
~Budayakan like setelah membaca karna 1 jempol kalian sama dengan 1 dukungan buat autorā¤..
Happy reading...~
"Jangan sungkan dinda" ucap felic seolah-olah tak pernah terjadi apa-apa diantara mereka, begitu lah felic sesaat melupakan masalah/beban hidupnya ketika melihat makanan, kapan lagi kan bisa makan makanan enak tanpa sepengetahuan thomas.. wkwk nyonya felic yang sangat licik
Sore ini felic seperti ikan yang tidak di kasi makan seharian oleh tuannya, dinda yang melihat felic makan dengan rakusnya langsung bergidik ngeri.
"Ternyata wajah tak menjamin prilaku, sangat jauh dari ekspektasi, lihatlah dia makan seperti itu.. ohh aku langsung kenyang hanya karna melihatnya makan" gumam dinda dalam hati.
Tapi ngomong-ngomong soal prilaku sepertinya prilaku dinda lah yang lebih menjijikkan dari felic, ohh dinda berkacalahš
Tepat pukul 3 sore lewat 16 menit, 45 detik, felic telah selesai dengan makannya.
"Hekkkk" felic bersendawa
"Kenyang sekali... aahh tidak aku kesulitan bergerak" ucap felic
"felic aku mau ngomong sesuatu" ucap dinda yang sedari tadi hanya diam menonton felic yang sedang makan
"eeh iya, maaf saya lupa" ucap felic kembali formal
__ADS_1
"katakan" seru nya
"Felic.. maafkan sikap ku yang selama ini jahat terhadap mu, aku sadar semua yang keluar dari mulutku membuat mu sakit hati..
"Langsung ke intinya!" potong felic
Dinda jadi salah tingkah oleh ucapan felic yang dapat menebak kalau dia sedang ada mau nya. Ya lagian siapa yang tidak dapat menebak isi hati ular liar seperti dinda, tiba-tiba minta maaf padahal beberapa waktu lalu mulutnya masih liar.
"Felic tolong bujuk tuan thomas untuk tidak terus-terusan menekan usaha papa ku, ku mohon felic itu adalah satu-satunya usaha yang papa ku miliki, saat ini mama ku sedang sakit felic. kau ingat saat kita bertemu di rs? saat itu aku sedang menebus obat mama ku" ujar dinda sembari menggenggam tangan felic
*flashback on
Setelah pulang dari rumah sakit dinda langsung pulang membawa obat untuk mama nya yang kini sedang sakit. Tetapi saat dinda memasuki rumah terlihat wajah papanya yang sedang gusar.
"Restoran kita terancam bangkrut! papa minta kamu jangan memberi tau mama, papa khawatir mama akan semakin down" ucap papa dinda
Ya papa dinda adalah seorang pemilik restoran yang cukup mewah, dan cukup terkenal di kalangan atas, banyak para pengusaha kaya yang makan di restoran nya dan tak jarang artis pun makan di restoran milik papa dinda, tapi entah bagaimana ceritanya restoran milik papa dinda tiba-tiba terancam bangkrut, usut demi usut ada seseorang di balik semua kekacauan ini, siapa lagi yang bisa membuat orang hancur dalam beberapa jam selain thomas.
flashback off*
Belum sempat felic menjawab tiba-tiba tangan seseorang menepis tangan dinda dari tangan felic. (berbelit2 kali ketiknya thorš¤£)
__ADS_1
"Singkirkan tangan kotormu dari istriku!" ucap orang yang ternyata adalah thomas
"Mas thomas!" ucap felic yang terkejut
"Ayo pulang!" ucap thomas
"Tunggu.. aku belum membayar ini" ucap felic
"Gery!" ucap thomas
"Baik tuan" jawab gery yang sudah mengerti apa yang di maksud oleh thomas
Baru beberapa langkah, tiba-tiba thomas kembali memutar badannya.
"Dan urus wanita ular ini! jangan biarkan dia menemui felic lagi, kalau dia memberontak kurung saja sampai membusuk!" perintah thomas kepada gery, dan seketika membuat dinda merosot dari kursinya.
"Felic aku mohon! maafkan aku, jika kau tidak ingin memaafkan aku juga tidak apa-apa tapi ku mohon selamatkan restoran papaku" ucap dinda memohon dan mulai menangis
Hati felic tidaklah sekeras itu, jujur saja dia merasa iba saat melihat dinda seperti saat ini, di tambah lagi dengan ucapan thomas barusan.
Lagi dan lagi thomas tak memberikan kesempatan untuk dinda mendekati felic, karna dia langsung menarik felic pergi dari cafe tersebut.
__ADS_1
"Kamu juga akan mendapatkan hukuman dari ku nyonya!" ucap thomas setelah masuk di dalam mobil
TBC