Murid Kesayangan Guru Agama

Murid Kesayangan Guru Agama
Q&A


__ADS_3

"Apa pak pulang"


Fany dan Alvero lagi-lagi kompak menjawab pertanyaan.


"Iya pulang"


"Saya udah bawa baju buat sekitar 5 hari kok pulang."


"Isshh, kamu nih Fan masa nggak mudeng si. Biarin kali mereka berdua, kami aja yang pulang, bapak sama Zahra sini aja lanjutin tuh bulan madunya"


"Sejak kapan bulan ada madunya" ucap Fany dengan polosnya.


"Lo polos banget si Fan, di kelas lo rengking 1,tapi kenapa masalah ginian otak lo ogeb, itu gimana ceritanya Fan"


"Nggak kok, kami ke sini tujuannya buat liburan. Karena di Jakarta ada sedikit masalah, jadi kita pulang besok"


"Iya pak, saya nurut aja. Btw, ra lo peringkat berapa"


"Alhamdulillah persis setelah kamu"


"Wihhh.. Sekarang saingan dong sama Zahra"


"Diem lo Al, terus kalau lo ke dua, si Rena peringkat berapa?"


"Gue belum tau Fan, udah yuk cepetan di makan, kita ke hotel lagi terus puasin di sana, mau main pasir mau keliling se hotel juga boleh, ya nggak mas"


"Terserah kalian saja"


"Gue jadi pengen tunangan kaya kalian diam-diam, asik nggak" tanya Alvero.


"Nggak" ucap Zahra dan Hanan kompak.


"Ciiee... Kompak... Bisanya jawab nggak gimana. Zahra dulu yang jawab"


"Karena gini, nggak enak aja gitu nyembunyiin rahasia terbesar gue yang harus gue jaga sampai waktunya tepat. Takut suatu saat terbongkar terus jadi kacau semua"


"Kalau pak Hanan sendiri"


"Pernikahan itu adalah hal sakral dan patut di ketahui banyak orang. Kalau mau disebarkan, Zahra juga yang akan terhenti sekolah dan terhenti mencapai cita-cita nya. Kalau di tutup terlalu lama, saya takut Zahra akan berpaling dan akan ada orang yang mau memanfaatkan keadaan kami jika kami sebarkan ke orang lain. Jadi saya harap, kalian mengerti dan menjaga rahasia ini baik-baik"


"Siap pak, saya sama Fany adalah orang yang gampang lupa sama hal berbau bau ketidak mungkinan, jadi saya akan anggap ini adalah mimpi di siang bolong"


"Betul pak, selagi bapak nggak ada, bapak juga bisa mempercayakan kami untuk menjaga Zahra" tambah Fany.


"Kalian ini, sudah di suruh makan, malah semakin jadi tanya nya"


"Eh iya, ayo Al, tanyanya nanti lagi aja"


"I'ts oke bos"

__ADS_1


*****


Di Hotel...


Sesampainya mereka di hotel, Alvero langsung bertanya kepada resepsionis tentang kotak yang tadi pagi dia bawa ke sana. Untungnya, kotak itu masih tersimpan rapi di tempat nya.


"Ini pak kotak bapak sama Zahra"


"Terimakasih banyak"


"Kalau gitu, kita lanjut aja yuk Q&A bareng sama pak Hanan dan Zahra, aku dah kepo ini. Kita ke kamar aku aja"


"Ogah lah ya, nanti di kira ngapa ngapain"


"Otak lo mesum banget si Al, kamar aku sama Zahra nggak cuma ada kamar mandi dan ruang tidur nya aja, maksudnya kumpul di ruang tamu ruangan aku, puas"


"Nah gitu dong, ya udah ayo"


"Fany, kamu ada ada mau Q&A kaya mau buat konten aja"


"Lagian cerita kalian menarik si, gue kan nggak pernah denger soal kayak begini an, udah yuk cepetan"


Hanan hanya menggelengkan kepala dengan tingkah laku kedua sahabat istrinya yang sedang di ujung kekepoan yang tinggi.


Kini mereka berada di ruangan Zahra dan Fany. Mereka berempat kini duduk di ruangan depan.


"Makanan nya udah nggak ada, diambilkah?" ucap Fany.


"Udah deh biarin, gue udah kepo nih sama cerita pak Hanan dan Zahra, gimana si ceritanya"


Zahra memulai ceritanya di selingi dengan Hanan, sedangkan Fany dan Alvero hanya menyimak sambil manggut-manggut paham.


"Wow, jodoh wasiat bapak"


"Bisa bisanya orang tua lo nyuruh nikah sama pak Hanan itu karena apa, sebabnya apa gitu loh Ra"


"Nggak tau, itu kan pemikiran orang tua, pasti kan ingin anaknya ada yang jaga saat mereka nggak ada, dan mungkin almarhum orang tua aku tuh sreg nya sama pak Hanan. Karena waktu itu kan dia udah baik, selalu nolong, ini, itu segala macem jadi mungkin mereka melihat anaknya dari kejauhan tuh seneng gitu loh"


"Kok bisa milih pak Hanan dari pada gue ra, padahal orang tua lo kenal juga sama gue"


"Jangan kepedeen loh Al, masa iya almarhum orang tua Zahra nitipin anaknya sama lo yang pikiran nya pendek"


"Emang otak panjang"


"Diem lo, kita lanjut lagi... Emm... "


"Rencana punya momongan" lanjut Alvero.


Hanan dan Zahra terdiam saling memandang. Mengingat status dan karier untuk masa depan Zahra masih sangat jauh. Hanan memilih untuk angkat bicara.

__ADS_1


"Kami akan tunda hingga Zahra sudah mencapai cita-cita nya"


"Udah ngelakuin itu belum"


Ucap Alvero menggoda sambil mengangkat kedua alisnya. Zahra yang belum paham hanya bisa mengerutkan dahinya.


"Maksud lo Al"


"Lewatin Ra, lewatin... Lewatin ra.. Oke jangan di pikir" ucap Fany yang tiba-tiba paham dengan ucapan Alvero.


"Tadi di resto nggak tau soal bulan madu, giliran langsung kode terdekat hafal"


"Maksud kalian apa si"


Zahra yang mulai kebingungan hanya bisa pasrah, sedangkan Hanan memilih meninggalkan mereka bertiga.


"Mas Hanan.. Mas.. "


Zahra menghampiri Hanan.


"Isshh, lo si Al kalo ngomong kaga bisa di saring, jadi tersinggung kan pak Hanannya. Ingat dong mereka status nya beda di sekolah, jadi lo harus ngertiin keadaan mereka berdua. Lo si ahh.. Jadi gagal kan Q&A gue, pergi lo dari sini, kalau lo nggak mau pergi ya udah nggak papa gue ke kamar. "


"Lahh kok malah jadi marah sama gue si... Hadeeehhhh..."


Alvero mengacak rambutnya frustrasi.


"Ogeb lo Al, mulut gue kenapa kaga bisa dikontrol, otak gue juga ikutan... Hadeeehhhh, jadi nggak enak gue sama pak Hanan. Untung dah Zahra masih polos banget, kalau yang gue omongin dia paham bisa langsung kena gampar gue. Laahhhh.. Udah lah biarin dulu, gue minta maaf nanti aja, daripada gue jadi nyamuk mending gue nonton tv aja dulu, ntar mereka juga pasti balik kan"


Sementara itu, Hanan memasuki ruangan nya sendiri. Hanan hendak menutup pintu namun pintunya di pegang oleh Zahra.


"Aku ikut masuk"


Hanan mempersilahkan tanpa menjawab nya.


"Mas, maafin teman-teman Zahra ya, udah buat mas tersinggung"


"Nggak papa kok, tapi lain kali suruh teman kamu menjaga omongan mereka"


"Kalau mau nasihatin, mending mas aja. Kalau aku yang nasihatin pasti nggak bakal dengerin"


"Insyaallah, mas mau ke pantai lagi, ikut"


"Mas, mending buka tuh kotak, lagian di pantai panas kan jam segini"


"Iya udah yuk"


Hanan mengambil kotak yangh sempat ia letakan. Mereka pun membukanya. Pertama yang menjadi sorotan adalah kertas kecil, Zahra pun mengambil nya dan membacanya bersama Hanan.


..."Selamat menempuh hidup baru kalian berdua, semoga bahagia selalu dan di beri momongan banyak di waktu yang tepat. Selamat kalian berdua, kalian adalah pasangan yang terbaik... Langgeng sampe kakek nenek ya... Hehehe"...

__ADS_1


Mereka berdua tersenyum setelah membaca surat tersebut. Kemudian mereka pun mengambil kotak lagi yang ada di dalamnya, mereka pun membukanya.


__ADS_2