
Hanan, Hendra dan papa Nanda menuju ke kantor kurang lebih satu jam. Mereka langsung menuju ke ruang pribadi. Papa Nanda mengambil 2 berkas penting. Lalu memberikan kedua berkas itu di depan Hanan dan Hendra.
"Diantara kedua berkas ini, mana yang akan kalian pilih"
"Ini apa pa"
"Ini berkas kedua perusahaan papa di sini. Di kota ini papa memiliki 3 perusahaan, tetapi hanya dua yang tersisa, yaitu perusahaan HY grup dan XB group. Satu lagi ada di Bali, namun selagi perusahaan DE belum kembali jadi papa akan pegang yang ada di Bali. Kalian akan papa angkat menjadi CEO di kedua kantor ini. Jadi papa harap kalian bisa membangun kedua perusahaan tersebut menjadi lebih baik dan lebih maju. Jadi perusahaan mana yang ingin kalian tempati"
"Kami terserah papa aja, ini milik papa"
"Kalau begitu Hanan kamu akan papa tempat kan di perusahaan XB Group dan Hendra kamu akan papa kasih di HY Group"
"Terimakasih pah, insyaallah kami akan menjaga itu dengan baik"
"Baiklah, papa percaya kalian. Mulai sore ini papa dan mama akan ke Bali. Karena perusahaan ini sudah memiliki CEO baru, jadi papa hanya akan mengurus perusahaan di Bali. Perusahaan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab kalian"
"Iya pah, kami mengerti. Sekali lagi kami mengucapkan terimakasih"
"Hendra, ayo kita ke perusahaan kamu sekarang"
"Baik pa"
"Hanan, bekerja keraslah."
"Iya pa"
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam"
Hanan pun keluar dari ruangan pribadi dan menuju ke ruangan CEO. Sebelum dia masuk dia menghela nafas panjang dan melihat ke sisi atas yang terdapat papan bertuliskan CEO.
"Bismillah"
Setelah mengucapkan basmallah dia pun memasuki ruang tersebut. Ruang yang tak berpenghuni dan hanya di kelilingi oleh berkas, koran, majalah dan buku.
Dia pun duduk di kursi tempatnya saat ini lalu melihat sekeliling.
"Di sinilah tempat ku sibuk mulai dari saat ini. Mulai hari ini aku akan jarang di rumah dan di sekolah. Tak ada waktu luang untuk bersama dan tak ada waktu bercanda tawa bersama. Hari-hari ku akan penuh dengan tumpukan berkas dan sering pergi keluar kota sendirian."
Hanan terus termenung hingga tak sadar seseorang memasuki ruangan nya.
"Hei broo... Apa kabar... "
Orang yang masuk tak lain adalah Gavin.
"Astagfirullah Gavin"
"Ehh lupa, Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam, ada apa"
"Nggak papa, iseng aja nemuin CEO baru. Masih lancar kan sama Zahra"
"Alhamdulillah, tentu saja"
"Ini kado buat kalian, maaf ya belum bisa ngasih kepada kalian langsung"
"Terimakasih banyak"
__ADS_1
"Alhamdulillah, akhirnya gue bebas juga"
"Siapa bilang bebas, kamu harus bantu aku saat aku perlu bantuan"
"Itu si gampang Nan, oke pak Bos, ada perlu apa lagi"
"Kamu urus berkas di sini, saya mau istirahat"
"Lahh CEO baru kok gitu. Baru aja setengah hari dan pasti belum ngapain udah mau istirahat"
"Ya nggak gitu si, bingung mau ngapain"
"Bentar lagi ada meeting pengenalan CEO baru bos, bis tenang aja beberapa jam bahkan nggak sampe pasti udah sibuk. Oiya, bos nggak nyari sekretaris"
"Aku belum tertarik. K"
"Nggak tertarik atau takut istri cemburu"
"Duanya"
"Hahahaha... Nan, nan, suami takut istri ternyata"
"Aku bukanya takut istri, tapi karena aku jaga hati karena insting seorang wanita itu sangat kuat. Dan aku tidak mau ada yang menggunjing kehidupan ku nanti nya, ini juga untuk antisipasi, karena banyak orang luaran sana yang mengincar bos nya"
"Laki-laki kan bisa Nan"
"Ya maka dari itu, mulai hari ini kamu aku angkat sebagai sekretaris ku dan asisten ku"
Gavin melongo tak percaya.
"Hei, mana ada seperti itu. Aku mending milih jadi general manager daripada harus bantu kamu. Pastinya kamu nyerahin tugas kamu ke aku semua, intinya nggak mau"
"Dimanapun, kapanpun kamu berada, tetep aja dingin kaya es. Kiranya Zahra betah nggak ya"
"Meeting di lakukan kapan Vin"
"Setelah dhuzur nanti"
"Jika kamu tidak ada keperluan lagi di sini, silahkan ke ruangan mu dan urus pekerjaan mu"
"Ngusir nih ceritanya"
Hanan tak menggubrisnya dan hanya memandang laptop yang akan di hidupkannya. Gavin dengan kesal pun keluar dari ruangan Hanan.
Setelah Gavin keluar dari ruangan nya, dia menghela nafas panjang. Dia melihat arloji couple pemberian Thomi di pergelangan tangannya yang menunjukkan waktu 11.49.
Andai saja kamu di sini Ra, pasti masih udah di bikinin kopi sama kamu. Huuhh.. Mulai besok aku akan minta Zahra untuk membawakan ku kopi. Tapi, apakah dia mau... Sudahlah akan ku tanyakan nanti malam.
Setelah sholat dhuzur, Hanan menuju ke ruang meeting seperti yang di bicarakan dengan Gavin sebelumnya.
Begitu Hanan masuk ke ruang meeting, semua pandang mata langsung melihat ke arahnya. Bisikan-bisikan yang mengganggu memenuhi ruangan tersebut.
"Semuanya harap diam. Apakah kalian sudah tidak betah di sini" teriak Gavin.
Semua karyawan pun diam dan memperhatikan Gavin.
"Ini adalah CEO baru kita"
"Selamat siang semuanya, saya Hanan Dwi Hartato. Saya harap kita bisa membangun XB group lebih baik, mulai hari ini dan mulai dari sekarang."
__ADS_1
Setelah meeting selesai, Hanan pun mulai di sibukkan dengan pekerjaannya sesekali di bantu oleh Gavin. Tak menyangka bahwa menjadi seorang CEO harus benar-benar menguras kinerja otak.
"Gavin, tolong buatkan aku kopi"
"Segera laksanakan"
Gavin pun keluar, tak lama ia pun kembali.
"Loh, kopinya mana"
"Aku suruh karyawan tadi, males kalau turun ke bawah"
Sekitar 15 menit menit akhirnya kopi pun siap. Hanan pun menyesapnya.
Bukan ini rasa yang aku inginkan. Tapi tak apa aku harus mensyukuri apa yang sudah menjadi kewajiban ku. Aku tak bisa menghindari ini.
Pukul 5 sore, waktunya Hanan untuk pulang. Sangat letih baginya dan ingin segera pulang ke rumahnya.
Zahra sudah menunggu nya di rumah sambil menyiapkan makan malam di bantu dengan mama Hana dan Wina.
"Mama bener nanti mau ke Bali"
"Iya nak, kamu baik-baik ya di rumah"
"Mbak sama mas Hendra juga sudah membeli rumah Ra"
"Yahh.. Sepi lagi dong"
"Mama carikan pembantu yang akan membantu kamu nanti"
"Nggak usah mah, Zahra pengen belajar mandiri"
"Nggak nak, kamu juga masih sekolah, kamu akan repot jika mengurus rumah sebesar ini sendirian"
"Iya Ra, kamu nggak usah nolak, ini juga untuk kamu. Maaf ya kami merepotkan mu"
"Nggak mah, mbak, aku senang kalian di sini, sangat senang"
"Ayo kita bawa ini ke meja makan, sembari menunggu suami kita pulang"
Zahra mengangguk dan membantu membawa makanan ke meja makan. Tak lama, orang yang mereka tunggu datang.
"Kalian sudah pulang, mari makan dulu kalian mandi nanti saja, pasti kalian lapar"
"Istriku memang yang tau segalanya"
Puji papa Nanda sambil menyalami ketiga wanita yang ada di depannya. Tak lama Hanan pun juga datang setelah beberapa saat papa Nanda dan Hendra datang.
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam" jawab semua orang.
sini Nan, ke ruang makan, ada yang kangen nih" teriak mbak Wina.
Hanan pun menuju ke meja makan dan langsung menempatkan dirinya di samping Zahra setelah bersalaman dengan nya.
Mereka pun makan malam bersama setelah nya mereka menuju ke kamar masing-masing untuk berbesih diri.
//**//
__ADS_1