
~Budayakan like setelah membaca karna 1 jempol kalian sama dengan 1 dukungan buat autor❤..
Happy reading...~
"Eeh sekretaris felic?" ucap resepsionis
felic hanya menanggapi dengan senyuman, tak heran bila kaum adam begitu tergila-gila dengan felic, tak hanya cantik parasnya tapi juga cantik hatinya, aah sungguh felic adalah paket komplit sangat beruntung jikalau bisa memilikinya, batin kaum adam.
"Sudah datang? kenapa tidak menelfon?" ucap thomas tiba-tiba muncul
Dan lagi, kejadian ini sungguh menggemparkan seisi kantor.
"Apa hubungan antara tuan thomas dengan mantan sekretarisnya itu" bisik salah satu karyawan
"Sepertinya mereka memiliki hubungan gelap" sahut yang lain
"Berhenti bergosip jika kalian masih ingin bekerja!" ucap tegas dari seorang gery
Para penggosip pun berhampur pergi setelah mendengar ucapan gery
"Ini berkas yang bapak minta, maaf sedikit terlambat menyelesaikan nya" ucap felic mengalihkan perhatian para karyawan
Thomas mengeryitkan alisnya saat mendengar tuturan dari felic.
"kam...
Belum selesai thomas bicara felic kembali menyela
"Kalau begitu saya permisi dulu pak" ucap felic sembari memberi tatapan tajam kepada thomas
__ADS_1
Dan baru lah thomas sadar kalau felic sedang berakting di depan para karyawannya
"aah iya makasih sudah mengatarnya tepat waktu nona felic, senang bisa kembali bekerja sama" ucap thomas
"Sebuah kehormatan bagi saya pak thomas" ucap felic kemudian berlalu pergi.
"ini sangat gila! apa thomas ingin membuat ku mati di usia muda?" gumam felic dalam hati.
Setelah tiba di parkiran felic tak membuang-buang waktu untuk berlama disana, karna ini sungguh membuat jantungnya ingin copot dan terpental-pental dari tempatnya
Saat sang supir akan menginjak gas tiba-tiba seseorang mengcegat didepan mobilnya dengan merentangkan kedua tangan.
"Dinda?" gumam felic
"Nyonya kenal dia?" tanya supir
"Iya pak saya kenal" jawab felic
Dinda mengetuk kaca mobil di sebelah felic
felic pun membuka kaca mobil tersebut.
"felic aku ingin bicara!" ucap dinda
"Masuklah, kita bicara di cafe terdekat" ucap felic
Tak ingin membuang kesempatan dinda pun langsung masuk dan duduk di sebelah felic
"Ke cafee terdekat pak" ucap felic kepada supir
__ADS_1
"Tapi nyonya, tuan akan marah jika mengetahuinya" ucap supir ragu-ragu karna sang tuan sudah berpesan kepada dia supaya langsung mengantar sang nyonya langsung kerumah.
"Maka dari itu jangan sampai tuan mengetahui nya" ucap felic lagi. Mau tak mau supir pun mengiyakan permintaan sang nyonya
"Felic aku...
"Bicaranya nanti saja" ucap felic memotong
"sial!" gumam dinda dalam hati
"Bersabarlah, aku tidak suka berbicara saat di dalam mobil dan jangan mengumpat" ucap felic
"bagaimana dia bisa tau kalo aku sedang mengumpat" gumam dinda lagi didalam hati
Saat tiba di cafe felic dan dinda duduk di sebuah meja pojokan untuk menghindar dari keramaian pengunjung.
Felic yang baru saja melihat menu yang di berikan oleh waiters begitu tergoda sampai lupa tujuan utama mereka kesini.
"Felic aku...
felic mengangkat tangan menandakan supaya dinda diam.
"mbak saya mau pesan ini, ini, ini, ini, ini, ini dan.... aah ini" ucap felic di sertai tangan yang menunjuk-nunjuk menu membuat waiters dan dinda melongo tak percaya dengan pesanan felic
"kamu mau pesan apa dinda?" tanya felic
"aku tidak lapar dan haus" ucap dinda canggung
"Jangan sungkan dinda" ucap felic seolah-olah tak pernah terjadi apa-apa diantara mereka, begitu lah felic sesaat melupakan masalah/beban hidupnya ketika melihat makanan, kapan lagi kan bisa makan makanan enak tanpa sepengetahuan thomas.. wkwk nyonya felic yang sangat licik
__ADS_1
TBC