My Dangerous Boy

My Dangerous Boy
Part 34 - The Cruel Girl


__ADS_3

"APA! Jadi kamar ini ternyata milikmu! Kenapa kau membawaku ke sini? Wah, rupanya sialan satu ini benar-benar minta dihajar," sahut Shella terkejut. Perempuan itu nyaris menjerit, namun ia masih bisa mengontrol dirinya.


Astaga, pantas saja ruangan ini memiliki aroma maskulin yang tidak asing baginya.


"Ya, aku memang membawamu ke sini. Kenapa?" tanya Zavier dengan tatapan polosnya.


"Oh c'mon, are you kidding me? God, I still can't believe this. What a great idea, you *******!" jerit Shella frustasi.


Ia menatap tajam ke arah Zavier, seakan-akan tatapannya akan berubah menjadi pisau dalam sekejap. "Kau pasti memiliki rencana untuk mencelakaiku, kan? Jika tidak, kenapa kau membawaku ke sini!"


Tiba-tiba, suara pintu yang terbuka membuat Shella membatalkan niatnya untuk memarahi pria itu. Mereka berdua secara bersamaan menoleh ke arah pintu.


Mata biru Shella kian menyipit, berusaha melihat dengan jelas siapa yang membuka pintu itu. Dan ia langsung membelalakan matanya ketika di ambang pintu sudah berdiri tegap seorang pria. Ia mengenal pria itu. Dia adalah adiknya si brengsek ini, Christian. Tentu saja Shella masih mengingatnya.


"Kenapa?" tanya Zavier dengan nada yang malas.


Christian juga ikut membelalakan matanya ketika mendapati bahwa ada dua orang manusia yang berada di dalam kamar kakaknya. Seorang perempuan dan seorang lelaki yang sekamar. Apa yang dilakukan oleh kakaknya?


"Kenapa Shella berada di sini?" tanyanya, menghiraukan pertanyaan Zavier tadi. "Apa yang kau lakukan dengannya, Kak?"


Okay, Zavier mulai kesal sekarang karena semua orang menjadi curiga padanya. Padahal ia adalah seorang pria yang baik, bukan pria brengsek seperti itu.


Gosh......

__ADS_1


"Aku tidak melakukan apa-apa," desahnya lelah.


Mendengar itu, Christian mengernyitkan dahinya curiga. "Yang benar?"


"Iya, astaga iya. Jadi kenapa kau ke sini? Jika tidak ada apa-apa, sebaliknya kau pergi keluar atau aku sendiri yang akan menendang bokongmu keluar. Aku tidak bercanda," ujar Zavier dengan nada dingin.


Christian memutar bola matanya dengan malas. "Dad datang. Ia sedang menunggumu di ruang kerjamu."


Shella menahan napas. Tanpa sadar, ia langsung menggigit bibir bawahnya takut. Matilah riwayatnya. Kenapa Zavier sialan ini membawanya ke sini? Ayah pria itu pasti akan berpikiran yang tidak-tidak jika melihatnya berada di dalam rumah Zavier. Dan yang lebih sialnya lagi, bagaimana nanti ia akan menjelaskan semuanya kepada ayah Zavier?


Tidak, tidak, Zavier yang harus bertanggung jawab karena telah membawanya ke sini.


Zavier mengangkat kedua alisnya, seolah-olah merasa takjub dengan ucapan Christian barusan."Oh ya? Tumben sekali dad datang kemari. Apa ada masalah?"


Zavier melirik ke arah Shella. Pipi gadis itu tampak bersemu merah karena ucapan adiknya barusan. Sial, ia merasa semakin kesal sekarang. Kenapa Shella merasa malu-malu ketika Christian mengatakan bahwa dia adalah seorang perempuan cantik?


Sedangkan dirinya malah mendapatkan kekerasan dan pelecehan hanya karena mengatakan Shella adalah pacarnya.


Oh, tidak bisa di percaya. Bagaimana bisa pesonanya dikalahan oleh pesona adiknya di depan Shella? Zavier benar-benar tidak memiliki harga diri lagi di depan perempuan ini.


"Katakan pada dad untuk tunggu sebentar. Aku akan pergi ke sana dalam 5 menit."


Christian spontan memberengut sebal. "Ayolah, Kak. Kenapa kau membawa Shella kemari?"

__ADS_1


"Sialan. Katakan saja pada dad untuk tunggulah sebentar. Kau jangan terlalu kepo untuk mengurusi urusanku. Just mind your own business!"


"Kurasa kau bisa menjelaskan tentang berita itu kepada dad nanti. Sampai jumpa. Dan Shella, jika kakakku berbuat macam-macam padamu, jangan ragu untuk langsung menghajarnya, ya. Aku mendukungmu, kok!"


"CHRISTIAN, KAU KELUAR SEKARANG JUGA!"


Christian langsung beranjak pergi, namun sebelumnya pria itu masih sempat-sempatnya memberikan kedipan mata kepada Shella. "Ingat perkataanku girl, hajar Zavier langsung jika ia berbuat yang tidak-tidak."


Zavier mengumpat kesal, bersamaan dengan suara pintu yang ditutup oleh adiknya.


Pria itu beranjak dari sofa dan menuju ke arah Shella. Ia menghela napas kesal ketika melihat gadis itu masih saja merona di tempatnya.


"Hei, jangan merona seperti itu. Hatiku menjadi sakit melihatnya," ujar Zavier dan menepuk pelan pundak gadis itu.


Shella sontak tersadar. Ia langsung menoleh dan menatap tajam ke arah Zavier. Ia menunjukkan jari tengahnya ke arah pria itu sembari mengucapkan, "**** you! Don't touch me!"


Zavier terkekeh geli seraya memegangi jari tengah Shella dan menganggukan kepalanya. "I know. I have it, girl."


Namun, wajah Zavier langsung memucat ketika melihat gerakan Shella selanjutnya. Gadis itu tampak mengangkat tangan kanannya dan seperti membentuk sebuah gunting menggunakan jari telunjuk serta jari tengahnya. Kemudian, ia menggerakkan kedua jarinya, seolah-olah sedang memotong jari tengahnya yang berada di tangan kiri. "I will cut your balls!"


"Benar-benar kejam," gumam Zavier seraya menggerutu.


7 May 2020

__ADS_1


__ADS_2