
"Akhirnya selesai juga" ucap Zahra.
"Capek"
"Banget lah pak, namanya juga habis pramukaan. Bapak demen badminton ya pak."
"Kenapa"
"Tadi waktu pramuka saya lihat bapak main badminton di lapangan tengah"
"Iya"
"Tapi kok bapak gemuk"
"Alhamdulillah, itu tandanya saya sehat"
"Pak nanti bisa obesitas loh pak"
"Yang penting tidak di luar batas"
"Bapak nyebelin banget si"
"Kenapa"
"Dingin banget orangnya"
"Saya sehat kok nggak dingin"
"Dihhhh bapak mah gitu."
Mereka hanya terdiam hingga sampai di rumah.
"Assalamualaikum bi Sari" teriak Zahra.
"Bibi... Aku mau susu jahe murni ya bi"
"Iya non.. Siap non... "
" Terimakasih bi"
"Sama-sama non"
Zahra bergegas menuju ke kamarnya dan langsung menyambar handuk nya. Dia mandi cukup lama untuk menyegarkan tubuhnya dari keringat yang bercucuran saat kegiatan tadi. Setelah mandi dia pun sholat asar seperti biasa dan setelah itu bergegas menuju ke dapur untuk mengambil susu jahenya.
"Bi, susu jahenya mana"
"Ini non"
"Terimakasih bi. Ini bi yang di botol apa" sambil menunjuk botol air panas.
"Ini untuk tuan non, dia juga suka banget susu jahe murninya. Dia katanya mau ke kantor lagi"
"Oohh begitu ya bi."
"Ada perlu lagi non"
"Bi, saya heran, pak Hanan kok bisa masak bi. Kan disini ada bi Sari"
"Iya non, kalau saya lagi sakit atau pergi ke desa jenguk ibu, pak Hanan selalu masak sendiri non. Mungkin sering belajar dari internet jadi bisa masak"
"Ohh gitu ya bi. Bi, setelah saya menghabiskan susu ini, temenin saya ke alfamart ya bi"
"Mau beli apa non, biar saya saja yang belikan"
__ADS_1
"Beli bulanan bi. Nggak usah lah bi, sekalian beli camilan bi"
"Iya sudah bibi temankan"
Setelah Zahra menghabiskan susu murninya, dia dan bi Sari pun menuju ke alfamart terdekat.
"Non, padahal panas loh non"
"Nggak papa bi, biasa panasan setiap hari jum'at. Nggak cuma jum'at bi setiap hari malah. Kan setiap hari ngadain apel pagi di sekolah. Uuuhhh.. Nyebelin banget bi, sepertinya sekolah Zahra tuh satu-satunya sekolah yang ngadain apel tiap pagi deh bi. Bosen banget tau bi, tapi untungnya pagi ini nggak, jadi Zahra nggak di hukum"
"Syukurlah non"
"Iya bi, bibi mau beli apa bi. Keperluan rumah lengkap atau nggak"
"Masih ada non"
"Iya bi, ayo bi temenin Zahra."
"Iya non"
*****
Bila Sari dan Zahra pun sampai di rumahnya. Dan segera membereskan belanjaan yang tadi didapatkan. Setelah itu dia pun menuju ke kamarnya dan meraih ponselnya. Dan betapa terkejut nya saat mendapatkan spam chat dari Fany.
Tanpa berfikir panjang dia pun menelepon nya.
"Assalamualaikum Fan, ada apa sampai spam"
"Wa'alaikumsalam, Lo dari mana aja si"
"Maaf Fan, gue habis dari alfamart tadi, ada apa"
"Gue ke rumah Lo hari besok oke, sekalian nginep di rumah Lo itung itung weekend sebelum PAS"
"Nggak, gue mau nanya juga"
"Nanya apa"
"Ini kan sebuah keuntungan buat kita juga Ra, kan guru yang Lo bilang nyebelin itu udah jadi abang Lo sekarang, nah sekalian juga minta di ajarin materi yang belum paham"
"Lahh, kan dia cuma ngajar agama, memang bisa"
"Coba deh Lo tanya, sekali kali gitu. Juga bisa kan sekaligus jadi guru privat kita"
"Liihhhhhhhhhhhhhhhhhh.. Kaga ada... Kaga bisa.. Lagian dia abang gue, kalau Lo minta gue nggak setuju"
"Dih pelit amat, udah suka ya sama abang sendiri"
"Dih apaan dah, kalo Lo udah disini, Lo udah gebuk pake sandal jepit gue nih"
"Kaga ada kerjaan banget gebukin orang"
"Udah ahh... Kalian berdua sama-sama nyebelin. Gue tutup. Assalamualaikum"
Tanpa jawaban dari Fany, Zahra langsung menutup teleponnya dan meletakkan handphone nya di meja.
"Fany mau nginep ya.. Duuhhh gimana ini.. Di bolehin nggak ya sama pak Hanan. Gue takut dia marah... Ini kan bukan rumah aku... Haduhhh... Pak Hanan udah pulang belum ya.. Gue keluar lah... IiIsshhh.. Sekarang jam berapa?? "
Zahra celingak celinguk mencari jam dinding yang terpajang di kamarnya.
" Huuuhhh masih jam setengah 5, setengah jam lagi dong.. Sabar sabar... " ucapnya sendiri.
Dia berbaring di ranjangnya dan kembali duduk kembali dan memutuskan untuk menunggu nya di ruang keluarga.
__ADS_1
Setelah menunggu beberapa lama, orang yang sedang di tunggu nya pun datang sambil memijat pelipisnya. Zahra yang melihat nya pulang langsung menghadangnya dengan kedua tangannya. Hanan yang melihatnya memberikan tangan kanannya untuk bersalaman dengan Zahra.
Zahra hanya melihat tangannya dan kembali melihat wajah Hanan. Zahra menaikkan kedua alisnya seperti menandakan "Apa", Hanan yang melihatnya melirik ke tangan nya. Dan lagi-lagi Zahra menaikkan kedua alisnya.
Hanan yang paham dia tidak mengerti langsung mendorong nya ke samping dengan pelan. Zahra yang mendapat perlakuan itu hanya menganga dengan tingkah Hanan. Hanan hanya melalui nya tanpa berkata sepatah katapun.
"Hei pak Hanan menyebalkan" teriak Zahra.
Hanan yang akan menaiki tangganya menghentikan langkahnya dan terdiam di tempat dan masih memijat pelipisnya. Zahra langsung menghampiri nya dengan langkah besarnya dan kembali menghadangnya.
"Bapak kenapa menghiraukan saya"
Tiba-tiba Hanan terhuyung di hadapan nya dan hampir menimpa Zahra. Zahra dengan sekuat tenaganya mencoba menopang nya.
"E-eh.. Pak Hanan.. Pak.. Pakkkk.." ucapnya.
"Bi.. Bi Saaarriii... Biiiii" teriak nya.
"Iya non, astagfirullah ini tuan kenapa non"
"Nggak tau bi.. Sepertinya pak Hanan Sakit.. Bantu saya bi. Bawa ke kamar bawah saja bi, yang nggak jauh"
"I-iya non" ucap Bi Sari.
"Pak Johannnnnnn" teriak Zahra.
Pak Johan yang kebetulan sedang minum di dapur langsung menghampiri nya.
"Pak Johan, telfon dokter sekarang"
"Nona panggil dokter saja, sini tuan Hanannya pasti berat"
"Saya nggak tau, bi Sari saja, cepet bi... "
" I-iya non"
Bi Sari pun memberikan rangkulan Hanan kepada Pak Johan, dan segera di bawa ke salah satu kamar yang tak jauh dari mereka. Pak Johan dan Zahra menidurkan Hanan dengan pelan.
Setelah beberapa menit menunggu, dokter pun datang dan langsung memeriksa keadaan Hanan.
"Kalian tidak perlu khawatir, Tuan Hanan hanya demam biasa. Hanya tinggal kompres saja dengan air. Jika belum turun saya akan memberikan resep obat dan bisa di ambil di apotek terdekat. Jika masih belum turun juga, nona bisa telepon saya lagi"
"Iya dokter terimakasih banyak."
"Kalau begitu saya permisi. Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam"
"Mari pak saya antar" ucap pak Johan.
Dokter pun mengangguk dan keluar dari kamar tersebut.
"Bi, tolong ambilkan kompres bi."
"Iya non"
//**//
Oiya guyyss.. Author udah mulai sekolah lagi di hari selasa, kamis sama sabtu, kemungkinan Author nggak bisa up 2-3 kali, jadi mohon dimaafkan ya..
Terimakasih banyak, tinggalkan like, komen, hadiah dan vote nya ya..
Salamku
__ADS_1
Dewi M