
~Budayakan like setelah membaca karna 1 jempol kalian sama dengan 1 dukungan buat autor❤..
Happy reading...~
Sekitar 20 menit felic telah tiba di rs yang di maksud pihak rs yang menelfon felic beberapa saat yang lalu, felic berlari memasuki rs dan menuju meja resepsionis untuk menanyakan dimana ruang inap mamanya.
"Permisi saya mau tanya ruangan atas nama bu astrid dimana ya?" tanya felic
"Sebentar saya cek" jawab resepsionis
felic hanya mengangguk dan menunggu sang resepsionis mengecek dimana ruangan mamanya.
"Maaf nona, disini tidak ada pasien atas nama bu astrid" ujar resepsionis.
Deggg
Jantung felic berdegup kencang, siapa yang sudah dengan sengaja mempermainkannya, tanpa pikir panjang felic langsung menelfon sang mama.
tut
tut
tut
"Hallo mah.." ucap felic kala panggilannya terjawab
"iyaa hallo.. kenapa sayang? tumben telfon mama" ucap bu astrid di seberang sana
__ADS_1
"Mama baik-baik aja? apa masih sakit?" tanya felic
"Pertanyaan macam apa ini felic.. bukankah tadi pagi kau melihat mama baik-baik saja" jawab bu astrid
"Syukurlah kalau begitu.. felic lanjut kerja dulu ya mah" ucap felic
"hhm iyaa.." jawab sang mama yang masih heran dengan pertanyaan felic
Namun bu astrid tidak ambil pusing, mungkin felic sangat mengkhawatirkannya begitulah pikir bu astrid.
Felic bernafas lega setelah mendengar mamanya baik-baik saja. Namun masih ada yang mengganjal di hati felic, siapakah yang sudah mempermainkan nya seperti ini??
Dengan langkah gontai felic berjalan keluar rs dan menuju parkiran, tapi siapa sangka saat felic hendak memasuki mobil tiba-tiba ada seseorang membekapnya dari belakang. Felic yang awalnya memberontak akhirnya kehilangan kesadaran akibat bius yang berada di sapu tangan seseorang tersebut untuk membekap felic.
~Charleston Group~
"Akhirnya selesai juga.. Apa felic sudah selesai makan siang?" gumam thomas
Sejenak berfikir, akhirnya thomas memutuskan menelfon felic untuk mengajak makan siang bersama. Berkali-kali thomas menelfon namun tak di angkat oleh felic.
"Kemana dia?" gumam thomas.
Karna merasa khawatir thomas langsung menelfon anak buahnya yang ia tugaskan untuk mengawasi felic kemanapun felic pergi.
Tut..
tut..
__ADS_1
"Hallo tuan thomas."
"Dimana felic? kenapa dia tidak bisa di hubungi?" tanya thomas to the point
"Maaf tuan saya lupa memberi tahu tuan.. saya lagi mengikuti mobil seseorang yang menculik nona"
"APA KAU BILANG!! FELIC DI CULIK?! APA SAJA YANG KALIAN LAKUKAN SEHINGGA MEMBIARKAN MEREKA MENCULIK FELIC HAHH!!" teriak thomas dengan muka marah padam
"Ma..ma.afkan kami tuan karna telah lengah" ucapnya dengan gemetar
"Saya tidak mau tahu bagaimana pun caranya felic harus bebas dengan selamat dan dalam
keadaan baik-baik saja tanpa kekurangan apapun. KAU PAHAMM!" Ucap thomas dengan rahang mengeras
"paham tuan!"
"Segera kirimkan alamatnya kalau kalian sudah tiba di lokasi!" perintah thomas langsung memutuskan sambungan
Sedangkan di tempat lain felic mulai sadar dengan kepala yang sedikit pusing efek dari bius tersebut, felic mengerjap2kan matanya melihat 2 pria berbaju hitam dan memakai topeng di wajah. Felic mulai ketakukan
"Apa aku sedang di culik?" gumam felic dalam hati
"Hei nona cantik, kau sudah sadar" ucap pria itu sembari mengelus pipi felic
Felic yang suka dengan perlakuan lancang pria itu langsung menggigit tangannya dengan sangat kuat, sehingga pria itu berteriak kencang.
TBC
__ADS_1
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEMPOLNYA☺☺