
"Ini pak, bagus nggak" ucap Zahra sambil memegang salah satu baju berwarna merah muda.
"Nggak, jangan, yang lain aja. Ini nih" ucap pak Hanan sambil memegang baju berwarna hijau toska.
"Nggak, aku nggak selera, yang lain lah"
"Yang mana"
"Nggak tau"
"Isshh... Nyebelin banget si" gerutunya
"Ini mas gimana, dipaduin sama celana berwarna kecoklatan" lanjutnya dengan mengambil baju lain
"Selera remaja banget"
"Emang aku remaja nikah dadakan, nggak boleh nih"
"Ya udah pakai aja"
"Mas nggak mau beli"
"Kamu aja"
"Nanti di kira maling loh"
"Ya udah couple yuk"
"Lah.... Main couple couple lan segala, tapi aku maunya ini"
"Ya udah beli aja, paling cuma beberapa lembar doang kok"
"Cuma beberapa, tapi boros tau"
"Ya udah kamu aja, mas males"
"Nggak romantis banget si, kalau gini kapan aku jatuh cintanya " gerutu Zahra.
" Kamu bilang apa"
"Ya udah beli couple tapi ini juga bungkus, harus fiks... Tapi kayaknya mahal"
"Nggak papa"
"Istri sultan bisa apa kalau suaminya maksa"
"Nah tau"
"Jangan boros loh mas, kalau nanti waktu di bayar lebih dari 500 ribu aku kembaliin"
"Iya iya, jadi nggak"
"Ya ayok"
Zahra dan Hanan kembali memilih baju couple sesekali bertanya dengan petugas untuk membantu mereka.
"Ini nih Ra"
"Ayo coba"
Mereka mencoba baju yang Hanan pilih di tempat berbeda dan Keluar bersamaan.
"Nggak mas, aku keliatan dewasa banget, terus kamunya keliatan banget kaya pengusaha. Yang lebih santai aja. Tadi aku pilih ini warna item. Coba dulu dah"
Hanan hanya mengangguk dan menurutinya, berselang 3 menit akhirnya mereka keluar dari ruang ganti.
"Gimana mas" ucap Zahra sambil memutar badannya.
"Cantik, ya udah ini aja"
"Dari lahir Zahra udah cantik kali mas"
__ADS_1
"Tampilan mas gimana"
"Biasa aja si, tapi mending ini nggak kaya tadi. Mas ayo ke kasir, aku udah laper ini"
Hanan hanya menggaruk hidung nya yang tidak gatal lalu menggandeng tangan Zahra menuju ke kasir untuk membayar baju.
"Berapa mba semua"
"Satu juta empat ratus ribu rupiah" jawab sang kasir.
Hanan mengeluarkan dompet nya dan Zahra hanya melongo tidak percaya dengan ucapan sang kasir.
"Tu-tu-tunggu mas, cuma beli setelan baju couple sama baju aku doang satu juta empat ratus, tuh kan mahal mas, pindah yuk"
"Ini nggak mahal Zahra, udah diam, ini mba" sambil memberikan sebuah kartu.
"Ih mas, boros amat si, ntar kalau habis gimana. Waktu Zahra di kampung nggak pernah ngeluarin duit segitu dalam waktu satu jam, belum nanti makannya."
"Mending kamu nikmatin apa yang ada, bersyukurlah menjadi istri saya yang tidak membuat mu merasa kekurangan"
"Permisi tuan, ini kartunya dan kuitansinya"
"Iya mba, terimakasih"
Zahra dan Hanan menjauh dari kasir. Zahra terus menatap nya dan melepaskan gandengan tangannya dengan kasar.
"Tapi aku nggak suka menghamburkan uang seperti ini. Lebih baik di sedekahin kan dapat pahala"
"Setiap hari jum'at mas sedekahin kok"
"Setiap minggu?"
"Iya, satu minggu sekali setiap hari jum'at"
"Jangan keseringen juga dong mas, minimal 1 bulan sekali yang penting ikhlas itu udah cukup"
"Saya juga ikhlas kok"
"Ya terserah mas lah, itu kan pendapatan mas sendiri. Aku cape bilangin mas"
"Tunggu, emang kamu tau ada di mana tempat makannya"
Zahra menggeleng tanpa melihatnya. Dan lagi-lagi Hanan menggandengnya.
"Makannya diem, jangan bawel ya kesayangan ku... " sambil mengelus kepalanya.
" Apa... Nggak salah.. Kesayangan lagi... Owh tidak.. Ku mohon jantung tenang lah... Jangan salting lagi... " Gumamnya.
"Kok tangan kamu tambah dingin, kamu sakit" sambil menyentuh dahi Zahra dengan punggung tangan nya.
"Ih, enggak mas.. Apaan si" ucap nya sambil menyingkirkan tangan Hanan.
"Lagi kencan ceritanya" ucap Hendra yang datang bersama keluarga kecilnya.
"Nggak kok kak, kakak di sini ngapain"
"Belanja, Kami ganggu ya" ucap Wina.
"Nggak kok, kebetulan kalian mau kemana, sekalian makan siang bareng yuk"
"Kalian aja, kami sudah makan siang barusan. Sana kalian kencan saja, kami tinggal. Assalamualaikum"ucap Hendra.
"Wa'alaikumsalam" jawab Hanan dan Zahra.
"Gandengan nya di eratin ya, nanti di gandeng orang loh" teriak Hendra yang sudah sedikit menjauh dari mereka.
Hanan hanya menggeleng kan kepalanya dan Zahra hanya tersenyum sekilas. Mereka berdua kembali berjalan ke arah tujuan yang sempat tertunda.
"Mau makan apa"
"Terserah yang penting perut isi. Inget loh mas jangan yang mahal. Yang mahal belum tentu sehat loh"
__ADS_1
"Ya udah kamu yang pilih"
"Males mas, mas aja"
"Mas kan belum tau selera kamu, nanti kamu nggak suka gimana"
"Ikan bakar enak kali ya mas.. Ikan bakar aja deh"
"Iya udah. Dua ikan bakar ya mas" ucap Hanan kepada pelayan yang sudah menunggu.
"Iya mas, minumnya"
"Jus jeruk sama air putih" ucap Zahra.
"Ada lagi"
"Sudah"
Pelayan itu pamit dan meninggalkan mereka berdua.
"Awas aja loh mas, kalau harganya sampai satu juta"
"Memang apa yang kamu mau lakukan"
"Ya marah lah"
"Nggak boleh marah loh sama suami sendiri, ntar dosa"
"Terus gimana, kan mas yang nyebelin."
"Saya salah apa lagi hmmm"
"Nggak suka aja sama orang yang boros"
"Iya udah mas irit, ini yang terakhir kalinya deh. Daripada makan di pinggir jalan kan ada polusi, lebih baik makan di sini loh"
"Yang penting halal"
"Halal tapi nggak bersih ya sama aja"
" Hhhheehhhhhh... Pengen gue gampar beneran deh mas"
"Sini kalau berani, nanti kamu saya tuntut ke polisi baru tau kamu"
"Mmmaassss... Ahh... Jadi nggak mood makan kan sekarang iissshhh... Nyebelin banget si...."
"Mas minta maaf jika masih ada kekurangan di mata kamu, mau kamu mas gimana"
"Jangan nyebelin dan udah diam oke.. Main hp aja mas"
Hanan benar-benar diam dan memainkan handphone nya. Zahra hanya menghembuskan nafas nya kasar lalu ikut memainkan ponselnya.
"Makanannya mana, kok nggak dateng dateng si" gumamnya.
"Sini mas, aku pinjem tangan mas"
"Ya nggak bisa di pinjem lah, kan udah nyambung sama tubuh"
"Up date status"
"Temen-temen kamu curiga gimana"
"Nggak akan kok, udah diam sini tangannya"
Zahra mengandeng tangan Hanan dan memfoto tangannya. Dia melepas nya dan mulai memposting di media sosialnya. Hanan juga diam-diam memperhatikan satu aplikasi yang berwarna hijau dan beralih ke status, dan benar saja Zahra memposting nya di sana. Hanan juga men-screenshot dan membaca caption nya.
"Bersama dengan kakak yang terbaik"
Hanan tersenyum dan menuliskan caption yang berbeda di statusnya.
"Together with the youngest"
__ADS_1
(Bersama dengan si bungsu)
//**//