My Baby CEO

My Baby CEO
Alasan klasik


__ADS_3


Shea yang keluar dari kamar, menunggu Bryan di sofa luar. Pemandangan laut yang terlihat begitu indah, begitu memanjakan mata, hingga matanya tak berhenti memandang.


"Kenapa kamu di luar?" Regan yang baru saja keluar dari kamar bertanya pada Shea.


Suara Regan yang tiba-tiba membuat Shea sedikit tersentak kaget. "Iya, Kak."


"Kemana Bryan?" tanya Regan seraya mendudukkan tubuhnya di atas sofa, dan membuatnya duduk tepat di hadapan Shea.


"Dia masih di kamar."


"Kamu kenapa di luar? Apa kamu tidak beristirahat?"


"Aku ingin jalan-jalan," ucap Shea lirih.


Regan hanya menggeleng saat mendengar ucapan Shea. Padahal tadi dia sudah mengatakan pada Shea untuk beristirahat, tapi ternyata Shea tidak beristirahat dan justru berniat jalan-jalan.


"Sayang," panggil Bryan. Dia menatap tajam pada Regan dan Shea yang sedang mengobrol. Walaupun masalahnya dengan Shea yang berhubungan dengan Regan sudah selesai, tapi perasaan takutnya masihlah ada.


"Ayo," ucap Shea berdiri. Wajahnya begitu ceria saat Bryan mengajaknya pergi jalan-jalan. Tangannya langsung bergelayut manja di lengan Bryan, dan itu membuat Bryan suka.


"Kak, sampaikan pada kak Selly jika kami pergi jalan-jalan," ucap Bryan pada Regan.


"Iya."


Bryan dan Shea berlalu keluar menuju ke pantai. Mereka saling bergandengan menyusuri jalan menuju pantai. Cuaca yang mulai panas tidak menyurutkan langkah mereka menuju pantai.


"Wah ... indah sekali," ucap Shea. Dia melihat lautan terbentang luas dengan hamparan pasir yang begitu cantik. "Tapi kenapa ini sepi sekali?" Mata Shea yang melihat ke sekitar pantai, tidak menemukan orang sama sekali.


"Ini milik pribadi, jadi tidak akan ada yang bisa masuk." Bryan menjelaskan pada Shea.


"Apa sekaya itu keluarga kak Regan?" Pertanyaan polos keluar dari mulut Shea.


"Apa kalau dia kaya kamu berubah menyukainya." Ucapan Bryan penuh sindiran terdengar penuh kekesalan.


"Kenapa kamu seperti itu? Aku hanya bertanya. Lagi pula, saham Adion sudah aku miliki, untuk apa aku berubah haluan?" ucap Shea dengan senyuman di wajahnya.


"Dasar!" ucap Bryan gemas. Dia langsung memeluk Shea yang berada di sampingnya. Dia juga mendaratkan ciuman bertubi-tubi di pipi istirnya itu. "Tetapi aku masih merasa cemburu saat kamu dekat dengannya," ucap Bryan seraya melepaskan pelukannya.


"Jangan cemburu, tadi aku hanya bertegur sapa saja." Tangan Shea memegang tubuh Bryan, dan memutarnya. "Aku mencintaimu, bagaimana aku bisa berpaling darimu," ucap Shea seraya menangkup wajah Bryan. Dia menatap mata tajam milik Bryan yang selalu membuatnya terhipnotis.


Dengan sedikit berjinjit, Shea menarik tengkuk Bryan. Dia mendaratkan bibirnya pada bibir suaminya, mencium lembut bibir orang yang begitu dia cintai. Semakin hari, Shea semakin ahli mengecap kenikmatan bibir Bryan, hingga terkadang membuat Bryan terheran-heran.


"Emm .... "


Suara deheman seketika membuat Shea melepas ciumannya. Saat menoleh untuk memastikan siapa yang berdehem, wajahnya langsung merona saat melihat Selly dan Regan. Dia benar-benar malu saat terpergok berciuman.


Berbeda dengan istrinya, Bryan tampak santai melihat kakak dan kakak iparnya. Dia tampak tidak perduli dengan apa yang barusan mereka lakukan.


"Kalian, seperti tidak ada tempat saja!" ucap Selly penuh sindiran. Namun, senyum tergambar di wajah Selly, yang menandakan bahwa dia tidak benar-benar menyindir.


Bryan hanya memutar bola matanya malas menanggapi ucapan kakaknya, sedangkan Shea semakin malu saat mendengar sindiran Selly.


"Kenapa Kakak kemari?" tanya Bryan.


"Menyusul kalian." Selly yang merasa cukup beristirahat, keluar dari kamarnya. Namun, saat keluar Regan memberitahu jika Bryan dan Shea pergi keluar. Karena tidak mau menikmati pantai sendiri, akhirnya Selly menyusul Bryan dan Shea.

__ADS_1


"Maaf, Kak, kami pergi lebih dulu," ucap Shea.


"Iya, tidak apa-apa," ucap Selly. "Ayo, kita jalan-jalan," ucap Selly mengulurkan tangan pada Shea.


"Kak, aku kemari untuk jalan-jalan dengan Shea, sebaiknya Kakak jalan-jalan saja dengan Kak Regan." Bryan yang melihat kakaknya mengajak Shea langsung melayangkan protes.


"Kamu tahu babymoon itu untuk membuat ibu hamil senang. Jadi biarkan Shea bersenang-senang," ucap Selly pada Bryan.


"Iya, tapi Shea akan bersenang-senang denganku." Bryan masih tidak mau kalah dengan kakaknya. Dia tidak mau melepas waktu berdua dengan Shea, dan saat kakaknya datang, dia merasa sangat kesal.


"Kita masih punya waktu tiga hari lagi, kenapa kamu pelit sekali!" Selly mencibirkan bibirnya saat membalas ucapan Bryan.


"Sayang, sebaiknya kita jalan-jalan bersama-sama agar lebih seru." Shea yang mendengar perdebatan memperebutkan dirinya, akhirnya ikut berbicara, dan memberi pengertian pada Bryan.


Bryan hanya bisa pasrah saat harus melawan dua ibu hamil di hadapannya. "Iya sudah," jawab Bryan pasrah.


"Ayo, Se." Selly menarik tangan Shea lembut dan mengajaknya berjalan-jalan. Meninggalkan Bryan dan Regan yang masih diam di tempat mereka.


Bryan dan Regan berjalan di belakang Shea dan Selly, mengekor dua wanita hamil yang begitu bahagia bisa pergi jalan-jalan.


"Sabar," ucap Regan pada Bryan seraya menepuk bahu Bryan.


Bryan terkesiap saat mendengar kakak iparnya bicara. Bryan memang jarang sekali bicara dengan kakak iparnya itu. "Aku heran kenapa Kakak bisa betah dengan kak Selly." Bryan pun meluapkan rasa kesalnya.


"Karena aku mencintainya."


"Alasan klasik," sindir Bryan.


"Kalau begitu kenapa kamu bisa merubah hidupmu itu, sekarang?"


"Sama, alasan klasik," ucap Bryan. Dia menambahi tawa kecil saat berucap. Seolah menertawakan dirinya sendiri yang beralasan sama dengan Regan.


***


"Ayo kita ajak mereka," ucap Selly pada Shea. Matanya menatap Regan dan Bryan yang asik menunggu para wanita bermain-main.


Shea mengerti siapa yang dimaksud oleh Selly. Dia mengangguk dan melangkah bersama Selly menghampiri Regan dan Bryan.


"Ayo, ikut," ucap Shea mengulurkan tangan pada Bryan.


Tanpa ada drama penolakan, Bryan langsung menerima uluran tangan Shea, mengikuti istrinya yang minta untuk ditemani. Dalam pelukan Bryan, Shea menikmati deburan ombak yang menerpanya. Tawa mereka berdua menghiasi wajah mereka.


"Lihat ombaknya datang lagi!" ucap Shea pada Bryan.


Melihat ombak yang datang, Bryan memeluk erat Shea agar tak terbawa arus ombak. Dia tak mau sampai terjadi apa-apa pada istrinya.


"Acch ... " teriak Shea saat ombak menerpanya. Tawa begitu tampak lepas dari Shea dan membuat Bryan begitu senang.


Bryan begitu bahagia melihat wanita yang dicintainya begitu bahagia hanya karena hal kecil. Itulah yang Bryan suka dari Shea, tidak perlu sesuatu yang mahal, istrinya itu bisa berbahagia.


Selly dan Regan yang melihat kemesraan antara Bryan dan Shea merasakan bahagia. "Aku senang, mereka bisa bahagia." Pandangan Selly tak lepas dari adik dan adik iparnya itu.


"Apa hanya mereka yang bahagia, apa kamu tidak?" tanya Regan seraya memeluk Selly.


"Jangan tanyakan kebahagiaan padaku, karena aku sudah sangat bahagia." Selly mengeratkan pelukannya pada Regan.


Mereka juga menikmati hal yang sama dengan Bryan dan Shea, menikmati deburan ombak yang menerpa tubuh mereka.

__ADS_1


***


Selesai menikmati bermain di pantai, Bryan, Shea, Selly, dan Regan memilih kembali ke villa. Mereka ingin menikmati sunset di villa agar bisa melanjutkan acara makan malam.


Saat sudah menyelesaikan membersihkan diri, mereka semua berkumpul di tepi kolam renang untuk melihat sunset bersama. Terdapat dua sofa yang saling berhadapan dan membuat mereka duduk saling bersebrangan. Dengan formasi Regan dengan Selly dan Bryan dengan Shea.


Dua kursi panjang yang saling berhadapan membuat mereka harus memutar tubuh mereka saat melihat sunset. Tubuh Bryan dan Regan bersandar pada pinggiran sofa, dan melebarkan sedikit kaki, agar pasangan mereka bisa duduk tepat di hadapan mereka.


Duduk bersandar pada tubuh para suami masing-masing, dua ibu hamil duduk seraya meluruskan kaki yang terasa pegal. Para suami seolah tak ada kata keberatan saat tubuh istri mereka bersandar layaknya kapal yang bersandar di dermaga.


Pelukan hangat mereka berikan pada wanita yang mereka cintai, sebagai pelengkap moment indah melihat sunset.


Langit sore yang berwarna jingga tampak indah menghiasi langit. Hingga mata yang terus memandang seakan tak mau terpejam, dan kehilangan moment indah dari warna yang begitu menakjubkan.


Dua pasang suami istri itu pun sibuk menikmati setiap moment yang tercipta. Melihat bagaimana sang surya pulang ke peraduannya dan menciptakan warna yang indah.


"Indah sekali langitnya." Suara lirih Shea terdengar berbicara pada Bryan.


"Ini juga ini," ucap Bryan mengambil kesempatan mengecup leher Shea.


Tangan Shea langsung mencubit lembut lengan suaminya itu, tanda jika Shea tidak enak dengan Selly dan Regan. Bagaimana dia merasa tidak enak, jika dia melihat Regan tampak diam, bertolak belakang dengan Bryan yang dari bibirnya bergerilya menyusuri lehernya.


"Lihatlah! Mereka saja diam saja," ucap Shea dengan suara kecil.


"Mereka tidak bisa menikmati moment," bisik Bryan.


Shea hanya bisa menggeleng. Bryan seolah punya seribu cara untuk mengelak ucapannya. Namun, itulah suaminya. Dengan segala pesonanya yang begitu membuat Shea tak berdaya.


Saat sang surya sudah kembali ke peraduannya, dan sang rembulan menggantikannya. Mereka semua mengakhiri melihat jingganya langit sore.


Melanjutkan kegiatan dengan makan malam, mereka menuju meja makan. Di meja makan tampak makanan sudah tersusun rapi, karena tadi Selly sudah meminta penjaga villa menyiapkan. Makanan laut yang begitu mengiurkan, sudah tak sabar untuk dinikmati.


Bryan hanya bisa menelan salivanya saat udang berada diantara piring saji lainnya. Tubuhnya bereaksi merasakan takut saat melihat makanan yang akan membuat alerginya itu muncul.


"Kamu bisa sudah menyiapkan ayam untukmu." Selly yang melihat Bryan hanya memandangi makanan pun memberitahu.


"Mau aku ambilkan?" tanya Shea lembut.


"Iya," jawab Bryan disertai anggukan.


Menikmati makan malam, mereka saling bercerita. Namun, dari keempat orang yang duduk di meja makan, hanya Regan saja yang sedikit suara, karena memang itulah dia.


.


.


.


.


.


...**Jangan lupa Like dan Vote...


...Mampir juga ke Instagram Myafa16...


...untuk dapat info up setiap harinya**...

__ADS_1


...Up jam 12 WIB...


...jika menemukan up sebelum jam 12, berarti review aman...


__ADS_2