Murid Kesayangan Guru Agama

Murid Kesayangan Guru Agama
Hampir


__ADS_3

Setelah mereka membeli perlengkapan PKS, mereka pun pulang dan entah kenapa tiba-tiba motor yang mereka tumpaki berhenti.


"Ini kenapa mas, kok berhenti"


"Mas juga nggak tau"


"Mas sengaja ya"


"Ya nggak lah, mas sengaja buat apa. Jangan-jangan bensinya habis"


"Gawat dong".


Zahra pun turun dari motor yang di tumpaki nya dan begitu juga Hanan yang langsung menyabut kunci motor dan langsung membuka bagian jok motor dan membuka bagian penutup bensin.


"Asem pak Saeful"


"Habis pak, haduh... Terus gimana dong"


"Dorong"


"Hah dorong... Yang bener mas, di sini di mana coba yang bensinya deket"


"Bismillah dulu semoga aja ada yang deket"


Zahra hanya pasrah sekarang dan terpaksa mendorong motor yang di tumpaki nya. Sekitar 30 menit akhirnya mereka sampai di sebuah pom mini. Setelah bensin tersisa mereka pun melanjutkan perjalanan kembali.


Namun, mungkin hari ini adalah kesialan bagi mereka berdua karena mereka lagi-lagi terhenti di perjalanan karena ban motor tersebut bocor. Akhirnya mereka berdua kembali mendorong motor sampai ke bengkel.


"Akhirnya sampai.. Huh..huh..huh.. Aku cape banget mas.. Eh pak... Huh... "


"Kamu tunggu sini bentar ya, bapak pergi cari minum dulu"


"Aku ikut pak lah"


"Katanya cape"


"Udah mba, sini aja nggak papa" ucap tukang bengkel.


"Sini aja, cuma sebentar kok"


Zahra dengan pasrah mengangguk dan menatap kepergian Hanan untuk mencari minum.


"Dari mana mba"


"Eemm.. Saya habis beli perlengkapan PKS"


"Oohh... Itu yang sama mba gurunya mba"


"Iya"


"Tapi kelihatannya kok deket mbak"


"Ya kan gurunya" ucap Zahra tegas dan membuat tukang bengkel itu diam.


"Gimana nggak deket, orang suami saya" gumamnya


"Ini Ra minumnya, maaf lama ya"


"Nggak papa pak, terimakasih ya pak"


Sekitar 1 jam lamanya, akhirnya motor mereka pun siap dan mereka berdua kembali ke sekolah tanpa hambatan lagi.


"Udah kan pak, saya kembali ke kelas ya"


"Kamu ikut ke ruangan saya" ucap nya dengan nada dinginnya.


"Saya pak"


"Siapa lagi"


"Orang ini pandai bermuka dua ternyata" gumam Zahra.

__ADS_1


"Iya pak"


Setelah Hanan meletakkan perlengkapan PKS di pos, mereka berdua pun menuju ke ruangan Hanan. Hanan duduk di kursinya dan membuka laptopnya, sedangkan Zahra sendiri hanya melihat sekeliling lalu duduk di lantai.


"Panas banget mas..."


"Tapi nggak papa, mas udah biasa kok"


"Kenapa nggak di kasih AC"


"Nggak tau"


"Kurang modal ya mas"


"Mas nggak tau, oiya kamu bantu mas bersih-bersih lab"


"Kenapa harus aku, suruh aja tuh anak PKS kan banyak"


"Sudah ayo cepat"


Mau tidak mau, Zahra menurutinya dan membersihkan 4 lab sekaligus dan Hanan juga membersihkan 4 lab. Sungguh lelah baginya sekarang dan dia pun memutuskan untuk berbaring di lantai ruangan Hanan yang hanya beralaskan karpet saja.


"Sini mending nonton sama mas, daripada panasan di lapangan kan"


"Males mas, udah nyaman di sini. Memangnya mas nonton apa"


"Film horor sini"


"Kalau di bioskop lebih mantep mas"


"Mau ke sana, ya ayoo"


"Nggak lah mas pasti ma.."


"Nggak mahal kok" sambung nya.


Tiba-tiba Zahra yang sedang berbaring harus terduduk karena kedua temannya, siapa lagi kalau bukan Alvero dan Fany.


"Bener kan di sini" ucap Alvero.


"Maaf Fan, gue habis bersih bersih lab komputer tadi"


"Pantesan nggak keliatan di lapangan, habis bersih-bersih ternyata. Untung gue nggak di sini"


"Udah diem lo"


Tak lama 2 anggota PKS ke ruangan Hanan dan memberikan 2 jus mangga kepada Hanan.


"Yah, kami nggak di beliin pak" ucap Alvero.


"Kamu mau, sana beli" ucap Hanan.


Hanan menyodorkan uang 20 ribu kepada Alvero untuk membeli minuman.


"Eh.. Nggak usah pak, saya bercanda"


"Sebenarnya mau kenapa nolak, udah terima saja"


"Tunggu pak, bapak udah tunangan ya"


Ucapan Fany seketika membuat tubuh Zahra kikuk tak karuan dan jantung juga sudah mulai berpacu seperti di arena balapan.


"Jangan terbongkar hari ini Ya Allah" gumamnya khawatir.


"Iya sudah"


"Sudah 2 bulan yang lalu"


"Zahra kamu kenal tidak"


"A-apa, a-aku.. Tentu saja aku kenal.. Hehehe " ucap nya dengan tawa garing nya.

__ADS_1


" Ya kenal banget lah, orang itu kan gue yang malah udah jadi istrinya"


"Kapan-kapan kenalin ke gue ya" ucap Fany.


"Nggak perlu di kenalin, pastinya kan pak Hanan udah punya fotonya, ya nggak pak"


"Kami belum sempat berfoto karena kami terlalu sibuk"


"Kan foto waktu tunangannya pasti ada dong"


"Eh kalian ngga sopan banget si maen minta di kasih tau, suatu saat pasti kalian tau kok"


"Tapi dia di mana pak" tanya Fany yang tiba-tiba penasaran.


"Di sini kok"


"Di sini maksud bapak apa"


"Em.. Em.. Maksud mas Hanan itu ada di kota ini, tapi.. Karena dia sibuk jadi jarang ketemu"


"Kamu ketemu dia berapa kali Ra"


"Nggak tau."


"Gue yakin, pasti calon istrinya pak Hanan sama-sama tajir, terus cantik lagi. Terus pak sampaikan ya pak kalau ada temannya jomblo perkenalkan kepada saya"


"Kan ada Fany Al" ucap Zahra.


"Udah pada pulang semua kan, mau pulang nggak. Kalian langsung ke rumah bapak atau pulang dulu" ucap Hanan mengalihkan perhatian.


"Kami langsung saja pak, nggak papa kan pak"


"Iya udah ayo"


Akhirnya mereka berempat pun pulang dan Fany memilih untuk membonceng Alvero.


"Mas kok tetap bisa tenang si di tanya begitu, aku udah panik loh mas"


"Kalau kamu panik, kamu hanya akan melakukan kesalahan nantinya. Semua yang kita hadapi itu harus di hadapi dengan tenang dan sabar agar kita dapat menghadapinya tanpa ada kesalahan"


"Maksud mas".


"Nggak papa"


Hanan menepikan mobilnya dan menyuruh Alvero menghentikan laju motornya.


"Kenapa berhenti mas"


"Nanti kamu juga tau"


"Kenapa berhenti pak"


"Saya mau pergi beli sesuatu dulu, kalian ke rumah saja dulu"


"Tapi pak"


"Nggak papa, bilang saja sama orang rumah saya dan Zahra membeli keperluan"


"Iya pak"


Alvero kembali melajukan motornya, dan begitu juga Hanan.


"Mau kemana mas"


"Mau beli makanan buat kalian, sekalian beli kok"


"Oohh, ya udah ayo"


Zahra dan Hanan memutuskan untuk membeli es campur dan martabak telur. Setelah mereka beli mereka pun langsung menuju rumah untuk bersiap latihan badminton setelah makan siang.


__________________

__ADS_1


..."Kau tidak perlu panik saat terjadi sesuatu yang membuat jantung mu gugup. Kau hanya perlu bersabar dan perbanyak lah berdoa supaya apa yang kamu inginkan berjalan dengan lancar. Panik hanya akan membuat nya menjadi berantakan dan tidak berguna nantinya. "...


...~Hanan~...


__ADS_2