Murid Kesayangan Guru Agama

Murid Kesayangan Guru Agama
Kado pertama


__ADS_3

Setelah makan, mereka berdua pun duduk di ranjang untuk bersiap membuka kado. Zahra ragu untuk membukanya, takut Leon akan memberikan hadiah yang tidak-tidak dan membuat rumah tangga yang aman dan tenteram tersebut seketika menjadi petaka. Zahra menghela nafas panjang dan Zahra pun membukanya.


Pertama yang mereka dapati adalah seperangkat alat sholat. Zahra bingung dan Hanan melihat beberapa lembar surat di bawahnya.


"Zahra ini"


"Apa ini. Surat?"


"Iya, ayo kita baca bersama"


...Teruntuk Kalian Berdua....


...Zahra dan Hanan....


...Maaf jika pesan yang aku sampaikan terlalu panjang dan norak, namun aku akan mengatakan beberapa hal penting ini kepada kalian....


...Pertama, selamat atas pernikahan kalian. Pernikahan yang unik sekaligus langka yang pernah aku temui. Sebelumnya aku juga minta maaf telah lancang memata-matai kalian. Aku sudah tau semuanya dan aku sudah tau alasan kalian menikah secara diam-diam. Aku menghormatinya dan akan menutup rapat rahasia ini sampai aku di akhirat....


...Mungkin, memang aku terlambat jatuh cinta kepada Zahra, seharusnya aku datang lebih awal untuk menemani hari-hari terakhir ku, tetapi dia sudah menjadi milik orang lain, apa dayaku yang hanya orang lain. Aku berfikir untuk menjadikannya sebagai milikku. Namun, takdir berkata lain dan aku harap kalian bahagia....


...Kalian tenang saja, hidupku di sini tak akan lama lagi, atau mungkin saat kalian menerima hadiah ini aku sudah tiada. Huh... Norak sekali......


...Namun kalian jangan khawatir, aku pasti baik jika aku sudah di akhirat aku hanya meminta maaf kepada kalian apabila aku banyak salah dan aku meminta doa kalian agar aku sampai di akhirat dengan lancar dan menuju surganya Allah SWT Amiiinnn......


...Kalian berbahagialah di dunia.....


...Kedua, Aku berpesan kepada Zahra......


...Jaga suami mu baik-baik, jangan khianati dia begitu juga kamu pak Hanan, aku tau dia seorang CEO, namun terkadang aku khawatir dia akan selingkuh di belakang mu, namun dari yang aku lihat, dia adalah orang yang setia. Kamu tidak akan mendapatkan yang lebih baik darinya, pria sepertinya itu langka, bahkan dari diriku pun masih kalah dengannya. Imam yang baik, mapan, pekerja keras dan selalu berjuang membuat mu bahagia dan selalu berusaha yang terbaik untuk nya. Kamu juga harus membuatnya bahagia, jangan sungkan meminta sesuatu darinya, itu pasti akan selalu di turuti, benar bukan......


...Dan yang terakhir, teruntuk pak Hanan sendiri......


...Jaga selalu dirinya, jaga selalu harinya agar tidak goyah. Dia orang yang sedikit egois dan keras kepala. Dan kau juga harus menjaga nya walau dari kejauhan. Jangan biarkan dia sendirian di bawah teriknya matahari atau gelap nya malam. Bahkan di tengah hujan dan badai. Kalian harus bisa menjaga hubungan sakral kalian hingga kalian menua bersama. Dan ceritakan kisah unik kalian sebagai pengantar tidur anak-anak kalian kelak. Karena semua anak pasti sudah sering mendengar kisah tentang pangeran menunggang kuda putih dan cinderella yang kehilangan sepatunya. Jangan ceritakan itu kepada anak kalian, tetapi ceritakan perjuangan cinta kalian yang belum pernah di ceritakan sebelumnya agar mereka mengerti arti sebuah cinta dan memperjuangkan seseorang......

__ADS_1


...Mungkin aku sudah tidak ada di dunia ketika kalian sudah memiliki momongan. Di bawah surat ini masih ada satu hadiah lagi. Simpan hadiah ini kelak ketika kalian sudah memiliki keturunan. Katakan jika ini adalah hadiah dari paman Leon, jangan lupa itu... Ini adalah hadiah pertama ku, selanjutnya akan datang beberapa jam lagi, tolong di terima. Dan jangan kalian membuka kado yang lain sebelum kado yang terakhir datang kepada kalian....


...Mungkin cukup sudah sampai di sini, ku harap kalian menerimanya dengan senang hati. Kalian berbahagialah dan jaga diri kalian baik-baik, selamat tinggal....


...Pesan singkat...


...Leon...


Zahra menangis membaca surat tersebut. Hanan memeluk nya dengan erat.


"Sudah jangan menangis, kamu bersiap, kita akan memastikannya sendiri."


Zahra mengangguk dan menuju ke ruang ganti. Hanan menuju ke kamar mandi untuk mandi setelah nya dia ke ruang ganti.


"Bi Fitri, jika ada seorang kurir membawa paket ke sini mohon di terima ya bi"


"Iya tuan"


"Aku dan Zahra akan keluar sebentar"


Zahra dan Hanan pun masuk dan jenazah sudah siap untuk di bawa ke pemakaman. Mereka berdua juga ikut ke pemakaman. Zahra berusaha untuk tetap tegar. Hanan selalu menggandeng Zahra sesekali melihatnya, terkadang dia juga khawatir akan drop.


Selesai pemakaman, hanya tinggal orang tua Leon yang tersisa. Hanan dan Zahra menghampiri mereka dan menaruh buket bunga di atas makamnya.


"Bukannya anda guru Leon" tanya bu Lili.


"Benar bu, tapi sekarang saya sudah tidak menjadi guru lagi" ucap Hanan.


"Dan ini"


"Saya adik angkat mas Hanan"


"Kamu yang dulu di culik kan"

__ADS_1


"I-iya pak"


"Bapak sama ibu, kami berdua mengucapkan turut berduka cita atas meninggal nya ananda Leon. Semoga bapak sama ibu di berikan ketabahan."


"Iya pak, kami sudah ikhlas. Bagaimana pun kematian tidak bisa di hindari dan datang kepada siapa. Kami permisi dulu. Mari bu"


Bu Lili mengangguk dan meninggalkan Hanan dan Zahra. Tiba-tiba Zahra menangis di pemakaman Leon. Sungguh berat rasanya. Seminggu yang lalu mereka bertemu ternyata adalah untuk yang terakhir kalinya.


"Sudah Zahra..."


"Maaf mas aku menangis, namun aku tak percaya kak Leon pergi secepat ini"


"Begitulah kematian Zahra, kita nggak akan tau siapa yang berumur panjang dan berumur pendek, kita nggak tau semua itu."


"Mas, malam ini kita ikut tahlilan untuk kak Leon di rumahnya"


"Iya, mas ikut kamu saja"


"Kak Leon, terimakasih atas semua hadiah dari kakak. Kakak yang tenang di atas sana. Kami akan selalu mengingat mu. Terimakasih, kami akan kembali sekarang. Ayo mas"


Hanan mengangguk dan menggandeng Zahra. Mereka berdua kembali ke rumah Leon untuk membantu di sana. Awalnya keluarganya menolak, namun Zahra tetap kukuh membantu di sana.


Sore harinya mereka pun pulang dan langsung beristirahat karena sudah makan malam di kediaman orang tua Leon. Mereka kaget begitu sampai di rumah, banyak kado tergeletak di sofa ruang tamu. Kedua pembantu Hanan pun tertunduk mengahadap Hanan.


"Banyak sekali kadonya bi, dari siapa aja"


"Ini kata sang kurir dari tuan Leon semua" jawab bi Fitri.


"Sebanyak ini,dan besar-besar banget" ucap Zahra.


"Bi, tolong bawa ini semua ke kamar kami. Tolong ya bi"


"Iya tuan"

__ADS_1


Zahra dan Hanan juga membawanya sebagian. Sekitar ada 7 kado dan 5 paper bag. Mereka pun membawanya ke atas.


//**//


__ADS_2