My Dangerous Boy

My Dangerous Boy
Part 112 - Find Shella


__ADS_3

Satu jam kemudian...


Christian menggigit bibir bawahnya dengan cemas. Tapi, bukan hanya dirinya, nyaris semua orang yang berada di dekatnya juga melakukan hal yang sama. Mereka bersama-sama mengkhawatirkan hal yang sama, yaitu seorang gadis yang sampai saat ini belum muncul juga batang hidungnya.


Zavier melirik ke arah arlojinya, sebelum mengumpat kasar ke arah udara, membuang seluruh rasa kesal yang melandanya sesaat setelah beberapa detik yang lalu ia keluar dari penyekapan mengenaskan tadi.


Pria itu kemudian melirik ke arah adiknya yang tampak berjalan paling depan dari gerombolan payah ini, lalu memijit hidungnya yang Zavier tahu jika Christian juga sama cemasnya dengan dirinya.


"Aku membiarkannya pergi," gumam Christian merasa khawatir. "Ini salahku."


Kalimat itu terus digumamkan oleh Christian selama beberapa detik, membuat Zavier ingin menonjok wajah adiknya sekarang juga. Hey! Tidak usah diungkit lagi!!


Ya, semuanya terjadi begitu cepat. Beberapa waktu yang lalu, dirinya yang masih tengah dirantai saat itu dikejutkan oleh kedatangan adiknya yang membuka pintu ruangan. Saat itu, keadaan Christian tampak sangat kotor karena terciprat oleh beberapa tetes darah. Tapi, dengan senyuman yang sombong, pria itu menunjukkan kunci rantai yang berada di genggamnya dan segera membuka semua rantai yang membelengu diri mereka.


Kaget. Tentu saja Zavier kaget. Dan tidak berhenti sampai disitu, bahkan para penjaga di rumah ini hilang bagaikan di telan bumi saat mereka beranjak keluar.


Tapi, sepersekian detik selanjutnya, Franklin kemudian datang ke depan mereka dengan wajah yang berubah menjadi pucat pasi karena melihat tahanannya sudah terlepas, sebelum pria gendut lemah itu pergi meloloskan diri terlebih dahulu ke dalam hutan karena takut Zavier akan menangkapnya.


Menyedihkan, bukan?

__ADS_1


Hingga, di saat itulah juga, Christian dengan raut wajah bersalahnya menceritakan semua kejadian tentang di mana Shella pergi dan apa yang gadis itu perbuat beberapa waktu yang lalu. Zavier yang mendengar semuanya nyaris meninju wajah adiknya kalau saja Andrew dan Aron tidak menahannya saat itu.


Oh, adiknya yang sungguh pintar ini membiarkan seorang gadis lemah sebagai seorang pancingan?  Hey, seharusnya Christian yang memancing para penjaga itu, bukan Shella. Tidak apa-apa jika pria itu terluka, asal jangan mati saja.


Hahaha, sungguh kejam sekali dirimu, Zavier. Sisi lain dari dirinya berteriak menertawakan dirinya sendiri.


Okay, hentikan pemikiranmu yang sudah bercabang-bacang! Dan, balik lagi ke masalah sekarang, Si Gendut dan Si Cintanya menghilang.


Apa yang bisa ia lakukan? Tidak ada ponsel, tidak ada tanda-tanda orang lain, dan yang lebih parahnya lagi, sudah lebih dari tiga puluh menit mereka berjalan di tengah hutan untuk mencari Shella.


Zavier hanya takut jika Franklin tanpa sengaja bertemu dengan Shella di dalam hutan ini, lalu pria itu tiba-tiba bersikeras untuk menahan gadis tersebut sebagai tahanan di hadapan mereka, atau lebih ekstrimnya lagi, membunuhnya. Atau, mungkinkah Shella terjatuh ke jurang? Atau, para penjaga yang dipancing oleh Shella berhasil menangkap dirinya? Memikirkan hal itu hanya membuat mood Zavier langsung terjatuh ke pelosok lubang yang dalam.


Bulu kuduknya merinding tidak karuan sekarang.


Tentang Christian, sebenarnya Zavier juga tidak bisa menyalahkan adiknya sendiri karena ini adalah murni dari keinginan dari Shella.


Astaga, hanya saja, kenapa perempuan itu berniat untuk membahayakan nyawanya sendiri?


Otak Zavier benar-benar buntu. Tidak mau frustasi lebih lama lagi, mata coklatnya kemudian bergerak-gerak menelisik pepohonan yang berada di sekitarnya seraya terus melangkah tanpa henti. Tanpa sadar, ia kembali mendesah kesal ke udara. Hatinya terasa cemas.

__ADS_1


Pria itu akhirnya menggelengkan kepalanya pelan, menghapuskan semua hal negative yang sedang berkeliaran dengan liar di dalam otaknya. Shella pintar dan dirinya tahu itu.


"Maaf." Suara itu terdengar, membelah keheningan yang cukup lama tercipta di dalam perjalanan yang membosankan ini. Zavier menoleh ke arah Zaviera yang tampak hanya menatapnya dengan nanar.


"Aku minta maaf atas apa yang kuperbuat," lirih Zaviera lagi dan menunduk menatap tanah, sementara Andrew yang berada di sampingnya hanya semakin mengeratkan pelukannya pada gadis tersebut.


"Hei, ada apa?" Sebagai kakak yang baik walau ia tidak senang dengan hubungan Andrew dan adiknya, ia berujar dengan lembut, tapi tidak bisa dipungkiri jika tatapan tajamnya langsung menghunus ke lengan Andrew yang sedang memeluk Zaviera. Semua langkah manusia di sana terhenti dengan semua kepala yang menoleh ke arah gadis tersebut.


"Ini semua karenaku! Tembakan di apartemen tadi pagi, kejadian pabrikmu yang akan kubakar, kecelakaan mobil dulu yang membuat Shella masuk ke dalam rumah sakit, dan--, seandainya saja aku tahu semua ini, a--aku--"


Ucapan Zaviera yang tercekat terpotong kala Andrew membalikkan tubuhnya ke arah pria itu, sebelum ia langsung mendaratkan bibir panasnya ke bibir Zaviera, membungkam semua kalimat laknat tersebut. Air mata sukses lolos dari pelupuk mata Zaviera seraya menatap ke arah Andrew, kemudian mengalungkan kedua tangannya ke leher pria itu dan semakin membalas ciuman panas dari Andrew.


Pria itu hanya tersenyum di dalam aksinya, lalu mengangkat tubuh Zaviera dengan mudah dan memeluknya tanpa melepaskan ciuman mereka. Saling ******* dan menghantarkan hawa yang sungguh panas bagi orang-orang sekitar yang sedang menatapnya. Salah satunya adalah Zavier. Ia menatap tajam kedua orang yang tak tahu malu itu, sebelum mengerang panjang ketika membayangkan bahwa dirinya bisa berciuman dengan Shella seperti itu.


Ah, jangankan di tingkat level panas ini, asal Shella mau menerima tempelan mulutnya saja tidak apa-apa.


Jangan berpikiran mesum, Zavier! Seru sisi lain dari dirinya, berusaha membuat Zavier untuk tetap terfokus pada keadaan.


Lagipula, ini semua bukan salah Zaviera. Perempuan itu hanya tidak tahu apa-apa. Tentu saja, ini kesalahan Franklin, Si Tubuh Gemuk Yang Kelebihan Lemak itu.

__ADS_1


__ADS_2