My Baby CEO

My Baby CEO
Peristiwa pagi


__ADS_3

~Budayakan like setelah membaca karna 1 jempol kalian sama dengan 1 dukungan buat autorā¤..


Happy reading...~


"Kau sudah tidur?" tanya thomas


"Sudah" jawab felic


"apa dia ingin meminta haknya? ngga ngga boleh! aku ngga akan biarin dia menyentuhku!" batin felic


"Apa orang tidur bisa menjawab?"


Kali ini felic tak bersuara, bukannya felic tak mendengar hanya saja felic tak ingin menjawab, benar juga mana ada orang tidur bisa menjawab. Batin felic


Thomas tersenyum tipis melihat kelakuan felic yang berpura-pura tidur.


"apa yang di pikirkan? ada dia berfikir aku akan meminta hak ku?" batin thomas


Pagi telah tiba, dering ponsel felic sangat menganggu di telinga thomas, siapa yang menelfon sepagi ini? sampai berkali! batin thomas. Sedangkan empunya masih tertidur pulas dan tak terganggu sama sekali dengan ponselnya yang terus berdering.


"Aldo?" gumam thomas saat melihat nama yang tertera sedari tadi menelfon felic


Thomas bangun dari tidurnya dan pergi agak menjauh dari kasur untuk menerima panggilan aldo, jiwa kepo thomas meronta-ronta

__ADS_1


"hallo? kenapa sudah 2 hari kamu ga masuk kerja felic?" tanya aldo ketika panggilannya sudah terjawab


"Apa urusanmu?" jawab thomas dan membuat aldo sangat terkejut


"siapa kau? dan dimana felic!" ucap aldo


"Saya suami felic? apa kau atasan di tempatnya bekerja? mulai hari ini istri saya mengundurkan diri!"


klik


Thomas memutuskan panggilan.


Thomas mengepal tangannya, dia sangat membenci semua yang berhubungan dengan aldo. Hah aldo, dia adalah mantan kekasih gelapnya tasya! thomas tersenyum getir saat mengingat ucapan tasya yang membanggakan aldo saat di atas ranjang, sungguh menjatuhkan harga dirinya sebagai seorang suami!


"Bapak telah menganggu privasi saya! kenapa bapak seenaknya mengatakan kalau saya mengundurkan diri?" ucap felic yang ternyata sudah bangun


"cihh.. berbuat sesuka hati!" cibir felic melangkah masuk ke kamar mandi


Di tempat lain aldo masih terkejut dengan pengakuan lelaki yang mengatakan dia adalah suami felic.


"Yang benar saja! kenapa felic tidak pernah mengatakan kalau dia sudah menikah? apa kemarin dia sedang bertengkar dengan suaminya? tapi setau ku di tinggal sendirian di sebuah kontrakan, ahh.. siall!"


Aldo meraih ponselnya dan memencet nomor seseorang.

__ADS_1


"Cepat kau cari tau tentang identitas felic!" ucap aldo kepada orang kepercayaan nya


Aldo sangat kesal lantaran dia telah menyukai felic dari awal pertama kali mereka bertemu dan saat itu felic tidak sengaja menabraknya



beginilah kira2 penampilan felic saat itu, siapa yang tak terpesona melihatnya.


Aldo merutuki kebodohannya karna tidak mencari tahu identitas felic terlebih dahulu. Dengan perasaan dongkol aldo berangkat ke kantor, ingin rasanya aldo bermalas-malasan di rumah tapi dia teringat hari ini ada meeting.


"Yang benar saja baru permulaan udah sakit hati duluan. Apa aku rebut saja dia dari suaminya? aku yakin dia tak akan bisa menolak pesona ku, seperti tasya dengan sedikit rayuan maut ku dia akan tergila-gila padaku" gumam aldo dalam hati dan tersenyum licik


"Hahahaahaaa" aldo tertawa renyah


"Tu..tuan aldo" ucap lea sang asisten


Seketika aldo sadar kalau dia sekarang berada di ruang meeting.


"hmm hhmm.. meeting sampai disini, kalian semua boleh bubar!" ucap aldo tidak lupa dengan gaya berwibawanya


Semua melongo tak percaya melihat kelakuan aldo yang sangat aneh hari ini, meetingnya baru saja di mulai 5 menit yang lalu dan aldo dengan santainya melenggang pergi dari ruang meeting.


"Apa tuan aldo salah minum obat? ataukah dia sedang sakit trus lupa meminum obatnya?" ucap salah satu karyawan

__ADS_1


TBC


Jangan lupa tinggalkan jempolnya😘


__ADS_2