
~Budayakan like setelah membaca karna 1 jempol kalian sama dengan 1 dukungan buat autorā¤..
Happy reading...~
Hari yang ditunggu telah tiba, hari yang dimana biasanya sang mempelai akan bahagia atas pernikahannya, berbeda dengan felic dia hanya melamun ntah apa yang dia pikirkan.
Pernikahan mereka dia adakan secara sederhana dan tertutup hanya para saksi dan warga setempat yang menghadiri pernikahan mereka, sesuai dengan permintaan felic.
Hari ini felic terlihat sangat cantik dengan balutan kebaya putih yang menunjukan lekukkan tubuhnya yang terlihat masih langsing, make up yang tidak terlalu tebal namun terlihat sangat cantik, hanya saja tak ada senyuman yang tergambar di wajah felic
"Jadilah istri yang berbakti kepada suamimu, jangan membatah apa yang dia katakan, ingat nak setelah menikah surga mu berpindah ke telapak kaki suamimu" nasehat bu astrid kepada putrinya
"Iyaa mah, felic akan berusaha menjadi istri yang baik" ucap felic
"Harus nak" ucap bu astrid sembari memeluk felic
Tak terasa airmata bu astrid menetes ia tak menyangka putrinya yang kemarin masih berlari-lari ketika disuruh mandi kini akan menikah.
"Mama jangan nangis, felic juga ikutan sedih kalau mama nangis" ucap felic menahan air matanya agar tidak tumpah
__ADS_1
"mama menangis karna bahagia, putri kecil mama akan segera menjadi istri orang, berbahagia lah nak" ucap mama felic tersenyum
Felic mengangguk mendengar ucapan mamanya
"Ayo turun, mereka sudah menunggu kita" ucap bu astrid.
Felic turun dengan di gandeng oleh mamanya, semua mata menatap kagum akan kecantikan felic tak terkecuali thomas juga merasa sangat kagum melihat felic matanya sampai tak berkedip
"hhm hmm.. lihat bola mata mu seperti ingin melompat" ucap pak edy
Thomas tersenyum kikuk seperti maling ketauan mencuri.
"Apa sudah bisa di mulai? mari jabat tangan calon mertuamu"
Kini status felic telah sah menjadi istri thomas. Felic mencium tangan thomas, dan thomas mencium kening felic. Kedua orang tua felic merasa legah, lepas sudah tanggung jawab mereka dan di gantikan oleh thomas yang kini menjadi suami felic
"Tolong jaga putri papa, buat di bahagia jangan pernah sakiti dia" ucap pak edy
"Iya pah, saya berjanji akan membahagiakan felic" ucap thomas
__ADS_1
Pak edy memeluk thomas dan menepuk-nepuk punggung nya, lalu beralih kepada felic
"Nak papa harap kamu bisa menjadi istri yang baik dan berbakti kepada suamimu, lupakan masa lalu mu dan bangun masa depan yang cerah dan bahagia" nasehat pak edy
Kali ini felic tak sanggup lagi menahan air matanya. Begitu banyak yang ia hadapi akhir-akhir ini yang membuat menjadi sangat cengeng
"Sudah jangan menangis lagi, putri papa jelek ketika sedang menangis" ucap pak edy mencubit hidung felic
"Papa..." rengek felic seperti anak kecil
Thomas tersenyum tipis melihat betapa sayangnya pak edy kepada putrinya.
Acara pernikahan pun telah usai thomas memutuskan untuk menginap di rumah orang tua felic dan besok baru akan memboyong felic ke mansionnya.
Felic merasa sangat gugup ketika keduanya berada di satu kasur yang sama, ada sedikit rasa trauma di dalam hati felic, tapi dia tidak mungkin untuk menyuruh thomas untuk tidur di sofa apalagi di kamar tamu, dia selalu mengingat nasehat kedua orang tuanya sebelum dan setelah menikah.
Sedangkan thomas tak kalah gugup dari felic, jika dia mengingat kebodohannya saat itu ada rasa bersalah dalam hatinya, tapi dia bersyukur karna bisa bertanggung jawab atas semua kesalahannya.
"Kau sudah tidur?"
__ADS_1
TBC
Jangan lupa tinggalkan jempolnyaš