
~Budayakan like setelah membaca karna 1 jempol kalian sama dengan 1 dukungan buat autor❤..
Happy reading...~
Walaupun tersulut emosi thomas tetap mengendarai mobilnya dengan hati-hati karna keselamatan felic dan calon anak adalah prioritas utama baginya.
"kenapa wajahnya begitu menyeramkan, lebih menyeramkan sebelum menjadi suami" Gumam felic dalam hati dan sesekali menatap wajah datar thomas
"Sepertinya kau sudah tidak sabar mendapatkan hukuman dari ku nyonya" Ucap thomas dengan suara datar
"aa..aah.. kamu salah paham" jawab felic gugup
"Salah paham?" tanya thomas sinis
"itu..ituu rambut sepertinya ada beberapa helai yang sudah memutih" ucap felic spontan
Citttttttt
Thomas mengeram mendadak saat felic mengatakan ada beberapa helai rambutnya yang memutih, sungguh sangat memalukan seorang Thomas Charleston memiliki uban yang terekspos dan itu tidak ia sadari.
"aahh mas thomas.. kenapa ngeram mendadak sih" protes felic
"Maaf.. maaf, apa ada yang sakit?" tanya thomas yang merasa bersalah
"aku ngga papa" jawab felic
__ADS_1
Thomas merasa lega karna felic baik-baik saja, dan cepat dia melihat ke kaca mobil untuk memastikan ucapan felic yang mengatakan beberapa helai rambutnya memutih dan..
"Sejak kapan pintar berbohong?" tanya thomas kesal karna tak ada sehelai pun rambutnya yang memutih
Felic hanya menyengir kuda, yaa kali ini felic seperti mendapatkan durian runtuh tapi versi pahitnya.
"maaf" jawab felic
"Hukuman mu akan di double" ucap thomas dan mulai menginjak gas lagi.
"etdahh double" gumam felic dalam hati
Setelah beberapa menit akhirnya mereka tiba di mansion mewah megah milik thomas.
Baru saja mobil terparkir felic tak ingin membuang-buang waktu, langsung pergi dan berlari kecil untuk menghindar dari thomas, setidaknya hukuman yang akan thomas berikan sedikit terulur dengan dirinya menghindar.
"Huhhh.. Hampir sajaa!" ucap felic yang sudah tiba di kamar
"Bagaimana cara menghindar dari hukuman? Emangnya aku salah apa?" gerutu felic yang merasa tidak bersalah.
"Apa aku harus menjelaskan satu persatu kesalahan apa yang sudah kamu perbuat hari ini?" ucap thomas yang ternyata sudah tiba di kamar
"Eeh mas thomas, aku akan menyiapkan air hangat untuk mu" ucap felic yang kembali mencoba menghindar.
Baru beberapa langkah felic berjalan, tanpa aba-aba thomas memeluk tubuh felic dari belakang yang membuat langkah felic terhenti dan mematung.
__ADS_1
Deggg
Detak jantung felic seolah ikut berhenti kala thomas memeluknya, memang bukan yang pertama bagi felic di peluk oleh thomas bahkan setiap malam tidur tanpa di peluk thomas seperti ada yang kurang, tapi kali ini situasinya berbeda.
"Mas.." ucap felic gugup
"Hhmm.." jawab thomas
"Lepasin dulu, aku mau siapin air hangat untukmu" ucap felic
"Biarkan seperti ini sebentar saja.." ucap thomas yang masih memeluk erat tubuh felic
"Aku tau kamu sengaja menghindar dariku" ucap thomas lagi
"Bukan seperti itu" jawab felic cepat
"Felic aku marah karna kamu dengan mudahnya membawa wanita berbisa seperti dinda duduk 1 mobil dengan mu, dan duduk makan bersama, kamu lupa perlakuan dinda seperti apa dengan mu?" ujar thomas
"Dia bilang ingin mengatakan sesuatu, aah iya.. Apa benar kamu yang buat restoran papa dinda bangkrut?" tanya felic
"Memang benar aku yang melakukannya, aku hanya ingin memberikan sedikit pelajaran untuk nya, aku tidak suka ada orang yang berani menghina mu seperti itu" jawab thomas
"Tapi orang tuanya ngga salah mas, dan mama nya sekarang lagi sakit, jangan lampiasin kesalahan dinda ke orang tuanya" ucap felic
"Tentu orang tuanya juga salah, karna tidak mendidik anaknya dengan benar" ucap thomas yang kembali kesal
__ADS_1
"Mas.."
TBC