My Baby CEO

My Baby CEO
Sedang apa?


__ADS_3

"Apa sudah ada kabar dimana Shea?" Selly bertanya pada Regan, sesaat Regan menghubungi Bryan. Tadi pagi-pagi Selly meminta Regan untuk mengantarkannya ke rumah Shea, untuk melihat kondisi Shea. Namun, sayangnya Shea tidak ada di rumah.


"Belum, tapi sepertinya Bryan sedang berusaha mencari." Regan menceritakan apa yang ditangkap dari ucapan Bryan.


"Aku berharap dia baik-baik saja, dan Bryan tidak melukainya karena masalah semalam."


"Sudahlah, semalam aku sudah bilang bukan, biarkan mereka menyelesaikan masalahnya."


Regan mengingat kejadian semalam yang membuat Selly sempat menangis dan kecewa.


Regan berusaha membujuk Selly yang lari setelah melihat Shea memeluknya. Selly tidak sama sekali mau berbicara dengannya. Dia teramat kecewa dengan apa yang di lihatnya.


"Apa yang kamu lihat itu tidak seperti yang kamu pikirkan." Regan yang melihat Selly membelakanginya, mencoba menenangkannya.


Air mata Selly terus mengalir saat merasakan sakit di hatinya. Dengan kedua matanya sendiri suaminya dipeluk wanita lain, dan itu membuatnya kaget dan kecewa.


"Ini hanya salah paham, cobalah mengerti?"


Selly bangun dari tidurnya, dan membalikkan tubuhnya. Matanya menatap tajam penuh amarah pada Regan. "Salah paham seperti apa yang kamu maksud? Jelas-jelas dia memelukmu dan mengatakan cinta padamu."


Melihat Selly yang marah, Regan hanya tersenyum tipis. "Kamu semakin cantik jika marah." Kata-kata yang jarang keluar dari mulut Regan akhirnya keluar untuk menenangkan istrinya.


"Jangan merayuku!" Disaat dirinya kesal Regan justru merayunya, dan itu membuat dirinya semakin kesal.


Regan tersenyum melihat Selly. Menarik tubuh Selly masuk ke dalam kepelukannya, Regan berusaha menenangkan amarah Selly. "Jangan marah, aku yakin Shea hanya salah memelukku."


"Apa kamu yakin?" Isakan Selly masih terdengar saat dia berbicara.


"Dari cara dia melepaskan pelukannya aku yakin iya." Regan merasakan kekagetan yang dirasa oleh Shea yang melepas pelukannya.


"Apa mungkin dia pikir kamu Bryan?"


"Mungkin."


"Lalu kenapa bisa Shea memelukmu?"

__ADS_1


"Kalau itu kamu tanyakan saja pada Shea sendiri, karena aku tidak tahu kenapa dia tiba-tiba memelukku."


Selly langsung memukuli dada Regan. "Sebenarnya kamu sedang apa di kamar Shea?" Selly tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan suaminya di kamar Shea.


Pukulan Selly tidak berarti apa-apa bagi Regan, dan tidak sedikit pun membuat dirinya sakit. "Tadi aku sedang menganti lampu kamar Shea, karena konslet. Aku juga sebenarnya tidak sendiri disana, tadi aku bersama Pak Hari, tetapi dia sedang pergi untuk menyalakan MCB saat Shea datang."


"Apa lampu di lantai atas kamu yang sengaja matikan."


"Iya, aku yang matikan dari MCB, karena aku tidak mau mati konyol terkena sengat listrik."


Selly kembali memukul Regan yang seolah sedang bercanda saat dirinya serius. Regan pun hanya tersenyum tipis saat istrinya memukulnya.


"Tapi beberapa hari Shea disini kamu memperhatikannya." Suara lirih dari Selly menandakan dia ragu-ragu mengatakannya.


Regan langsung melepaskan pelukannya untuk menjangkau wajah Selly. "Siapa yang selama ini menyuruhku memperhatikannya?" Tatapan tajam terlihat saat Regan bertanya.


Selly hanya menelan salivanya kasar saat kalimatnya malah berbalik padanya. Selama ini memang dirinya yang meminta Regan memperhatikan Shea saat di kantor, karena mengingat Bryan yang begitu sangat tidak perduli pada Shea.


Setiap hari Regan selalu menceritakan bagaimana keadaan Shea. Apa yang Shea makan dan apa yang di kerjakan Shea, dan semua itu tak luput dari cerita Regan.


"Iya aku tahu, tapi kini aku takut kamu jatuh cinta padanya." Selly menundukkan pandangannya saat dia sendiri takut dengan apa yang sudah direncakannya sendiri.


Selly mengingat bagaimana dulu Regan yang tidak mau menikah dengannya, akhirnya membuat dirinya meninggalkan Regan. Namun saat dirinya pergi, Regan berusaha untuk memintanya kembali padanya. Selly juga ingat bagaimana perjuangan Regan membuatnya kembali jatuh cinta.


"Aku sudah bilang waktu itu, untuk tidak mengurusi urusan mereka, tapi dirimu tetap ingin mengurusi mereka dengan alasan tidak tega."


Mendengar ucapan Regan, membuat Selly diam. Semua ini adalah idenya, dan amat egois jika dirinya menyalahkan Regan dan menuduhnya.


"Iya, aku memang kasihan," ucap Selly, "kamu tahu bukan seperti apa Bryan. Kamu juga dulu bercerita bagaimana Shea naik bus sendiri, terus bagaimana makanan Shea yang dimakan Bryan," lanjut Selly.


Selly mengingatkan semua yang diceritakan oleh Regan dan itu membuatnya tidak tega pada Shea. Dia sadar, Shea sudah menjadi bagian keluarganya, jadi saat Bryan tidak bertanggung jawab sepenuhnya pada Shea, dirinya merasa harus mengambil peran untuk bertanggung jawab pada Shea.


Regan mengangguk mengingat semua yang diceritakan pada Selly. Segala hal memang Regan ceritakan pada Selly tanpa ada sedikit pun dia sembunyikan. Regan sudah menduga ide konyol Selly pasti akan mendatangkan masalah, tapi dirinya tidak bisa menolak keinginannya.


Sebenarnya sejak melihat Bryan dan Shea sudah mulai dekat, dirinya sudah mengurangi intensitas untuk memperhatikan Shea. Namun, saat Shea tinggal di rumahnya, dia merasa bertanggung jawab karena Bryan sudah menitipkan Shea di rumahnya.

__ADS_1


"Sekarang kita biarkan saja, mereka menyelesaikan urusannya sendiri. Jangan terlalu ikut campur," ucap Regan seraya membelai rambut Selly.


"Tapi apa mereka akan baik-baik saja seperti kita?" Selly masih ragu dengan Shea dan Bryan mengingat keduanya masih memakai egonya dalam memutuskan sesuatu.


"Mereka harus belajar, untuk menyelesaikan masalah. Seperti halnya kita dulu."


Selly mengangguk, dia sadar jika dulu dirinya sama dengan Bryan dan Shea saat menghadapi masalah, emosi menjadi satu hal yang biasa. Akan tetapi semakin lama dia belajar menyelesaikan masalah, dan mengontrol emosinya.


"Sekarang tidurlah! Tidak baik ibu hamil tidur terlalu malam."


Dalam pelukan Regan, Selly memejamkan matanya. Tangan Regan pun membelai lembut rambut Selly.


Sekarang kamu semakin dewasa, aku sampai sudah lupa Selly yang semaunya sendiri. Regan tersenyum saat mengingat bagaimana dirinya dulu


"Iya aku ingat semua ucapanmu semalam," ucap Selly.


Suara Selly memecah pikirkan Regan yang mengingat kejadian semalam. "Bagus kalau kamu ingat, sekarang fokuslah pada kandunganmu. Percayalah, dengan adanya masalah, mereka berdua akan belajar banyak hal."


"Iya."


"Sekarang istirahatlah!"


Selly pun mematikan sambungan teleponnya setelah mengiyakan ucapan Regan.


Aku berharap kalian baik-baik saja dan bisa menyelesaikan masalah dengan baik.


Walaupun mulut Selly mengatakan jika dia tidak akan memikirkannya, tapi tetap saja dia terus memikirkan adik dan adik iparnya itu.


.


.


.


.

__ADS_1


Up jam 12 WIB


Jangan lupa like dan vote


__ADS_2