Murid Kesayangan Guru Agama

Murid Kesayangan Guru Agama
Sayang


__ADS_3

Zahra terdiam sambil menatap nya lekat penuh dengan harapan.


"Mas itu ada supermarket, ayo ke sana, jajan yang banyak" Ucapnya sambil menunjuk supermarket.


Hanan menghentikan mobilnya secara mendadak karena keget.


"Mas kenapa mendadak, kalau ada mobil di belakang kita gimana"


"Sudah lupakan"


Hanan merasa harapannya di pupuskan oleh Zahra dan kembali mengemudikan mobilnya.


"Mas kecewa ya"


"Nggak"


"Kita kemana"


"Pulang"


"Nggak jadi ke supermarket"


"Nggak"


"Ya udah aku pergi sama temen-temen"


Baru saja Zahra bilang begitu, dia membelokkan mobilnya ke sebuah alfamart.


"Ini orang kenapa si" gumamnya.


Hanan meninggalkan Zahra dan Zahra yang bingung juga langsung membuka mobilnya.


"Mas kenapa ninggalin aku"


Hanan terdiam sambil mendorong keranjang belanjaan, Zahra hanya mengikuti nya.


"Maaf mas, Zahra udah menerima mas kok" ucap Zahra.


Hanan yang tadinya acuh tak acuh menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya dan langsung memeluk Zahra erat. Zahra yang terdiam kaget dan jantung nya mulai tak karuan.


"Uuuhhh jantung gue kedengeran mas Hanan nggak ya" gumamnya.


"Benarkah"


"Iihh mas, lepasin. Ini di alfamart, inget dong untung nggak rame"


"Terimakasih"


"Sama-sama, jadi nggak belanjanya"


"Ayo"


Hanan menggandeng Zahra dan mulai berbelanja bersama.


"Mas ini eskrim kan, aku mau boleh"


"Ambil aja, mau yang mana"


Zahra melihat beberapa eskrim dan memilih eskrim yang murah.


"Kenapa pilih itu, ini saja"


Hanan mengambilkan eskrim yang harga 10 ribu.


"Nih mas, kalau aku pilih yang murah dapet banyak, itu mahal tapi cuma dapet satu"


"Ya udah ambil berapa terserah kamu"


"Aku maunya satu, udah yuk mas pilih jajanan yang lain"


Hanan mengangguk dan mulai berbelanja lagi. Setelah mereka selesai mereka pun pulang. Zahra memakan eskrimnya di mobil dan penuh hati-hati agar tidak belepotan kemana mana.

__ADS_1


"Mas, ini di buang ke mana"


"Nanti, di pegang dulu aja"


"Iya deh"


"Kamu tadi deg degan ya, kerasa banget denyutannya"


"Hhhhaahh.. Masa si mas" ucap nya dengan wajah yang sudah memerah.


"Iya, mau langsung pulang atau.."


"Pulang lah, mau tidur yang banyak persiapan buat besok, oiya mas, besok berangkat jam berapa"


"4 sore"


"Laahhh..kirain pagi"


"Ya nggak berangkat jam 4 sore sampai sana jam 6 sore , terus nginep, paginya ke industri sore ke hotel lagi, keesokan nya ke ragunan sama transtudio Jakarta, terus pulang dan istirahat"


"Oohh gitu ya, kirain bakal lama"


"Nggak kok"


"Aku dulu pengen banget ke Bali"


"Mau"


"Nggak lah, nanti biayanya mahal lagi"


"Kamu nggak usah sungkan kalau sama mas, kalau kamu minta, mas pasti turutin. Kamu jangan terus nggak enak ke mas, bisa kan"


"Insyaallah mas"


"Ya udah, habis ambil rapot kita liburan ke Bali ya"


"Insyaallah mas, terimakasih banyak ya mas"


"Untuk kamu apa si yang nggak" ucapnya dengan mengusap kepalanya lembut.


"Kalau ajak mereka pasti mereka nggak mau"


"Tapi mas, masa nggak ajak mereka si"


"Mama sama papa sibuk dan pasti mereka nggak mau"


"Ajak Fany sama Alvero ya"


"Sayang, kenapa ajak mereka "


Seketika bulu kuduk Zahra berdiri saat Hanan memanggil nya dengan kata "sayang". Zahra mengusap kedua lengannya yang berasa merinding.


"Kamu kedinginan" tanya Hanan.


"E-e-enggak kok.. Hehehe... Ka-kalau nggak ajak mereka.. E-enggak papa si, tapi kan..." ucap nya gugup.


"Iya mas ajak mereka, kamu jangan gugup begitu, mas nggak gigit kok"


"Iya mas, ta-tapi.. Ta-tadi"


"Kenapa Sa.. "


Zahra menutup mulut Hanan dengan sampah bungkus es-krim yang di pegang nya dari tadi. Hanan mengeluarkan sampah itu dari mulutnya dengan tangan kiri dan membuang nya ke luar jendela mobil.


" Kenapa kamu memasukkan sampah ke mulut mas"


"Ma-maaf mas, tapi ta-tadi aku tuh merinding tau nggak"


"Merinding kenapa"


"Tadi mas bilang sa.. Aahhh.. Nggak jadi" ucap Zahra sambil menutup kedua telinganya.

__ADS_1


"Sayang" ucap Hanan dengan nada memastikan.


Zahra masih menutup rapat kedua kuping nya.


"Kenapa, ya mas minta maaf"


"Laki-laki tuh kalau bilang itu kelihatannya enteng banget, tapi aku yang ngedengernya merinding tau nggak mas. Nih tuh, pada berdiri kan" ucapnya sambil menarik lengan bajunya sedikit.


"Udah pernah di bilang sayang sama orang lain selain mas ya"


"Bukan aku, tapi Fany tuh yang kebanyakan di phpin sama gebetan nya, udah deket tapi nggak jadian, dan aku tanya sama dia, eh ini ada yang bilang gini(sayang) gitu kan, langsung tuh di rebut, aku tanya sama dia, kamu punya pacar, terus dia jawab nggak, aku tanya kok bilang gitu nah dia jawab, nggak cuma dia kali Ra, banyak tuh sambil memperlihatkan chat nya terus aku cuma bilang, fake girl emang. Udah selesai ceritanya "


"Iya mas minta maaf, nggak lagi deh, maaf"


"Nggak papa mas, tapi jangan ulangi ya"


"Iya, iya"


Mereka pun sampai ke rumah dan Zahra mulai mengemasi jajanan dan mengempeskannya agar bisa masuk ke dalam tasnya.


"Selesai" ucapnya.


Dia menenteng tas besarnya dan dia taruh di tempatnya kembali, dan pada saat dia membalikkan badannya, sudah mendapati Hanan hingga dia terperanjat kaget.


"Astagfirullahal'adzim, mas Hanan.. "


" Maaf"


"Kebiasaan banget deh.. Untung nggak jantungan. Ada apa mas"


"Jalan yuk"


"Ogah mas males, aku mau tidur"


"Sholat dulu"


"Tadi di ajak jalan"


"Sholat yuk"


"Kalau ini aku nggak bisa nolak"


"Sana wudhu, mas tunggu"


"Iya mas"


Setelah siap mereka pun sholat berjamaah. Zahra hendak berdiri dan melepaskan mukena nya namun di cegat oleh Hanan.


"Jangan berdiri dulu"


"Belum selesai ya mas, baiklah"


Zahra kembali duduk dan Hanan mulai membuka Al-qur'an nya. Hanan melantunkan ayat suci al-qur'an dengan merdu nya hingga Zahra kagum dengan suaranya.


"Suara ini.. Suara yang aku dengar waktu di masjid saat aku sholat tahajud, ternyata mas Hanan... Aku tidak menyangka akan semerdu ini suaranya."


Zahra terus mendengarkan hingga terkantuk kantuk karena saking merdu ya, setelah itu dia pun memutuskan untuk berbaring di lantai sambil mendengarkan lantunan ayat suci Al-qur'an yang sedang di baca Hanan.


Sekitar 15 menit sudah, akhirnya Hanan menyelesaikan bacaan nya dan menghadap ke belakang dan betapa terkejut nya saat melihat Zahra sudah terlelap tanpa melepas mukenannya.


Tanpa pikir panjang dia memindahkan tubuh Zahra. Zahra yang merasa ada yang mengganggu nya membuka matanya perlahan.


"Mas, udah selesai bacanya"


"Kenapa"


"Sangat indah, oiya"


Zahra memberikan tangan kanannya dan menyalami Hanan lalu membuka mukenannya.


"Kamu tidur lagi saja, selamat tidur siang"

__ADS_1


Zahra mengangguk dan mulai merebahkan tubuhnya lagi dan mulai terlelap. Hanan hanya mengusap-usap kepala Zahra lalu mencium keningnya.


//**//


__ADS_2