
~Budayakan like setelah membaca karna 1 jempol kalian sama dengan 1 dukungan buat autor❤..
Happy reading...~
(WARNING!! 18+ YANG MERASA MASIH DI BAWAH UMUR SKIP AJA!!)
"Atau. Atau.. Atau kamu akan terlambat ke kantor. Aku terbiasa bangun pagi, aku sudah menyiapkan sarapan, pakaian dan air hangat, bangun lah" ucap felic sedikit gugup
"Aku CEO nya!" ucap thomas sombong
"Cihh sombong!" felic berdecih
"Hahaha! Besok biarkan keperluan ku maid yang siapkan, kamu jangan sampai kecapean, lagian apa gunanya maid di mansion ini" ucap thomas
"Tapi maid bukan istrimu! Kebutuhan mu adalah tugasku untuk menyiapkan nya, maid hanya perlu mengurus mansion, kalau kamu setuju aku akan memecat mereka dan menyisakan beberapa saja untuk bersih-bersih!" ujar felic panjang lebar
Kletak!
Thomas menyentil kening felic, saking gemasnya dengan ucapan sang istri.
"Aww.. Sakitt!" protes felic
"Jangan konyol! Mansion ini sangat besar mana mungkin mengerjakan hanya beberapa maid" ucap thomas
"Siapa suruh beli mansion yang besar sekali, dasar orang kaya!" cibir felic
"Aku membeli mansion yang besar ada alasannya, aku ingin suatu saat nanti saat anak kita telah pandai berjalan dia bisa dengan leluasa untuk bermain, dan mana tau kalau kita punya anak lagi, mansion ini akan di penuhi dengan canda tawa dan suara tangis anak-anak kita kelak" jelas thomas
__ADS_1
Deg!
Anak lagi? Apa artinya suatu saat nanti felic akan kembali mengandung anak thomas? Itu artinya dia dan thomas akan melakukan hubungan layaknya suami istri. Ohh tuhan kalau membayangkan itu sungguh membuat felic menjadi sedikit takut, teringat bagaimana kasarnya thomas memperlakukan felic pada malam itu, dan langsung jadi pula.
Thomas melihat felic melamun, dia tau betul apa yang di pikir sang istri saat ini.
"Kenapa melamun? Apa yang kamu pikirkan?" tanya thomas sedikit menggoda
"Tidak! Aku hanya sedikit mengantuk" felic berbohong
"Mengantuk katamu? Bisa-bisanya kamu ngantuk saat situasi seperti ini" ucap thomas
"Situasi apa?" tanya felic bingung
"Bolehkah?" tanya thomas
Thomas menepuk jidatnya sendiri, merasa felic begitu lola. Mimpi apa kamu kemarin thomas🤣
Cup
Tanpa aba-aba thomas langsung mengecup bibir felic. Felic terkejut kala mendapatkan serangan mendadak tersebut tapi tidak bisa berkata apa-apa selain mematung.
"Boleh aku menjenguk anak kita?" tanya
"Hahh?" tanya felic kembali
Thomas kembali mencium felic kali ini lebih lama, ******* bibir mungil felic yang begitu manis bagi thomas, awalnya felic tak membalas tapi lama kelamaan akhirnya felic membalas l*m*t*n demi l*m*t*n dari thomas.
__ADS_1
Mendapatkan angin segar, thomas memanfaatkan situasi untuk menjelajahi tub*h felic dengan tangannya, felic sedikit mendesah kala thomas bermain di gunung kembarnya.
"Eeuhh.. Mas.." desah felic
"Boleh?" tanya thomas
Kali ini felic paham apa yang diinginkan oleh thomas, jujur saja felic sedikit takut untuk melakukannya. Rasa trauma yang pernah ia alami membuat dia takut akan situasi seperti saat ini, ketika thomas meminta haknya.
Felic sangat ingin menolaknya, tapi ia takut dosa karna menolak untuk melayani suami, akhirnya felic mengangguk setuju untuk melayani thomas.
"Aku harus ikhlas melakukannya, ayo felic lupakan masa lalu yang suram itu!" gumam felic dalam hati
Thomas tersenyum kala mendapatkan persetujuan dari felic, tak ingin membuang-buang waktu, thomas memulai aksinya.
Cup!
"Aku akan melakukannya dengan pelan" ucap thomas menggoda
Saat ini tangan thomas sudah seperti cicak merayap kesana sini untuk menyusuri setiap inci tub*h felic, kalau saat itu thomas melakukannya dengan mabuk maka saat ini thomas melakukan dengan sangat sadar.
Gunung kembar adalah tempat favorit thomas saat ini, yang ukurannya sangat pas menurut thomas, tidak terlalu kecil dan tidak juga terlalu besar intinya pas di genggaman thomas.
Perlahan tapi pasti thomas mulai mel*p*skan satu persatu pakaian felic dan kini hanya tersisa pakaian dalam, felic merasa malu saat thomas menatap tub*h setengah bugil nya.
***TBC
(Ciee gantung, ciee yang udah hareundang cieee... hahahahahahaaa***)
__ADS_1