
~Budayakan like setelah membaca karna 1 jempol kalian sama dengan 1 dukungan buat autor❤..
Happy reading...~
Pagi pagi sekali felic telah bangun karna rutinitas muntahnya. Setelah merasa sudah baikkan felic bergegas untuk mandi karna dia harus bekerja.
Sekitar 15 menit felic telah selesai dengan mandi nya kini dia sudah terlihat rapi dengan balutan dress selutut yang berwarna maroon.
Sebenarnya felic masih takut akan kemarahan orang tuanya, tapi apa boleh di buat nasi sudah menjadi bubur.
"Pagi mah, pah.." sapa felic
"Pagi juga sayang" sahut mamanya
"Apa papa masih marah sama felic?" tanya felic dengan muka sendu
"Tidak.. papa hanya merasa gagal menjadi seorang ayah yang tidak bisa menjaga putrinya dengan baik" jawab papa felic
"Maafin felic pah, mah hiks hikss" felic terisak
"Sudahlah nak, semuanya sudah terjadi lagian ini bukan sepenuhnya kesalahan mu" ucap bu astrid.
Felic menangis di pelukan mamanya.
Setelah selesai sarapan felic pamit kepada orang tuanya untuk pergi bekerja.
"Ga kerasa udah 2 minggu kita tidak bertemu.." ucap felic kepada mobilnya.
Felic mulai menginjak gas mobilnya melaju dengan dengan kecepatan sedang.
Sekitar 25 menit felic telah tiba di gedung Desmon Entertainment, felic memarkirkan mobil bersamaan dengan kariawan lainnya.
"Wah wah kita lihat siapa ini.." ucap salah satu karyawan yang tidak menyukai felic. Bukan tanpa alasan, dia kesal terhadap felic yang bisa semudah itu di terima di perusahan milik aldo ini sedangkan dia harus berusaha sekuat tenaga untuk bisa masuk di perusahaan ini.
Felic tidak menanggapinya karna memang sifat felic yang cuek akan hujatan ataupun pujian.
"1 malam berapa banyak pak aldo membayarmu ******!" teriaknya
__ADS_1
Jedarrrrrr
Felic sudah tidak bisa menahan diri untuk tidak menghajar kariawan itu. ******? di bayar?
"Apa maksudmu?" tanya felic yang sudah mengepal tangannya
"Aduh jangan sok suci deh, dasar perempuan murahan! baru beberapa hari bekerja sudah bisa membeli mobil, kau pasti merayu pak aldo kan" ketusnya
Plakkkk
Tangan felic melayang sempurna di muka karyawan itu.
"Jaga mulutmu! kau pikir aku tidak mampu membeli mobil sendiri? sampai kau berfikir aku menjual tubuhku?" bentak felic
Baru saja karyawan itu ingin membalas lagi-lagi tangan felic telah mendarat sempurna di wajahnya.
Plakkkkk
"Kau!!" teriak karyawan itu
"Ada apa ini!" tiba-tiba suara tak asing menghampiri mereka
Aldo menoleh kearah felic, dia dapat melihat wajah felic yang merah padam karna emosi
"Ada apa ini felic?" tanya aldo
"tanyakan kepadanya" jawab felic langsung melangkah pergi
Aldo hanya menatap punggung felic yang sudah mulai menjauh
"Kau! ikut dengan ku!" ucap aldo
Felic memasuki ruangannya dengan air mata yang sudah mengalir deras, kalimat ****** terngiang-ngiang di pikirannya.. Bukan tentang dirinya yang di tuduh menjual tubuh dengan aldo tapi tentang dirinya yang telah mengandung anak thomas di belakang tasya. Dia selalu merasa kalau dirinya adalah seorang perusak rumah tangga orang walaupun dia tak ada niat atau pun di sengaja.
"Hiks hikss aku harus gimana tuhan.." gumam felic.
Di ruangan aldo kini dia sedang mengintrogasi karyawan yang di tampar oleh felic.
__ADS_1
"Katakan.." ucap aldo
"Dia marah ketika saya mengatakan kalau saya ada karyawan lama disini, jadi kalau ada yang tidak dia mengerti boleh tanyakan kepada saya, dan dia langsung menam....
Belum selesai karyawan itu bicara aldo sudah memotong kalimatnya.
"Cukup! kau tidak bisa berbicara omong kosong di hadapan ku" bentak aldo
Klik
Aldo menekan tombol on pada komputernya dan melihat cctv di area parkiran, aldo sengaja membesarkan volumenya agar karyawan tersebut bisa mendengarnya. Perusahaan aldo memang dilengkapi cctv canggih dan di setiap sudut di pasang untuk mengawasi para karyawannya, bukan hanya untuk merekam tapi cctv tersebut juga bisa menangkap suara.
"*Wah wah kita lihat siapa ini.."
....
"1 malam berapa banyak pak aldo membayarmu ******!"
...
"Apa maksudmu?"
"Aduh jangan sok suci deh, dasar perempuan murahan! baru beberapa hari bekerja sudah bisa membeli mobil, kau pasti merayu pak aldo kan"
Plakkkk
"Jaga mulutmu! kau pikir aku tidak mampu membeli mobil sendiri? sampai kau berfikir aku menjual tubuhku?" bentak felic*
Deggg
Jantungnya berdegup dengan kencang, dia tak menyangka kalau aldo sulit di kelabuhi
"Ma..afkan saya pak.. Saya mohon jangan pecat saya hiks hiks" ucapnya memohon
"Saya paling tidak suka ada karyawan sepertimu di perusahaan ku, cepat kemasi barang mu dan angkat kaki dari perusahaan ku" ucap aldo datar
Dengan terpaksa dia keluar dari ruangan itu dengan perasaan kesal.
__ADS_1
"Tunggu saja felic aku akan membalasmu!" gumamnya dalam hati
TBC