Murid Kesayangan Guru Agama

Murid Kesayangan Guru Agama
Soal Cinta


__ADS_3

Keesokan harinya...


Di sekolah...


Hari ini dimana para murid berlomba. Pertandingan hari ini adalah Voli dan tarik tambang yang di laksanakan di lapangan belakang dan lapangan tengah.


Sebagian siswa di arahkan untuk ke lapangan tengah dan lapangan belakang. Sedangkan Zahra lebih memilih ke lapangan tengah yang dekat dengan kantin.


Waktu istirahat pun tiba dan Zahra lebih memilih untuk ke kantin dan makan bakso pak Nada. Ada Hanan juga di sana yang ikutan makan namun tidak di dekat Zahra, dia hanya melihat dari kejauhan.


Hanan mengambil ponselnya di dalam sakunya dan mengetiikkan sebuah pesan untuk Zahra.


"Zahra, nanti ikut mas ya beli peralatan PKS"


Ketik nya pendek, namun Zahra tak menyadari ponselnya berbunyi karena asik bercanda dengan kawannya. Setelah mereka memakan bakso di kantin, mereka pergi ke luar sekolah untuk membeli makanan ringan, karena kebanyakan di kantinnya menyediakan makanan berat.


Zahra tidak membeli nya, namun hanya duduk di bangku yang tersedia. Kemudian Hanan keluar dari sekolah sambil membawa motor, Zahra yang melihat Hanan keluar langsung menemui nya.


"Mas ikut" ucapnya dan langsung menumpaki motornya.


Fany yang melihatnya kaget dan langsung memanggilnya.


"Zahra... Mau ke mana.... Zahra"


"Udahlah Fan, biasa kan mereka" ucap Intan.


"Iya juga si"


Hanan membawa Zahra ke sebuah toko yang agak jauh dari sekolah.


"Mas mau ke mana si"


"Kamu nggak lihat handphone"


Zahra langsung mengambil ponselnya yang terbiarkan di sakunya dan mendapatkan sebuah pesan dari Hanan.


"Oiya, maaf mas, aku nggak buka hp, keasikan liat Voli. Oiya mas, nggak ada pertandingan basket ya"

__ADS_1


"Ada kok, tapi cuma antar guru doang"


"Wih, asik tuh, apalagi kalau anak osis tanding sama guru... Hussss.. Langsung aku nomor satu dukung mas"


"Kan nggak ada"


"Bukan nggak ada tapi belum, eh tapi mas nggak papa nih aku ikut mas"


"Nggak papa lah, kan cuma nemenin"


"Andai kau tau mas, aku sebenarnya takut kalau semua murid menjadi salah faham dan guru yang tidak tau akan membenci mu atau membenci ku suatu saat nanti" gumam Zahra.


"Oiya mas, ini motor siapa main ambil"


"Motor pak Ipul"


"Pak ipul?"


"Pak Saeful"


"Oohh, pak Saeful. Mas aku mau tanya sesuatu sama mas"


"Mas kok jadi perhatian ke Zahra, nggak dingin lagi ke Zahra, itu kenapa mas. Waktu awal awal dulu mas tuh dingin banget ke Zahra"


"Cinta itu bisa mengubah segalanya Zahra. Jika dia tidak dapat merasakan cinta dalam dirinya, dia tidak patut untuk di cintai."


"Gini mas, terkadang kan gini, di film banyak tuh orang yang kasar sama bini bininya nah, menurut mas gimana"


"Ya kan itu cuma di film."


"perumpamaan kayak di dunia nyata nya, menurut mas gimana"


"Menurut mas si gini. Walaupun dia pernah kasar sama perempuan, pasti dia akan mendapatkan balasan yang setimpal dari yang dia lakukan. Sama hal nya yang saling mencintai, pasti mereka akan mendapatkan berkah dalam rumah tangganya. Orang yang saling mencintai tidak akan saling menyakiti, tetapi mereka akan saling berbicara dengan kepala dingin. Maka dari itu Allah selalu menguji pada setiap pasangan yang ada di muka bumi ini, apakah mereka mampu membina rumah tangga nya dengan baik ataupun tidak. Jika pasangan itu bisa melewati beban rumah tangga bersama tanpa ada perdebatan dan saling menyakiti, itulah yang namanya cinta sejati. Semua orang, semua makhluk hidup pasti akan di uji oleh Allah swt. Bagi yang sudah berpasangan, harus bisa menguatkan satu sama lain dalam keadaan suka maupun duka. Maka dari itu mas dengan sabar menunggu kamu menerima mas, karena mas takut itu akan membuat kamu tidak nyaman dan menjauh dari mas. Apakah kamu paham"


"Nggak nyangka mas Hanan bisa jawab gini" gumam Zahra.


"Cinta juga bisa datang terlambat kan mas, misalnya gini orang nya udah tiada tapi kita baru menyadari bahwa kita mencintai nya, itu bagaimana mas"

__ADS_1


"Mungkin begitu lah jalannya, juga sudah takdir nya. Maka dari itu cintai lah sebelum terlambat. Cintai dia sepenuh hati bukan dengan *****. Cintailah orang yang sudah membuat kita bahagia dan menerima nya apa adanya. Cintailah dia yang sudah benar-benar serius dengan mu tanpa memandang bibit, bebet dan bobotmu. Tanpa memandang asal usul mu dan tanpa memandang siapa kamu dan berusaha menjaga mu dari orang orang yang menyakiti mu"


"Mas, bicara soal cinta, cinta itu apa si"


"Mas nggak tau apa itu arti cinta. Mas nggak tau apa-apa soal cinta, tapi itu adalah rasa yang tidak dapat di hindari dalam diri setiap orang."


"Mas, kok bisa ya kita ngerasain cinta, kalau kita cinta pada orang yang berbeda dengan kita bagaimana"


"Maksud kamu"


"Iya misalnya, kita cinta sama orang yang beda agama itu bagaimana"


"Kesulitan pernikahan beda agama terletak pada restu orang tua. Manusia tentu tidak bisa menentukan kapan dan kepada siapa dia jatuh cinta, tapi banyak orang tua jelas menentukan dengan siapa kita boleh menikah. Keputusan orang tua dipengaruhi oleh lembaga agama dan afiliasi aliran agama yang dianut keluarga.


Semakin eksklusif dan puritan orang tua memegang keyakinannya dan dapat justifikasi dari organisasi keagamaannya, semakin sulit bagi anak untuk mendapat restu menikah. Orang tua juga punya keinginan untuk berkontribusi bagi komunitas agamanya dengan menambah jumlah pengikut baru, karena pernikahan anak juga berdampak pada pengakuan sosial orang tua di masyarakat. Tren Islam konservatif/reaksioner dan pengakuan agama mayoritas yang semakin mengencang akan mempersulit kemampuan orang-orang untuk saling mencintai. Jadi sebisa mungkin, hindari lah mencintai orang yang tidak mungkin menjadi milikmu"


Zahra mendengar kan sambil mengangguk ngangguk paham.


"Kenapa kamu tanya semua itu, apakah kamu pernah mengalaminya"


"Nggak mas, cuma kepikiran aja karena liat di film film gitu"


"Kebanyakan nonton suara hati istri ya kamu"


"Kadang si, nggak sering"


"Terus tentang beda agama kenapa kamu tanya seperti itu"


"Ya tanya aja gitu mas, soalnya kan tau sendiri, Fany tuh suka banget sama Korea, sampai di bilang suaminya gitu"


"Hahahaha, itu nggak wajar namanya, dan itu belum dewasa. Bilang sama Fany, kalau menyukai mereka, hanya sekedar mengagumi saja tidak lebih dan jangan terlalu berharap lebih, atau dia yang hanya akan kecewa nantinya. Hanya sekedar menjadi penyemangat atau membuat bahagia itu nggak masalah, tetapi kalau urusan hubungan itu yang jadi masalah"


"Nggak nyangka, mas Hanan bijak banget. Ya Allah aku nggak nyangka aku bisa menikah dengan guru ku sendiri dan faham akan agama. Terimakasih mama, bapak sudah menjodohkan ku dengan dia, semoga kami bisa bahagia di sini" gumam Zahra.


//**//


..."Manusia tentu tidak bisa menentukan kapan dan kepada siapa dia jatuh cinta, tapi banyak orang tua jelas menentukan dengan siapa kita boleh berpasangan"...

__ADS_1


...~Hanan~...


__ADS_2