My Baby CEO

My Baby CEO
Terbongkar


__ADS_3

~Budayakan like setelah membaca karna 1 jempol kalian sama dengan 1 dukungan buat autor❤..


Happy reading...~


Beberapa saat kemudian pesanan felic dan aldo telah datang. Felic makan dengan lahap dan aldo hanya menatap felic heran kepada felic.


"Apa dia kelaparan? bisa-bisanya dia ingin menunda makan siangnya, lihatlah dia makan dengan lahap sekali" aldo terkekeh


"Kenapa tidak makan?" tanya felic yang sadar akan tatapan aldo


"Siapa bilang saya tidak makan" jawab aldo di ikuti satu suapan spaghetti.


Sedangkan di tempat lain thomas sudah selesai meeting. Dan berpamit kepada pak betro.


"kalau begitu saya permisi" pamit thomas menjabat tangan pak betro.


"Apa tidak makan siang dulu?" tanya pak betro


"Saya nanti makan siang di kantor aja" jawab thomas.


"Baiklah" ucap pak betro


Setelah berpamitan thomas dan gery keluar dari ruangan vip tersebut. Dengan langkah pelan thomas dan gery menyusur keluar restoran, Saat tiba depan restoran mata thomas tak sengaja menangkap seseorang yang selalu dia cari-cari.


"felic.." ucap thomas pelan namun masih bisa terdengar oleh gery. Gery pun melihat kearah mata thomas, dan benar saja ada sosok felic disana yang sedang makan bersama seorang pria.


"Tuan ada yang saya ingin katakan" ucap felic di sela makan.


"Apa itu? katakanlah" tanya aldo penasaran


"Sebenarnya.......


"FELICCC" seseorang berteriak, dan reflek felic dan aldo menoleh kesumber suara teriakan.


"Pak thomas?" ucap felic


"thomas? apa-apaan dia." gumam aldo dalam hati


"Ikut saya" ucap thomas dan menarik tangan felic


"Bapak ini apa-apaan!" felic menghempaskan tangan thomas

__ADS_1


"Pulanglah felic, orang tua mu sedang menunggu di rumah" bujuk thomas


"felic kabur dari rumah? lalu apa hubungan dia dengan thomas?" aldo bertanya-tanya dalam hati


Felic yang mendengar kata "orang tua" tak kuasa menahan air matanya. Dia sangat merindukan sosok kedua orang tua nya.


"Jangan ikut campur dalam hidup saya" ucap felic.


"Tapi felic....


"Sudahlah, apa anda tidak dengar apa yang barusan felic katakan?" ucap aldo yang akhirnya berbicara


"Bukan urusanmu !!" ketus thomas


"Tentu saja ini urusan saya.. karna felic adalah pacar saya" ucap aldo tersenyum sinis


"Pacar? nggak mungkin" sangkal thomas


Tanpa menjawab felic berlalu meninggalkan thomas yang disusul oleh aldo. sedangkan thomas hanya diam mematung.


"aku yakin dia berbohong" gumam thomas


Felic dan aldo sudah di dalam mobil tak ada pertanyaan atau pun jawaban yang keluar dari mulut mereka. Aldo tak ingin bertanya dia takut akan semakin menyakiti hati felic. sedangkan felic tidak ingin mengatakan apapun.


"Tidak apa-apa . saya tau tuan ingin membantu saya" ucap felic memotong kalimat aldo.


Dan suasana kembali hening.


*


*


*


Malam telah tiba itu artinya thomas telah pulang ke mansionnya.


"sayang sepertinya aku ngga bisa nemenin kamu malem ini, aku ngga enak badan" ucap seorang wanita yang sedang telfonan


thomas yang mendengar itu menghentikan langkahnya di ambang pintu.


"sayang?" gumam thomas dalam hati

__ADS_1


"Ngga sayang, percayalah belaian mu seperti candu bagiku" ucapnya kembali dan sukses membuat thomas membelalakkan matanya, dan


BRAKKKKK


Thomas menendang pintu dengan sangat keras dan membuat tasya sangat terkejut dan tidak sengaja melempar ponselnya.


"Tho.. thomas" ucap tasya terbata-bata.


"Jadi selama ini kau punya kekasih gelap di belakang ku tasya !!!!" teriak thomas dengan suara lantang menggema di seluruh ruangan.


"Thomas kau salah paham" tasya beralasan.


"Salah paham? apa kau pikir aku tuli tasya !!!" Bentak thomas.


"Thomas maafkan aku.. aku khilaf hiks hiks" ucap tasya dengan air mata buaya nya.


"Aku bukan orang bodoh tasya, apa karna kau tau aku begitu mencintaimu jadi kau bisa bermain di belakangku?" ucap thomas sinis


"Siapa dia? dan sudah berapa lama kau bermain dengannya hah!" lagi-lagi thomas membentak tasya


Namun tak kunjung di jawab oleh tasya dan itu semakin membuat emosi thomas memuncak.


"Sepertinya aku sudah tau apa jawabanmu.. Kau tau bukan? aku paling tidak suka di khianati" thomas tersenyum sinis


"Thomas beri aku kesempatan, aku tidak akan mengulanginya" tasya memohon


Bukannya menjawab thomas malah pergi meninggalkan tasya. Kini tasya terduduk lemas menatap punggul thomas yang semakin menjauh


"Ngga.. aku ga mau kalau sampai pisah sama thomas." gumam tasya


Di tempat lain felic sudah selesai mandi dan siap untuk istirahat.


Felic duduk di tepi kasur sederhana yang hanya muat untuk 1 orang. Dia memikirkan ucapan thomas orang tuanya sedang menunggunya untuk pulang. Lagi-lagi felic meneteskan air matanya, apa dia sudah siap untuk bertemu dengan orang tuanya? apa dia sudah siap untuk mengatakan semuanya? apa dia sudah siap untuk mengatakan siapa ayah dari anak tersebut? berbagai macam pertanyaan berputar di kepala felic


"Aku belum siap... hiks hikss.. Mah pah maafin felic.. hiks hiks"


"aku harus bagaimana sekarang.. hiks hiks"


Setelah puas menangis akhirnya felic tertidur. Dan keesokan hari nya, Seperti biasa felic akan merasakan mual yang di sebut morning sickness.


Hoekkk hoekkk

__ADS_1


Felic memuntahkan seluruh isi perut yang telah dia isi kemarin malam.


TBC


__ADS_2