My Baby CEO

My Baby CEO
Noda


__ADS_3

Setelah Bryan pergi, Shea mengobrol dengan Selly dan Regan. Sedangkan Andrew dan Lana Maxton sibuk menerima ucapan selamat dari para tamu.


"Kamu cantik sekali Shea dengan gaun ini," puji Selly.


"Terimakasih, Kak." Shea tersenyum pada Selly saat berucap. "Kakak juga cantik," imbuh Shea.


"Terimakasih." Selly yang menerima pujian pun tersenyum.


Saat Sedang berbincang, Shea, Selly dan Regan, melihat Felix datang dan menghampiri mereka.


"Selamat Kak, atas ulang tahun perusahaan," ucap Felix seraya mengulurkan tangan pada Regan, dan beralih pada Selly.


"Terimakasih," jawab Selly dan Regan bergantian.


"Shea, kamu sudah datang?" tanya Felix saat melihat Shea.


"Iya."


"Mana Bryan?" Felix mengedarkan pandangan mencari Bryan.


"Dia sedang mengambil minum," jawab Shea.


"Aku rasa dia sudah cukup lama mengambil minum, kenapa dia belum kembali?" ucap Selly.


"Biar aku mencarinya, Kak." Shea yang merasa Bryan sudah cukup lama berniat mencarinya.


"Felix, temani Shea mencari Bryan!" Selly yang tidak tega Shea mencari Bryan sendiri pun meminta Felix menemani.


"Ayo," ajak Felix.


Shea pun mengangguk dan mengikuti Felix untuk mencari Bryan. Membelah kerumunan tamu yang berada di pesta, Shea dan Felix mencari Bryan.


"Sepertinya hubungan kalian sudah lebih baik?" tanya Felix saat mencari Bryan.


Shea menoleh saat Felix bertanya padanya. "Iya," jawab Shea.


"Apa itu artinya kalian akan mengakhiri surat perjanjian yang kalian buat."


Mendengar surat perjanjian yang di buat dirinya dan Bryan, Shea diam. "Kami belum sampai tahap itu."


"Apa kamu masih meragukannya?"


"Tidak, aku tidak meragukannya, tapi aku butuh waktu untuk meyakininya saja." Sebenarnya Shea melihat kesungguhan Bryan, tapi dalam waktu singkat mengambil kesimpulan jika Bryan benar-benar berubah bukanlah perkara mudah.


"Aku bukan membela Bryan, karena dia temanku, tapi aku melihat dia benar-benar mencintaimu."


"Dari mana kamu menyimpulkan dia mencintaiku?" Shea menoleh sedikit pada Felix.


"Aku mengenalnya jauh lebih dari Bryan mengenal dirinya sendiri. Jadi setiap perubahannya aku selalu tahu."


Shea hanya tersenyum mendengar ucapan Felix.


"Mungkin akan sulit menjalin hubungan dengan Bryan karena masa lalunya yang buruk, tapi aku harap kamu bisa menjalaninya." Felix menatap teduh pada Shea.


"Aku akan mencoba." Shea menyadari, ke depan akan sangat sulit menjalani hubungan dengan Bryan. Karena bisa saja, selama perjalanan hidup bersama Bryan, akan hadir wanita-wanita yang pernah singgah di ranjang Bryan. Tapi Shea sudah memberi kesempatan pada Bryan, jadi tidak ada salahnya di jalani.


Felix mengangguk. Felix yakin, jika Bryan bersama dengan Shea, Bryan akan berubah. Felix tahu persis bagaimana orang tua Bryan selalu berharap Bryan menjadi lebih baik.


Mengedarkan matanya, Felix dan Shea melanjutkan mencari keberadaan Bryan.


"Itu Bryan," ucap Shea saat melihat Bryan. Shea melihat Bryan sedang bersama dengan Erik.


"Rupanya mereka di sana," ucap Felix.


Felix dan Shea melangkah menghampiri Bryan yang sedang asik berbincang dengan Erik.


"Kalian di sini rupanya," ucap Felix. Felix menyapa Bryan dan Erik


Saat melihat Felix, yang datang dan menyapa, mata Bryan menatap seseorang di samping Felix. "Shea," panggil Bryan. Sejenak Bryan mengingat jika tadi dirinya berpamitan untuk mengambil minum, tapi dirinya urung mengambilkan minum untuk Shea saat bertemu dengan Erik.


"Kamu tega membiarkan Shea menunggumu mengambil minum," sindir Felix.


"Se, maaf aku tadi lupa." Bryan menatap Shea memelas, berharap Shea tidak akan marah, karena dirinya tidak kunjung kembali.


"Maaf Kakak ipar, tadi aku yang menghentikan langkah Bryan," potong Erik yang melihat perbincangan Bryan dan Shea.


"Tidak apa-apa," jawab Shea.


"Baiklah, tunggulah di sini aku akan ambilkan." Bryan langsung berlalu begitu saja untuk mengambilkan minum untuk Shea.


"Bry...." Shea ingin melarang Bryan, tapi sayangnya Bryan sudah berlalu begitu saja.


"Wah, sepertinya Bryan sudah luluh denganmu Kakak ipar?" Erik menatap Shea saat berucap.


Shea merasa salah tingkah saat Erik berucap padanya. Shea bingung harus menjawab apa, ucapan Erik.


"Dia akan menyusul Kak Regan, dan menjadi pria bodoh yang sering dia ucapkan untuk Kak Regan," ucap Felix seraya tertawa.


Oh, jadi Bryan sering mengatai Kak Regan pria bodoh, batin Shea.


Erik dan Felix pun tertawa saat meledek Bryan.


Bryan yang selesai mengambil minum pun kembali pada Shea. "Ini," ucap Bryan seraya menyerahkan minuman pada Shea.


"Terimakasih." Sebenarnya Shea tidak terlalu haus, tapi untuk menghargai Bryan, akhirnya Shea meminum minuman yang di bawa Bryan.


Felix dan Erik hanya saling pandang. Mereka tersenyum tipis saat melihat Bryan begitu perhatian dengan Shea.

__ADS_1


Bryan, Felix, Erik, melanjutkan berbincang sedangkan Shea hanya menjadi pendengar yang baik.


Saat sedang berbicang, tiba-tiba ada seorang wanita yang menghampiri mereka.


"Bryan," panggil seorang wanita dan menautkan pipinya ke pipi Bryan.


Bryan diam dan merasa kaget dengan wanita yang tiba-tiba datang dan menautkan pipi padanya. Mata Bryan beralih pada Shea yang juga diam. Bryan tidak bisa mengartikan kenapa Shea diam.


"Kamu juga di undang ya, kalau tahu kamu di undang, aku akan datang ke apartemenmu untuk pergi bersamamu." Wanita itu pun tanpa henti berucap pada Bryan.


"Apa dia salah satu wanita yang kamu pernah tiduri?" bisik Felix bertanya pada Bryan.


"Entahlah aku lupa," bisik Bryan.


Felix hanya mengeleng saat mendengar jawaban Bryan. Felix tahu sekali, jika Bryan hanya mengingat beberapa nama saja wanita yang dia tiduri.


"Hai, aku Felix, mau ikut minum denganku." Felix yang melihat keadaan Shea yang hanya diam, berniat membawa wanita di hadapan Bryan itu untuk pergi. Apa lagi Felix melihat jelas jika wanita itu begitu agresif.


"Tentu saja." Wanita itu pun tidak menolak ajakan Felix.


Bryan merasa lega saat melihat Felix sudah membawa wanita tadi pergi. Bryan merasa beruntung, saat Felix bisa mengendalikan suasana.


"Se," panggil Bryan. Bryan benar-benar bingung dengan sikap Shea yang diam.


"Carikan aku tisu," ucap Shea ketus.


"Untuk apa?" tanya Bryan, "sepertinya warna lipstikmu tidak menyala seperti tadi berangkat," lanjut Bryan. Bryan memperhatikan bibir Shea dan mendapati warna lipstik yang sudah mulai pudar


"Carikan saja," ucap Shea kesal.


"Oke, oke, aku akan mencarinya." Bryan pun berlalu dan mencari tisu. Menanyakan pada pelayan yang sedang lewat, akhrinya Bryan mendapatkan tisu yang di minta oleh Shea.


Kembali ke tempat Shea, Bryan menyerahkan tisu pada Shea. "Ini," ucap Bryan.


Tangan Shea langsung menerima tisu yang di berikan oleh Bryan. Dengan cepat, Shea mengusapkan tisu pada wajah Bryan. Shea berusaha menghapus sisa apapun itu yang menempel di wajah Bryan.


Entah kenapa Shea begitu kesal saat melihat ada wanita yang menautkan pipi pada Bryan. Tapi Shea sadar, jika hal itu adalah hal wajar bagi mereka kalangan atas. Apa lagi mengingat Bryan yang mengenal banyak wanita. Sudah pasti, Bryan akan mendapatkan hal itu. Tapi rasanya, Shea tidak terima.


Bryan membeku saat melihat apa yang di lakukan oleh Shea. Bryan melihat wajah Shea yang begitu kesal, saat mengusap pipinya. "Apa kamu cemburu?" tanya Bryan.


"Diam!" Tangan Shea berusaha mengusap wajah Bryan, dan tidak mau menjawab ucapan Bryan.


Mendapati jawaban dengan nada perintah dan penuh dengan kekesalan, Bryan malah menarik senyum tipis di wajahnya. Tanpa Shea jawab pun, Bryan bisa tahu, jika Shea sedang cemburu.


Aku senang saat kamu cemburu, paling tidak sudah ada rasa dihatimu sedikit untukku.


Bryan hanya bisa berkata dalam hatinya seraya memandangi wajah Shea. Wajah yang begitu tampak kesal.


"Bryan kenapa wajahmu?" Selly yang melihat Shea mengusap wajah Bryan pun bertanya.


Shea dan Bryan pun menoleh saat mendengar suara Selly. Shea langsung menghentikan kegiatannya menghapus sisa tautan pipi Bryan dan wanita tadi. "Tadi ada noda, Kak, jadi aku berusaha menghapusnya," ucap Shea. Shea berusaha menahan gemuruh di dalam hatinya.


"Noda masa lalu," ucap Shea melirik tajam pada Bryan.


Bryan hanya tersenyum melihat kekesalan Shea.


Selly yang mendengar jawaban Shea hanya mengerutkan dahinya. Dia bingung maksud dari ucapan Shea.


Erik yang dari tadi melihat drama di hadapannya hanya bisa tertawa kecil. Erik juga melihat bagaimana Selly yang begitu bingung dengan ucapan Shea.


"Kakak ipar, selamat untuk ulang tahun perusahaan," ucap Erik. Erik mencoba mengalihkan kebingungan Selly.


"Terimakasih, Rik." Selly pun tersenyum.


Mata Shea beralih pada seorang wanita di samping Selly. "Chika," ucap Shea menautkan pipi pada Chika.


"Kami tadi mencarimu," ucap Selly pada Shea. Selly yang tadi bertemu dengan Chika langsung berusaha untuk mencari Shea.


"Bryan, Erik, kenalkan ini Chika temanku." Shea memperkenalkan Chika pada Bryan dan Erik.


"Bryan," ucap Bryan, "waktu itu kita belum berkenalan," lanjut Bryan seraya mengulurkan tangan.


"Iya," ucap Chika. Chika mengingat jika pertama kali ke apartemen untuk mengantarkan baju untuk Shea, Chika melihat Bryan.


Chika pun beralih pada Erik.


"Erik." Erik mengulurkan tangan pada Chika.


"Ayo, acara utama akan di mulai." Selly pun mengajak semuanya untuk mengikuti acara utama yaitu pemotongan kue yang akan di lakukan oleh Regan, Selly, Adrew, dan Lana Maxton.


Saat duduk di acara, Bryan dan Shea melihat Melisa dan Daniel Adion. Shea dan Bryan pun menyapa dan ikut duduk. Chika dan Erik pun juga duduk bersama dengan Shea dan Bryan.


Acara begitu meriah. Sebelum acara utama di adakan, Regan memberikan sambutan dan ucapan terimakasih kepada karyawan yang sudah membantu memajukan perusahaan.


"Lihatlah, begitu hebat menantu kita," ucap Daniel pada Melisa. Daniel beralih pada Bryan. "Belajarlah dari kakakmu itu," ucapnya pada Bryan.


Bryan hanya diam saja saat papanya mengatakan untuk belajar dari Regan.


Shea yang berada di samping Bryan, merasa ada yang aneh dari ucapan papa mertuanya. Entah kenapa Shea menjadi tidak tega saat mertuanya itu mengatakan hal itu. Seolah dia sedang membandingkan putranya dengan menantunya.


Tangan Shea langsung mengenggam tangan Bryan. Mencoba memberikan semangat pada Bryan.


Bryan yang melihat Shea meraih tanggannya, langsung menoleh pada Shea. Walaupun Bryan tidak tahu apa maksud dari genggaman Shea. Tapi Bryan merasa sangat senang.


Saat pemotongan kue Maxton Company. Seluruh tamu undangan pun riuh bertepuk tangan, dan para tamu pun larut dalam pesta ulang tahun Maxton Company


***

__ADS_1


Setelah acara selesai, seluruh tamu undangan pun pulang.


"Kalian juga mau pulang?" tanya Melisa pada Shea dan Bryan.


"Iya, Ma, kasihan Shea pasti sangat lelah." Bryan pun menatap sejenak pada Shea dan kembali menatap mamanya.


"Ya, sudah kamu hati-hati, kalau begitu." Melisa membelai wajah Shea dan tersenyum.


"Iya, Ma," ucap Shea, "sampaikan maaf tidak bisa berpamitan langsung dengan keluarga Maxton," lanjut Shea.


"Iya, nanti mama sampaikan."


Bryan dan Shea pun meninggalkan Melisa dan Daniel Adion, yang masih akan menemui keluarga Maxton.


Melisa dan Daniel Adion pun menghampiri keluarga Maxton untuk berpamitan.


"Bryan dan Shea mana, Ma?" tanya Selly yang melihat mama dan papanya sendiri.


"Mereka sudah pulang," jawab Melisa.


"Apa mama tahu, sepertinya hubungan mereka jauh lebih baik," ucap Selly pada mamanya. Selly yang melihat bagaimana hubungan Shea dan Bryan, menyimpulkan jika hubungan mereka sudah jauh lebih baik.


"Mama juga melihat," jawab Melisa, "mama berharap mereka tidak akan berpisah," lanjut Melisa. Melisa masih berharap, jika perjanjian konyol antara Bryan dan Shea bisa berakhir.


"Iya, Selly juga berharap begitu."


Regan yang melihat pembicaran mertuanya dan istrinya hanya bisa diam dan mendengarkan. Senyum hanya tertarik sedikit di wajah Regan, saat istri dan mertuanya membahas Bryan dan Shea.


"Mama dan papa pulang dulu," ucap Melisa pada Selly.


"Iya, Ma, hati-hati."


Melisa dan Daniel Adion pun menghampiri Andrew dan Lana Maxton untuk berpamitan.


***


Regan dan Selly yang memutuskan menginap di hotel setelah selesai acara, langsung menuju ke kamar hotel yang sudah di pesannya.


"Apa kamu lihat jika hubungan Bryan dan Shea sudah lebih baik?" tanya Selly pada Regan.


"Apa kamu yakin?" Regan balik bertanya pada Selly.


"Dari yang aku lihat sepertinya begitu, tapi aku hanya takut Shea yang tidak akan sanggup." Selly tahu jika wanita yang bersama Bryan begitu banyak, dan pasti suatu saat akan ada waktunya dimana akan jadi masalah tersendiri untuk hubungan Shea dan Bryan.


"Kalau Shea mencintai Bryan, bukannya dia akan sanggup menjalaninya."


"Masalahnya, Shea tidak yakin dengan perasaannya."


"Biarkan saja Shea dan Bryan menjalani sendiri," ucap Regan. Regan yang membuka pintu kamar hotel langsung menarik lembut tangan Selly, masuk ke dalam kamar.


"Biarkan saja mereka menyelesaikan masalah hubungan mereka," ucap Regan mendorong Selly ke tembok setelah menutup pintu.


"Tapi...."


"Kita selesaikan saja urusan kita, dan biarkan mereka menyelesaikan urusan mereka sendiri," potong Regan saat Selly belum selesai berbicara. Regan langsung membenamkan bibirnya pada bibir Selly. Mencium rakus bibir istrinya itu, Regan tidak memberi celah Selly menghindar sama sekali.


"Tunggu," Selly mendorong Regan.


"Apa lagi?" Regan hanya bisa mendengus kesal, saat Selly melepaskan ciumannya.


"Apa Shea akan jatuh cinta pada Bryan?" tanya Selly.


Regan malas sekali Selly tidak hentinya membahas adiknya. "Kalau Shea tidak jatuh cinta pada Bryan, berarti dia jatuh cinta dengan yang lain," ucap Regan.


"Kenapa kamu bilang begitu?" tanya Selly.


"Kamu bertanya padaku, mana aku tahu," ucap Regan. Regan sudah frustasi saat Selly menghentikan aksinya.


"Iya, tapi Shea akan jatuh cinta pada siapa selain pada Bryan, dia kan hanya bertemu dengan Bryan saja."


"Apa kamu lupa dia juga bertemu denganku, siapa tahu dia juga jatuh cinta padaku," ucap Regan ketus.


"Kamu!" Selly membulatkan matanya saat mendengar ucapan Selly.


Regan tertawa melihat eksperesi Selly. "Maka hentikan membahas mereka, jika tidak mau aku bicara aneh," ucap Regan, "dan ayo selesaikan urusan kita." Regan membenamkam kembali bibirnya pada bibir Selly.


Selly tahu, jika suaminya akan membawanya kemana setelah ciuman ini. Membalas ciuman dari Regan, Selly menikmati sensasi dari kenikmatan yang di ciptakan oleh Regan.


.


.


.


.


.


Up jam 12 WIB


Jangan lupa like dan vote😃


AYO buat semangat authornya.


Like-nya WAJIB tapi kalau Vote seiklasnya aja


.

__ADS_1


.


__ADS_2