
~Budayakan like setelah membaca karna 1 jempol kalian sama dengan 1 dukungan buat autor❤..
Happy reading...~
Setelah terang terbitlah gelap. Tak terasa siang telah berganti malam, felic terlihat masih masih nyaman dengar tidurnya. Sebenernya felic sudah boleh pulang namun thomas tidak tega untuk membangunkan felic, thomas pun masih setia untuk menemani felic dan rela meninggalkan semua pekerjaannya, ya di balik itu ada gerry yang harus lembur untuk menyelesaikan pekerjaan yang di tinggal oleh atasannya.
"Ku harap bulan ini tuan thomas menaikkan gaji ku lagi hehe" gumam gerry
Gerry memang sosok yang tidak kenal lelah dalam bekerja apalagi mengeluh! kalimat itu sangat jauh dari kamus gerry, walaupun rasa lelah itu ada dan itu sangat manusiawi tapi kalimat itu tidak pernah keluar dari mulut geryy, baginya masuk kedalam perusahaan besar dan terkenal ini adalah anugerah dan dia tidak ingin menyia-nyiakanya!.
Malam semakin larut thomas mulai merasakan kantuk yang menuntutnya untuk segera tidur, karna tak dapat menahan lagi akhirnya thomas pun tertidur dengan posisi duduk dan kepala menempel di kasur.
****
Mentari mulai menampakkan dirinya, cahaya perlahan memasuki ruangan, felic mulai mengeliyat dan mengerjab2kan matanya, hari ini felic merasa ada yang aneh dengan dirinya, yang biasanya pagi-pagi selalu sibuk dengan acara muntahnya kali ini sepertinya rasa itu tidak ada sama sekali, saat akan beranjak dari tempat tidur felic kaget melihat thomas yang masih tertidur pulas dengan posisi duduk dan kepala menempel di kasur
"pak thomas?" gumam felic
__ADS_1
Sejenak felic menatap wajah thomas yang masih sangat tampan walaupun saat sedang tidur, tanpa di sadari kini tangannya mengelus wajah tampan itu.
"Sudah puas? aku tau aku sangat tampan" ucap thomas tiba-tiba.
Dan membuat felic sangat terkejut, cepat-cepat felic menarik tangannya dari wajah thomas, pipi felic sudah bersemu merah seperti kepiting rebus, dia merutuki kebodohannya karna telah mencuri kesempatan untuk menyentuh wajah thomas.
"bodoh bodoh bodoh, tangan kamprett ngapain pake acara ngelus wajah dia sihh" gerutu felic dalam hati
Thomas tersenyum geli melihat ekspresi felic karna telah tercyduk mencuri kesempatan.
"Heiiii.... kau diam-diam telah mencuri kesempatan dari ku" protes thomas
"Ohh benarkah? apa kau yakin kau tidak sedang mencuri kesempatan untuk menyentuh wajah tampan ku?" tanya thomas seolah-olah memojokkan felic
"Sangat yakin!" jawab felic dengan lantang dan langsung beranjak dari kasur.
Thomas terkekeh melihat felic malu-malu meong seperti itu, segera ia menyusul felic yang sudah tidak bisa menahan malunya.
__ADS_1
"Ayo masuk." ucap thomas setelah tiba di parkiran
Tanpa menunggu lama felic masuk kedalam mobil. Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut mereka yang ada hanyalah rasa canggung..
"Kita cari makan dulu yaa.. mau makan apa?" tanya thomas memecahkan kebisuan di antara mereka
"Sushi" jawab felic dengan wajah yang berbinar-binar
"Ga boleh! itu ga baik ibu hamil" tolak thomas dengan tegas
"Dari mana dia tahu itu ga baik buat ibu hamil" gerutu felic dalam hati
"Lalu kenapa nanya kalo ujung-ujungnya ga di bolehin!" felic ngambek mode on
"Mengertilah aku tidak ingin kau dan anak kita kenapa-napa" jelas thomas
Hati felic tersentuh saat kalimat itu lolos dan mulut thomas, dia tak menyangka kalau thomas sebegitu perhatian dan khawatirnya kepada dia dan calon anak mereka, seakan-akan dia telah lupa kejadian semalam yang hampir merenggut nyawa anaknya.
__ADS_1
TBC
Jangan lupa tinggalkan jempolnya sayangku😘