
*
*
*
"Thomas Charleston"
"Felicia"
"Tasyalona"
"Cindy"
Maaf kalau tidak sesuai ekspektasi 😂
Tapi autor suka yang ini hihi maapkan😂
*
*
*
"damn.. senyumnya sangat mematikan.." gumam pria itu di dalam hati
"Ah.. kebetulan perusahan saya sedang buka lowongan untuk bagian divisi keuangan, kalau minat bisa hubungi saya.." pria itu memberikan kartu namanya
"Terima kasih" ucap felic tersenyum.
"sama-sama... eeh ngomong-ngomong kita belum kenalan" ucap pria itu.
"Nama saya Felicia, panggil saja felic" felic memperkenalkan diri
"Nama saya Aldo.. Senang bisa berkenalan" ucap pria itu
Felic hanya membalas dengan senyuman.
"Kalau begitu saya permisi" pamit felic
"Ah sial.. kenapa jantung ku berdetak kencang" gumam aldo dalam hati.
Tok tok tok..
"Cari siapa pak?" tanya maid
"Saya ingin bertemu dengan tuan thomas" ucap pria paruh baya itu..
"maaf pak.. sepertinya tuan thomas masih tidur" jawab maid tersebut
Pria itu nampak kecewa, dan mendudukan kepalanya.
"Siapa bella?" tanya seseorang
"Tuan thomas. bapak ini ingin bertemu anda" jelasnya
"Suruh masuk" ucap thomas.
Pria paruh baya itu pun masuk..
"Maaf kalau saya menganggu waktu anda" ucap pria itu.
"Tidak apa-apa.. bapak ini siapa? dan ada keperluan apa dengan saya?" tanya thomas sopan.
"Saya papa felic..
Deggg
__ADS_1
Jantung thomas berdetak kencang saat pria itu mengaku sebagai papa felic.
"Sebelum kesini saya sudah pergi ke perusahaan tuan, anak saya sudah 2 minggu tidak pulang.. dan saya dapat informasi kalau anak saya setelah resign pingsan dan di bawa oleh tuan thomas ke rumah sakit.." ucap papa felic
"Apa yang harus aku katakan" gumam thomas dalam hati.
"Pak sebelumnya saya ingin meminta maaf, sebenarnya....
"Sayangg ayo aku sudah siap....
Siapa bapak ini?" tanya tasya yang tiba-tiba muncul dari tangga.
"Ini papa mantan sekretaris ku...
Pak maaf seperti saya tidak bisa katakan sekarang.. saya akan menghubungi bapak, saya sedang ingin pergi" ucap thomas dengan sopan.
Lagi-lagi raut wajah papa felic terlihat kecewa, dia sudah kehilangan putri tunggalnya selama 2 minggu..
"Baiklah.. maaf sudah menganggu, kalau begitu saya permisi" pamit papa felic belalu keluar.
"berapa banyak dosa ku saat ini, maaf" gumam thomas dalam hati
"Sayang ayoo.." ucap thomas memecahkan lamunan thomas
"Ayo" jawab thomas
Hari ini thomas sudah berjanji kepada tasya untuk menemaninya berbelanja.
Sekitar 30 menit mereka telah tiba di sebuah mall besar yang ada di kota tersebut.
"Aku ke toilet bentar, kamu cari aja dulu apa yang kamu ingin beli.." ucap thomas
"Oke sayang.. mwahhh" tasya mengecup pipi thomas.
Thomas pun meninggalkan tasya menuju toilet.
"Felic kau dimana sebenarnya" thomas mengusap kasar wajahnya.
tut
tut
tut
"Apa sudah mendapatkan informasi tentang felic?" tanya thomas.
"belum tuan" jawabnya.
"Apa saja kau lakukan hahh !! sampai sekarang belum bisa menemukan 1 orang saja !!" bentak thomas.
"maaf tuan, saya akan mengerahkan semua anak buah saya untuk mencari nona felic"
"Seharusnya dari kemarin kau lakukan itu, segera temukan dia atau kau ku pecat !!" ancam thomas langsung memutuskan panggilan.
"Pekerjaan ku selalu menjadi taruhannya.. huhh" gumam gery
"Sayang apa kamu lapar?" ucap felic mengelus2 perutnya
"Ayo kita cari makan, tapi berjanjilah jangan membuat mommy memuntahkannya kembali.. kamu paham?"
Akhirnya felic memutuskan untuk makan di sebuah restoran..
"Saya pesan spaghetti seafood 1, Udang bakarnya 1, gurame asem manis 1, tumis brokoli 1, nasi putih 1.. hhmm puding coklatnya 1 dan jus alpukatnya 1.." felic memesan makanan yang membuat waiters itu melonggo
"Busetttt... orangnya cuma 1 tapi pesenannya banyak bangett" gumam waiters dalam hati
"Di tunggu yaa" ucap waiters tersebut
Felic hanya mengangguk.
Felic memainkan ponselnya sambil menunggu pesanannya. dan tanpa dia sadari ada sepasang mata yang sedang mengawasinya.
Ting.
Suara pesan masuk di ponsel thomas.
__ADS_1
Thomas membuka pesan tersebut. Terlihat foto felic yang sedang duduk memainkan ponselnya di sebuah restoran yang ternyata tidak jauh dari mall yang dia datangi.
"Tasya.. aku harus ke kantor ada urusan mendadak" ucap thomas
"Apa maksudmu ? kamu sudah berjanji untuk menemaniku thomas !" gerutu tasya.
"Tasya.. masih ada lain waktu, aku akan menemani mu. ajaklah teman mu kemari untuk menemani mu berbelanja, dan ini pakai kartu ku" thomas memberikan kartu kreditnya untuk tasya.
"Baiklah.. nanti di rumah aku kembalikan, terima kasih sayang ..mwahh" tasya mengecup pipi thomas.
Pesanan felic sudah datang.. dan felic menikmati makanan tersebut dengan sangat lahap.
"Anak mommy emang pinter" ucap felic yang merasa makan tanpa ada rasa mual
Tak lama muncul lah seorang pria dan menghampiri felic.
"Felic.." ucapnya
Felic refleks menoleh ke asal suara tersebut.
"felic" ucap pria itu lagi.
"Ada urusan apa pak thomas kemari?" tanya felic kepada pria itu yang ternyata adalah thomas.
Thomas langsung duduk di sebelah felic.
"Felic dengarkan saya... izinkan saya untuk bertanggung jawab, biar bagaimana pun dia juga darah daging saya" ucap thomas
Felic hanya diam tertunduk..
"Felic beberapa jam yang lalu papa kamu kerumah saya, dan menanyakan kamu yang sudah 2 minggu tidak pulang kerumah." ucap thomas
Felic lagi-lagi diam membisu tak terasa kini air matanya sudah mengalir deras.
"Apa bapak sadar? bapak sudah memiliki istri.. apa bapak mau menjadikan saya seorang simpanan?"
"Maafkan saya felic" ucap thomas.
"Sudahlah pak.. saya bisa membesarkan anak ini sendirian dan jangan pernah bapak muncul lagi di hadapan saya lagi."
"Kamu jangan egois felic, dia juga anak saya dan saya juga memiliki hak atasnya.. Setidaknya pikirkan orang tua mu felic.."
"Apa bapak ingin mengatakan kepada orang tua saya, kalau saya hamil anak bapak yang sudah memiliki istri? begitu maksud bapak?!"
"Bukan begitu maksud saya felic...
"Kemari!" teriak felic ke salah 1 waiters.
"Berapa semuanya?" tanya felic
"Totalnya 550rb nona" ucap waiters
Felic mengeluarkan dompetnya untuk membayar makanannya..
"Ini.. ambil saja kembaliannya" ucap thomas memberikan 6 lembar uang cash berwarna merah.
"Terima kasih tuann" ucap waiters itu tersenyum.
"ganteng dan baik hati, beruntung sekali nona itu" gumam waiters dalam hati.
"Saya akan mengganti uang bapak.. tidak perlu repot2" ucap felic berlalu pergi
Dengan cepat thomas menarik tangan felic.
"Lepasin.." felic mencoba melepaskan tangannya.
"Saya tidak akan menyerah felic.. saya akan memperjuangkan anak ini" thomas mengelus perut felic. dan sontak membuat felic sangat terkejut
plakkkk
felic menepis tangan thomas.
"Bapak apa-apaan sih, bapak sangat lancang menyentuh perut saya !!!" bentak felic yang membuat seisi restoran tersebut menolah kearah mereka.
**Jam segini baru bisa up, karna kerjaan autor di real numpuk😣
__ADS_1
Jangan lupa dukung autor dengan cara like & votenya.. makasih☺**