My Baby CEO

My Baby CEO
Mengetahui


__ADS_3

~Budayakan like setelah membaca karna 1 jempol kalian sama dengan 1 dukungan buat autor❤..


Happy reading...~


Setelah selesai makan siang thomas menatap felic, dan itu sangat membuat felic tidak nyaman.


"Katakan" ucap felic yang tak ingin berlama-lama.


"Mari kita menikah!" ucap thomas yang berhasil membuat felic membulatkan kedua bola matanya


"Apa bapak sudah gila?" ucap felic kesal


"Berhentilah memanggil saya bapak felic ! saya bukan bapak mu! dan saya bapak dari anak yang sedang kamu kandung dan berhentilah menolak ku, ini semua demi kebaikan anak kita" tutur thomas yang tak kalah kesal.


"Demi kebaikan? haha lelucon macam apa ini" felic tertawa kikuk


"Felic saya tidak sedang bercanda, saya akan segera menggugat cerai kepada tasya" ucap thomas yang berhasil membuat felic lkembali membulatkan bola matanya.


"Bapak ini apa-apaan hah !! apa perasaan seseorang bisa semudah itu bapak permainkan hah !!" ucap felic yang merasa di permainkan oleh thomas.


"Tapi dia telah mengkhianati ku felic !!" jelas thomas.


"apa dia sudah mengetahui hubungan tasya dan aldo?" gumam felic dalam hati


"Apa bedanya bapak dan istri bapak?" tanya felic tersenyum sinis


"Jelas berbeda. Saya melakukan secara tidak sadar dan tidak sengaja, sedangkan dia melakukan nya dalam keadaan sadar dan sengaja!" jawab thomas.


Felic terdiam saat mendengar ucapan thomas, dan kini felic yakin bahwa thomas telah mengetahui hubungan antara tasya dan aldo.


*Flashback on


"Akhirnya selesai juga" gumam felic tersenyum.


"Gimana?" tanya seseorang yang tiba-tiba muncul


"aahh bikin kaget aja" ucap felic


"Hehe maaf" ucap orang tersebut, dia asisten aldo yang bernama Lea


"Saya sudah menyelesaikannya, trus gimana lagi?" tanya felic

__ADS_1


"Langsung antar keruangan tuan aldo aja, soalnya saya masih ada urusan sebentar" ucap lea


"Baiklah, eeh ruangannya dimana?" tanya felic.


Lea pun memberi tahu kepada felic dimana ruangan aldo. Tanpa berlama-lama felic langsung menuju keruangan aldo tapi saat di ambang pintu felic tidak sengaja mendengarkan obrolan antara aldo dan seorang wanita.


"*Katakan?" ucap aldo


"Kau tau saja.. Jadi gimana?" ucap wanita tersebut


"Apa pernah aku mengingkari janjiku?" tanya aldo


"Kau memang yang terbaik sayang.. Mwahh*"


Felic yang mendengarkan obrolan tersebut seketika mengurungkan niatnya untuk menemui aldo. Tapi dia kembali teringat akan maksud tujuannya keruangan aldo dan dia kembali berbalik arah keruangan aldo.


dan Ceklekkk


Pintu terbuka dan keluar seseorang yang sangat tak asing bagi felic


"nyonya tasya? apa dia?" gumam felic dalam hati.


Flashback off*


"Akan saya pikirkan" ucap felic langsung beranjak dari kursinya


"Saya antar" tawar thomas


"Tidak terima kasih, saya naik taxi saja" tolak felic mentah-mentah.


Thomas menatap kepergian felic, ada rasa bahagia saat felic mengucapkan akan saya pikirkan


Sedang felic kini sedang berdebat dengan pikirannya sendiri.


"Apa aku terima pak thomas untuk menikahi ku?"


"Tidak tidak ingat felic kamu bukan wanita murahan"


"Tapi anak ini membutuhkan sosok ayah disisinya"


"Tapi dia tetap ayah dari anak ini walaupun aku tanpa ikatan dengannya"

__ADS_1


Dan masih banyak lagi kalimat-kalimat yang berputar di kepala felic, dan tak terasa kini ia telah tiba di gedung Desmon Entertainment


"Neng udah sampai" ucap supir taxi memecahkan lamunan felic


"Eeh udah sampai ya.. hehe" ucap felic


"Aduh neng cantik-cantik suka melamun.. awas kesambet" ucap sang supir.


"Haha.. bisa aja" ucap felic


"Setan pun pasti tergoda dengan kecantikan eneng" ucap supir itu kembali


"Haha udah pak.. ini ongkosnya" felic sudah tidak kuat akan gombalan maut supir yang seusia papa nya.


"Makasih neng, lain kali jangan melamun ga baik nanti... "


"Kesambet" ucap felic memotong kalimat sang supir


*


*


*


Jam pulang pun sudah tiba tetapi felic masih sibuk dengan komputernya.


"kenapa belum pulang" tanya seseorang


"Kenapa semua orang doyan membuat ku kaget" gerutu felic


"Kamu belum menjawab pertanyaan ku" ucap orang itu


"saya akan menyelesaikan pekerjaan saya dulu tuan aldo, nanggung" jelas felic


"Kau selalu melupakan kesehatan mu felic.. tinggalkan pekerjaan mu dan pulang lah, pekerjaan mu bisa di lanjutkan esok hari" ucap aldo


"Tapii...."


"Sudah pulang sana, atau besok kau tidak perlu datang lagi kemari dan seterusnya" ancam aldo


"Baiklah saya akan pulang.." ucap felic dengan senyum terpaksa dan beranjak dari kursinya, berjalan mendahului aldo

__ADS_1


"Good" ucap aldo tersenyum tipis


TBC


__ADS_2