Murid Kesayangan Guru Agama

Murid Kesayangan Guru Agama
Traktir Bakso


__ADS_3

Istirahat pun datang, semua para siswa dan siswi berhamburan menuju ke kantin.


"Zahra" panggil seseorang.


Zahra yang berjalan diantara Fany dan Alvero pun melihat ke arah sumber suara.


"Kak Leon" ucap Zahra.


"Zahra, gue mau minta maaf sama lho atas nama orang tua gue dan terutama untuk kakak gue"


"Nggak papa kok kak, gue juga sedang mencoba melupakan semuanya. Jadi gue minta jangan bahas kenyataan pahit itu ya kak"


Zahra berbalik dan meninggalkan mereka bertiga. Alvero dan Fany bingung dan langsung mengikuti Zahra.


Zahra duduk di kursi kosong di ikuti oleh teman-teman nya.


"Zahra, lho nggak papa kan"


"Nggak kok, santai aja. Cepetan gihh.. Pesen bakso"


"Nggak, uang gue bonjrot" tolak Alvero.


"Gue yang traktir"


"Siap kalo gitu" ucap Alvero semangat dan bergegas meninggalkan mereka berdua.


"Fany, gue minta nomor telepon lho"


"Loh, kan udah punya. Lo ganti nomor ya"


Zahra mengangguk dan langsung mengeluarkan ponselnya.


"Wiihhhh.. Hp baru.. "ucap Alvero kagum.


"Nggak kok hehehe"


"Dibeliin siapa Ra" ucap Alvero.


"Iisshh Lo lupa Al, dia kan udah jadi adiknya pak Hanan, ya wajar lah" ucap Fany.


"Oiya, kok bisa si Ra"


"Ka-kalau itu.. A-anu.. Emm.. Sebenarnya.. Kedua orang tuaku dan orang tua pak Hanan sahabat ba-baik gitu" ucap Zahra berbohong.


"Oohh gitu. Kenapa jawabnya gugup gitu" tanya Fany.


"Gimana nggak gugup, aku kan malu. Setiap hari kan tau sendiri sikap gue sama pak Hanan gimana"


"Jadi sekarang kamu tinggal sama mamanya pak Hanan dong, gimana? Mereka baik nggak sama kamu?" ucap Fany.


"Mereka baik kok, aku nggak tinggal sama papa dan mama, aku tinggal sama pak Hanan yang rumahnya deket sama sekolah"


"Sekarang pak Hanan abang Lo dong ra. Wahhh.. Seneng nih punya abang guru" ucap Fany.


"Nggak ada, yang ada cuma debatttttt... Muluuuu...sampe gue capek tau. " ucap Zahra.


"Galak nggak" tanya Alvero penasaran.


"Uuuhhhhh.. Kalau itu si nggak, tapi dinginnya banget kaya di kutub utara"


"Masa sih" ucap Fany tidak percaya.


"Iya, sama orang rumah aja dingin tapi kalau debat sama gue behhh.... Pengin gue gebuk pake sendal tuh orang"


"Gebuk aja lah" ucap Alvero.


"Gue nggak berani lah, dia kan abang gue sekarang yang ada gue dilaporin sama orang tuanya. Ehh.. Btw kapan-kapan kalian main ya ke rumah gue ya, eh maksudnya rumah pak Hanan, soalnya tuh rumah sepi banget "


" Emang kaya apa Ra rumahnya" tanya Fany.


"Kalo kalian penasaran, dateng aja. Nanti gue sharelok"

__ADS_1


"It's oke. No problem" jawab Fany.


Tak lama tukang bakso pun datang mengantar kan Baksonya kepada Zahra dan kawan-kawan nya.


"Maap ya agak lama. Tapi ini nggak usah di bayar, udah di bayar sama pak Hanan"


"Yang bener pak" ucap Zahra kaget.


"Iya bener, bapak tinggal ya"


"Iya pak"


"Kakak idaman" ucap Fany.


"Udah makan, jangan bahas guru itu mulu"


*****


Hanan berjalan menuju ke ruang guru sambil membawa mangkuk baksonya.


FLASHBACK ON


"Loh pak, itu buat Zahra dan kawan-kawannya ya? " ucap Hanan yang datang ke tukang bakso.


" Iya pak"


"Bilang sama mereka baksonya saya yang bayar"


"Siap pak"


FLASHBACK OFF


"Nan, kok orang tua kamu bisa angkat Zahra menjadi anaknya dan sekarang dia jadi adik kamu" tanya guru Fisika


"Kalau masalah itu saya nggak tau pak, mungkin kedua orang tua saya dan Zahra saling akrab satu sama lain" ucap Hanan tanpa ragu.


"Sebelumnya kamu pernah bertemu orang tua Zahra" tanya guru Kimia.


"Iya bu, pernah"


Hanan hanya terdiam mendengar ucapan Guru Fisika dan kembali memakan baksonya.


*****


Pulang sekolah pun tiba, Zahra yang keluar terlebih dahulu menunggu pak Hanan di samping mobilnya.


"Pak, hari ini kan hari jum'at saya ada ekskul pramuka, bapak pulang dulu saja, tetapi nanti sore jemput ya"


"Iya. Ya udah bapak juga mau ke kantor soalnya"


"Oohh iya pak"


"Kamu hati-hati ya" ucap Hanan sambil mengusap kepala Zahra.


Lagi-lagi Zahra terpaku mendapat perlakuan itu dari Hanan.


"Udah sana masuk, nanti telat"


"Iya pak iya" Zahra membelakanginya dan berjalan menjauhinya.


"Tunggu sebentar"


Zahra pun terhenti dan menghadap Hanan kembali.


"Ini buat makan siang, ajak temen kamu juga biar nggak kesepian. Makan yang banyak biar nggak pingsan, saya pamit. Assalamualaikum" ucap Hanan sambil memberikan uang senilai 20 ribu.


"Wa'alaikumsalam" ucap Zahra sambil menerimanya.


Zahra berlari ke arah Fany yang menunggu nya di tangga. Zahra pun menarik tangannya dan membawa Fany ke kantin dan duduk di dalam warung tersebut.


"Pak, baksonya masih"

__ADS_1


"Banyak lah, mau pesan berapa porsi"


"7 ribu pak, 2 mangkuk ya"


"Siap"


"Dih yang bener Ra"


"Iya lah"


"Dari pacar ya Ra"


"Bu-bukan pak"


"Lahh. Nggak usah bohong Ra"


"Bukan pacar pak. Itu si pak Hanan ngasih duit untuk makan siang"


"Oohh jadi abang Zahra ya sekarang"


"Iya pak, nggak nyangka banget bisa serumah sama dia. Uuuhhhhh.. Sebel banget pak"


"Nanti lama-lama juga sayang"


"Ya nggak lah pak, pak Nada mah nglantur ngomong nya"


"Siapa tau, ya nggak Fan"


"Loh, bapak tau nama saya. Bapak paranormal ya"


"Saya kira Fanta, ternyata benar"


"Liihhhhhhhh pak Nada"


"Ya kenal lah, kalian kan populer satu sekolah"


"Iya pak iya, mana pak baksonya jangan bercanda mulu, udah laper ini. Kalau nanti pingsan kan gawat sudah"


"Ini, silahkan nona cantik"


Mereka berdua tidak menghiraukan omongan pak Nada dan melahap baksonya dengan nikmat. Setelah itu mereka kembali ke kelas dan menyiapkan peralatan kepramukaan.


*****


Di tengah lapangan yang luas dan kering di sini lah Zahra berdiri sekarang. Nggak kebayang panasnya seperti apa pukul 1 siang. Berdiri di banyak kerumunan dan panas terik yang menerpa dirinya sekarang.


Namun apa dayanya, dia sekarang yang masih kelas 10 hanya bisa terdiam di tempat seperti sekarang ini. Ancaman yang masih dia ingat dulu waktu kabur dari pramuka adalah akan langsung mengeluarkan nya dari sekolah jika tidak masuk pramuka sampai 3 kali lebih.


Dia selalu giat pramuka dengan telaten. Dia memang murid badung, tetapi tidak di ekskul pramuka, dia selalu menurut saat di perintah karena penjagaan yang ketat terhadap dirinya.


Seperti yang biasa di lakukan saat pertemuan pramuka, selalu mengadakan apel pembuka dan penutup. Yang membuat Zahra tidak ingin terlalu lama berdiri di tengah lapangan panas tersebut. Bukan hanya dirinya saja, para siswa dan siswi lain juga sama.


"Semuanya ada pengumuman penting" ucap pembina setelah instruksi istirahat di tempat.


"Ini adalah pertemuan terakhir kita, minggu depan kalian ujian dan setelah kalian ujian akan di adakan kunjungan industri dan setelah itu kalian libur sampai tahun baru. Perkiraan bulan Februari kalian akan melaksanakan Pegembaraan. Jadi kakak mohon untuk tetap jaga kesehatan dengan baik" lanjutnya.


Setelah itu mereka menyelesaikan upacara dan melanjutkan aktivitas kepramukaannya.


________________________________________________


Pengembaraan adalah kegiatan lintas alam yang menarik, yang merupakan ajang bertemunya pramuka Penegak dan pramuka Pandega. Dalam kegiatan ini pengetahuan pramuka tentang ilmu medan, peta, kompas dan bertahan hidup diuji dan digunakan secara maksimal. Biasanya ini di sebut dengan bantara ( tingkat pertama dalam pramuka penegak)


//**//


Yang masih bingung, cari saja di google. Author juga masih belum paham soal kepramukaan soalnya lagi pandemi kan nggak boleh di adakan pramuka, jadi ke tunda deh.. Hehehe..


Bocoran nih, untuk selanjutnya Author akan sedikit memberikan kisah nyata Author saat kunjungan industri, tunggu terus kisah selanjutnya...


Tinggalkan like, komen, vote dan hadiahnya ya...


Terimakasih...

__ADS_1


Salamku


Dewi M


__ADS_2