuk menyegarkan diri mereka.
"Ra, gue ngga nyangka banget loh ternyata pak Hanan rumahnya sebagus ini"
"Gue juga ngga nyangka ada kolam renang nya, kirain nggak"
"Bisa dong lo berduaan berenang bareng sama pak Hanan"
"Apaan si lo, gue nggak tertarik lah ya... "
"Kan nggak tertarik sekarang, belum suatu saat nanti hayooo"
"Diem lo, gue mau ngerendemin kaki gue"
"Nggak nyebur sekalian"
"Kan lo tau sendiri gue ngga bisa renang, gimana si"
"Gue ikutan dah"
Zahra memasukan kedua kakinya ke dalam air dan duduk di pinggir kolam di susul oleh Fany. Alvero dengan jahil mencipratkan air kepada mereka berdua.
"Eh... Stop Al, jail banget si"
"Iya Al, gue nggak bawa baju ganti tau"
"Kan ada Zahra, kamu pinjam aja. Gampang kan gitu aja ribet"
"Lo iya ngomong nya enteng, guenya yang nggak enak"
"Nggak papa kok, nanti gue pinjemin, lo tenang aja. Lagian kaya ke siapa aja lo canggung"
"Ya kan sama aja aku ngrepotin Ra"
"Nggak papa kalau kamu mau renang, renang aja"
"Malu kali ra, lo juga ikut yuk"
"Males Ra, gue nggak pengen"
"Ayo lah Ra, ayoo"
"Gue nggak mau ya nggak mau iisshh"
Tiba-tiba Fany turun dan menyipratkan air ke Zahra, hingga seluruh bajunya basah. Begitu juga Alvero yang ikut membantu menyipratkan air kepada Zahra, Zahra mencoba membalas namun gagal. Hanan yang dari darat sambil mengeringkan rambutnya tersenyum saat melihat wajah Zahra yang basah.
"Ih..kalian ini"
Zahra geram dan akhirnya berpindah ke sisi yang agak dalam, namun karena keramik licin dia terpeleset dan "Byurrr...". Zahra terjatuh ke dalam kolam.
"Zahra.. " ucap Alvero dan Fany panik.
//**//
__ADS_1