
Lama menatap ke arah mata coklat milik Christian, Shella akhirnya menganggukkan kepalanya dengan ragu. "Jadi, kita hanya perlu untuk memecahkan kacanya, kan?"
Christian menggerakkan bola matanya dengan gemas. "Of course, it is!"
Setelah melihat Shella yang hanya mengamati dirinya dalam diam, pria itu kembali melanjutkan pekerjaannya tadi yang sempat tertunda. Ia memanjat genteng tersebut dengan mudah dan untuk yang terakhir, pria itu hanya perlu menarik Shella untuk menaiki genteng ini bersamanya.
Tapi, sesaat setelah Christian sampai di atas genteng itu dan berniat untuk menjulurkan sebelah tangannya ke arah Shella, perempuan itu malah menggeleng cemas lagi. "Kurasa kita akan memakai rencana B saja," ucap Shella dan tidak menerima uluran tangan dari Christian, membuat pria itu mengerutkan dahinya heran.
"Dan, apa rencana B itu?" tanya Chrisitan dan hendak kembali turun dari genteng, namun dicegah oleh Shella. Perempuan itu tampak menggigit bibir bawahnya sedikit khawatir.
"Aku akan memancing mereka semua, sehingga kau bisa lebih leluasa untuk membebaskan para tahanan," ujar Shella, dan nyaris membuat isi kepala Christian langsung pecah karena pemikiran tidak logis dari perempuan satu ini. Shit? Is she crazy?
"Shella, kita tidak perlu melakukan ini. Balik ke rencana A saja, ya," bantah Christian dan hendak kembali turun dari atas genteng, tapi perempuan itu tetap saja tidak memberikannya tempat untuk turun ke tanah.
"Itu rencana yang paling baik," ucap Shella lagi, dan kali ini, ia memundurkan langkahnya ke arah belakang, sebelum bola matanya bergerak dan mengamati beberapa penjaga yang berada di depan sana. Para pria itu masih belum menyadari keberadaannya.
"Shella!" jerit Christian tertahan. Pria itu tidak habis pikir dengan rencana Shella. Apa maksudnya? Kenapa gadis itu ingin membahayakan nyawanya sendiri padahal rencana pertamanya sudah cukup jelas dan aman?
Shella beralih melirik Chrisitan yang tampak sudah menurunkan kakinya lagi, mungkin hendak turun dari atas genteng.
"Kau tahu betul jika genteng itu tidak mampu menahan berat badan kita yang sudah terbilang tidak ringan. Aku hanya akan memancing mereka dan kupastikan bahwa diriku akan kembali dengan selamat," bisik Shella dengan nada yang khawatir karena Christian menatapnya dengan tatapan tidak setuju.
__ADS_1
Tapi, sial, tatapan Christian yang terus terfokus pada diri Shella membuat dirinya tidak berhati-hati hingga tanpa sengaja menginjak sebuah kaleng kosong yang tergeletak di atas tanah.
Krek.
Bunyi tersebut terdengar membahana ke seluruh lingkungan rumah yang sepi itu, dan sudah pasti para penjaga di depan ataupun di belakang telah mendengar suara itu. Christian melotot dan tanpa dirinya sadari, tubuhnya langsung terjatuh dari atas genteng karena terpeleset, menciptakan suara yang amat keras dan gaduh melebihi kejadian yang pertama. Christian terhatam ke atas tanah begitu saja, membuat Shella yang melihatnya hanya meringis sendiri.
Dari kejauhan sana, gadis itu samar-samar dapat mendengar suara derap langkah kaki beberapa orang yang sepertinya sedang menuju ke arah mereka, membuat gadis itu hanya menghembuskan napas. Suara bisik-bisik seperti 'siapa di sana' dan 'suara apa itu' terdengar, bertepatan dengan derap langkah kaki yang semakin mendekat saja.
"Rencana B." Shella menggerakkan bibirnya tanpa suara ke arah Christian, dan belum sempat pria itu menangkap apa maksud dari gadis tersebut, Shella sudah bergerak menampilkan wajahnya di depan para penjaga.
Beruntungnya, Christian yang sigap langsung bersembunyi di balik tong besar terdekatnya, mengamati Shella dari kejauhan walaupun seluruh hatinya mulai menjerit khawatir terhadap gadis tersebut.
"Hey, big guy," seru Shella dan berhasil mengalihkan semua pandangan dari semua pria itu. Ia hanya tersenyum manis, walau tidak bisa dipungkiri jika jantungnya sudah berdetak dengan tidak karuan hingga tulang rusuknya terasa akan remuk seketika. Keringat dingin mulai bermunculan dan membasahi telapak tangan dan sekujur tubuhnya walau Shella sudah menyekanya beberapa kali.
Jangan takut, Shella. Kau hanya perlu berlari cepat untuk mencuri perhatian mereka semua.
Mantra itu terus diucapkannya di dalam hati, berusaha untuk tidak terlalu peduli dengan tatapan tajam yang telah para pria itu hujamkan ke arah dirinya.
Jangan takut, Shella. Kau hanya perlu berlari cepat untuk mencuri perhatian mereka semua.
Satu.
__ADS_1
Shella menarik napas sejenak.
Dua.
Ia menghembuskan napas.
Hingga, tiga.
Gadis itu akhirnya berteriak dengan seluruh energinya yang tersisa. "Kenapa kalian hanya berdiri termangu seperti itu? Terkejut melihat aku yang dengan beraninya muncul di depan sini? Jujur saja, kalian terlalu lemah karena tidak bisa menangkap seorang gadis sepertiku dan membawanya ke hadapan bos kalian!"
Tepat setelah Shella mengeluarkan seluruh kalimat ejekannya, ia langsung membalikkan tubuhnya dengan cepat dan sontak berlari terbirit-birit meninggalkan para pria tersebut.
Gadis itu menghilang di balik pepohonan dengan gerakan yang bisa terbilang cukup gesit.
Ya, Shella langsung mengerahkan seluruh tenaganya yang sudah tertinggal setengah karena telah terkuras sedikit beberapa menit yang lalu. Tidak bisa dipungkiri juga jika tumit di kakinya mulai berdenyut-denyut dan merasakan nyeri yang luar biasa karena telah terlalu dipaksakan.
"Apa yang kalian lakukan! Kejar dia! Jangan sampai dia berhasil lolos!" seru seseorang yang sepertinya adalah kepala dari semua pria itu, membuat mereka langsung mengangguk patuh dan mengikuti langkah Shella tadi. Sekitar sepuluh orang sampai lima belas orang mengikuti Shella, atau mungkin nyaris semua penjaga berhasil dipancing oleh gadis tersebut.
Beberapa menit kemudian, Christian yang dari tadi hanya terpaku kaget akibat aksi nekat Shella tadi kemudian melongokkan kepalanya keluar tong. Kedua matanya kemudian menelusuri sekitar lingkungan tersebut dengan cepat, sebelum mencebik tidak percaya karena tidak ada seorang pun yang berjaga di depan pintu rumah. Bebas akses!
Tapi, Christian lalu beralih menoleh ke arah jejak Shella yang tadinya sudah menghilang di balik pepohonan, sebelum bergumam di dalam hati. Bohong saja kalau kali ini ia tidak merasakan rasa cemas yang begitu melanda di dirinya.
__ADS_1
Kau pintar, Shella! Dan kuharap kau bisa selamat walau apapun yang akan terjadi padamu di dalam sana. Aku berjanji setelah menyelamatkan mereka, aku akan pergi mencarimu.