My Dangerous Boy

My Dangerous Boy
Part 24 - The Message


__ADS_3

TING


Suara ponsel milik Shella tiba-tiba berbunyi, membuat pemiliknya langsung membuka tas dan mengambil benda berpetak tersebut. Ia mengetik pin kunci ponselnya hingga terdengar suara terbuka, kemudian membuka sebuah pesan singkat yang baru saja dikirim oleh seseorang.


Shel, dad menyuruhku untuk pergi ke New York sekarang karena salah satu cabang perusahaan dad akan kupegang. Pesawatku juga sebentar lagi berangkat, so berbaik-baiklah di sana tanpaku. Kuharap kau cepat sembuh and see you soon. Oh ya, aku juga meminta dosenmu untuk menjaga dirimu, jadi kumohon bersikaplah lebih sopan kepada pria itu. Dia adalah pria yang baik, kok🤗.


- From Clara -


Shella membelalakan matanya ketika selesai membaca pesan itu. Jemarinya langsung mengetik dan membalas pesan itu dengan cepat.


APA? kau gila, Kak? Kenapa kau cepat sekali mempercayai pria itu dan meminta tolong kepadanya? Astaga, aku TIDAK MAU😤


Send.


Beberapa detik kemudian setelah ia membalas pesan itu.


TIDAK ADA BANTAHAN. KAU PIKIR KAU BISA BERLAKU SEENAK JIDATNYA HAH😡! AKU TADI SUDAH MENDENGAR SEMUA KELAKUANMU DARI DOSENMU. DAN JAUH DARI PEMIKIRANKU, TERNYATA KAU SUNGGUH TIDAK SOPAN SEKALI SAAT BERADA DI KAMPUS.


Gadis itu menahan napasnya, lalu mematikan ponselnya dengan kesal. Ia langsung membanting ponselnya di atas ranjang hingga benda itu sedikit terpental ke atas kemudian mengacak-acak rambutnya dengan frustasi.


Oh my lord, apa tadi pria itu barusan mengatakan semua hal pada kakaknya? Ini akan menjadi sangat tidak baik jika Zavier membocorkan tentang ia dan Aron serta kesalahpahaman itu.


Shit.


Lelaki itu benar-benar ingin meminta untuk dibunuh ternyata.


Ia akan menjadi gila sebentar lagi jika Zavier benar-benar membocorkan semua itu. Membayangkan bagaimana wajah terkejutnya Clara nanti dan ucapan mulut cerewetnya itu hanya membuat waktu meninggalnya Shella terasa semakin dekat saja.


"Dasar pria sialan, gila, bodoh---"

__ADS_1


Belum sempat Shella mengeluarkan semua sumpah serapahnya, bunyi telepon yang menandakan bahwa ada pesan masuk membuat gadis itu merutuk kesal.


Apa lagi kali ini?


Dengan gerakan malas, ia mengambil ponsel miliknya yang berada tak jauh jangkauannya. Namun, ia langsung mengernyit aneh ketika mendapati bahwa ada pesan dari nomor yang tidak dikenal masuk. Tanpa ragu, tangannya bergerak membuka pesan itu dan membacanya.


Jangan terlalu kasar pada pacarmu sendiri, itu sangat menyakitkan hatiku baby.


- From Your Love -


Badan Shella menggigil hebat, sedangkan mata birunya melirik cepat ke kiri dan ke kanan, berusaha menemukan siapa di balik dalang pesan ini. Ia menggengam erat ponsel miliknya tanpa memiliki niat untuk membalas pesan tersebut.


Ah ya, aku dosenmu jika kau ingin mengetahui siapa dalang yang menulis pesan ini. Jadi jangan terlalu takut begitu😙.


Mata Shella melotot lebar dan semakin bergerak gencar, berusaha menemukan dimana pria itu berada.


Well, beberapa pesan dari pria itu membuat Shella sedikit ketakutan. Bagaimana bisa dia mengetahui apa yang sedang dirinya lakukan? Astaga, itu mengerikan.


Ia akhirnya memutuskan untuk membalas pesan pria itu dengan jemari yang mengetik cepat.


Shella: Darimana kau tahu apa yang sedang kulakukan sekarang?


Zavier: Rahasia😏


Shella: Kau bukan manusia?


Setelah mengirim pesan itu, Shella kembali melirik ke sekitarnya. Mungkin saja ada tanda-tanda bayangan yang bergerak atau mengawasinya sekarang. Memikirkannya sungguh membuat dirinya semakin merasakan ketakutan tingkat tinggi.


Jangan-jangan... Lelaki itu beneran seorang iblis neraka?

__ADS_1


Zavier: Astaga baby, sepertinya kau terlalu banyak menonton film-film😣 Aku manusia juga, sama sepertimu, kok😳


Okay, membaca pesan itu akan membuatnya merinding dan mendirikan seluruh bulu kuduknya. Ia akhirnya memutuskan untuk langsung mematikan ponselnya, lalu meletakkan benda itu di atas nakas.


*****


Turner's mansion - Amerika, Los Angeles.


07:00 PM


Zavier melangkah masuk ke dalam mansionnya sembari terkekeh geli ketika melihat pesan terakhir yang dikirimkan oleh perempuan itu. Mata coklatnya kemudian beralih ke ponsel kiri, menatap lekat ke arah video yang tampak sedang menggambarkan seorang perempuan yang bergerak gelisah. Sepertinya Shella masih belum menyadari sesuatu yang aneh di sana.


Sebenarnya sebelum ia pergi tadi, beberapa waktu yang lalu lelaki itu telah memasang kamera CCTV di setiap sudut ruangan, lalu dilengkapi lagi dengan beberapa penyadap suara di tempat-tempat yang tidak bisa dicapai olehnya. Tidak hanya itu, Zavier juga membajak ponselnya tadi sehingga ia bisa mengetahui nomornya sekarang dan mengirimkan pesan padanya.


Memikirkan itu kembali sungguh membuat Zavier ingin terbahak, melihat bagaimana wajah raut bingung milik Shella tadi. Sungguh wajah yang polos dan imut.


Samar-samar pria itu tanpa sadar melengkungkan kedua sudut bibirnya ke atas, tersenyum kecil saat melihat tampilan hasil dari kamera. Tampak perempuan itu mulai berbaring kembali di atas ranjang dan menyelimuti dirinya sendiri. Sepertinya dia akan tertidur sebentar lagi.


Zavier kemudian beralih ke ponsel kanannya, lalu mengetikkan sesuatu di dalam sana.


Good night🙋‍♂️💙.


Send.


Merasa tidak ada hal penting lagi yang perlu dilihat, Zavier akhirnya mematikan kedua ponselnya yang berada pada masing-masing tangannya. Ia menguap lebar, sebelum akhirnya melangkah menuju ke tempat kerjanya dan mungkin akan menghabiskan beberapa jam di dalam sana lagi.


Let's get to work.


2 May 2020

__ADS_1


__ADS_2