
~Budayakan like setelah membaca karna 1 jempol kalian sama dengan 1 dukungan buat autor❤..
Happy reading...~
"Jaga ucapan mu!" bentak felic
"Kau!" dinda tak terima di tampar oleh felic dan berniat membalas namun segera di halang oleh thomas
"Jika kau berani menampar istri saya,, maka akan saya pastikan besok tangan mu tidak berada di tempatnya" ucap thomas tegas
"istri? hah felic felic selain ****** kau juga seorang pelakor?" cibir dinda tanpa rasa takut
"Jangan pernah menyebut istri saya ****** ataupun pelakor! karna semua itu tidak benar!" bela thomas
"Mas.." ucap felic dengan sekujur tubuh yang sudah mulai berkeringat
Spontan thomas panik melihat felic yang sudah berkeringat dan pucat.
"Felic kamu ga papa? DOKTER!!" thomas panik
Seketika dokter dan perawat disana ikut merasa panik mendengar teriakan thomas.
Felic di bawa menggunakan kursi roda, sebelumnya thomas menghentikan langkahnya dan menatap tajam ke arah dinda yang sepeti tidak berdosa atas apa yang sudah dia lakukan.
"Jika terjadi apa-apa dengan anak dan istri saya, saya pastikan hidupmu tidak akan tenang!" ucap thomas dengan wajah merah padam
__ADS_1
Thomas berlari mencari keberadaan felic, setelah menemukan sang istri, thomas bisa melihat felic sedang berbaring dengan infus di tangannya.
"Dok gimana keadaan istri saya?" tanya thomas
"Istri tuan hanya mengalami syok, tapi ini tidak bisa di remehkan. Jadi saya mohon kepada tuan untuk selalu siap siaga, dan jangan sampai nyonya mengalami ini lagi atau stres yang berlebihan itu bisa memicu adanya keguguran" jelas dokter
"Terima kasih dok" ucap thomas
Setelah dokter pergi, thomas menghampiri felic yang sedang berbaring membelakangi dia, semakin mendekat semakin terdengar isak tangis felic.
"felic.." ucap thomas pelan
Hening.. hening.. tak ada jawaban, yang terdengar hanya isak tangisan felic
"Maafkan aku felic, ini semua salah aku andai saat itu aku tidak memutuskan untuk mabuk pasti semua ini tidak akan terjadi, tapi aku berjanji felic akan selalu membahagiakan kamu dan anak kita kelak, aku tidak pernah bermain-main dengan yang namanya rumah tangga, cukup 1 kali aku merasakan sakitnya saat gagal membina rumah tangga"
"hiks.. hikss.. apa benar aku penyebab hancur nya rumah tangga kamu? apa benar aku ini seorang pelakor?" ucap felic
"Harus berapa kali aku katakan felic, kamu bukan penyebab dari hancurnya rumah tangga ku bersama tasya, hanya saja waktunya bertepatan dengan masalah ku bersama tasya, jadi stop menganggap dirimu sebagai pelakor" jelas thomas
Felic terdiam mendengar ucapan thomas, walaupun hatinya masih berkecamuk namun dia tak ingin berbicara lagi.
"Istirahatlah sebentar sambil menunggu cairan infusmu habis" ucap thomas
"Apa kamu ingin makan sesuatu?" sambungnya
__ADS_1
"Aku tidak lapar" jawab felic namun perutnya berkata lain
kriukk kriukk
"Sejak kapan kau pandai berbohong?" thomas terkekeh
Lagi dan lagi wajah felic memanas menahan malu.
"hei perut kenapa kau tidak bisa di ajak kompromi" felic merutuki perutnya
"Aku ingin makan sushi" ucap felic
"tidak boleh! bukankah kemarin sudah aku katakan itu tidak baik untuk anak kita" ucap thomas
"Mas.. 1 kali ini aja.. ku mohonnn" ucap felic dengan wajah yang memelas
"tidak boleh! yang lain saja" keukeh thomas
"Aku tidak akan makan apapun sebelum mas membelikan ku sushi" felic pun tak mau kalah dari thomas
Thomas menghela nafasnya, kenapa istrinya sangat keras kepala ingin makan makanan yang tidak baik untuk anak mereka.
"kenapa kau sangat keras kepala hmm." ucao thomas
"Salahkan anak mu, yang sedari kemarin ingin makan sushi" ucap felic
__ADS_1
"Baiklah tapi ingat cukup hari ini, tidak ada hari esok dan seterusnya sampai anak kita lahir!" ucap thomas yang akhirnya mengalah karna felic sudah menyebut bahwa anaknya lah yang menginginkan sushi, ntah benar atau tidak hanya felic yang tau.
TBC