My Dangerous Boy

My Dangerous Boy
Part 43 - Stupid Zavier (1)


__ADS_3

Zavier bergidik ngeri, sedangkan matanya melotot hingga rasanya akan keluar dari tempatnya saat itu juga. "APA, DADDY MENYUKAINYA?" pekiknya dengan keras dan histeris.


Ia melongo dan menatap ke arah Clayton dengan tatapan tidak percayanya. Apa? Seorang pria tua yang bangka menyukai seorang gadis yang bahkan baru berumur 22 tahun?


****...


Clayton membalas pekikan Zavier dengan tenang. "Kenapa?" tanyanya seolah-olah itu merupakan hal yang sepele.


"Daddy mau merebutnya dariku?" pekik Zavier dengan nada yang semakin keras.


"Nadamu sungguh keras sekali, boy," ringis Clayton sembari mengusap-usap kedua telinganya. "Lihat! Bahkan air liurmu muncrat ke wajah daddy. Astaga."


"Daddy menyukainya. Lalu ingin menikahinya? Begitu? Membuat Zavier patah hati di sini? Merampasnya dariku dan menjauhiku?" Zavier kembali bertanya secara beruntun, menghiraukan semua umpatan daddynya karena telah memuncratkan air liur miliknya.


Oh my god?


Pada detik selanjutnya, Clayton terbahak keras. Terlalu kerasnya hingga membuat seluruh penjuru mansion mendengar suara tawanya. Zavier mengernyitkan dahinya heran, melihat ayahnya yang entah kenapa menjadi sedikit tidak waras sekarang.


"Oh, really Zavier? Apa otakmu sudah miring sebelah hingga menjadi *****?" kekeh Clayton dan memandangi Zavier yang hanya memiringkan kepalanya dengan heran.


"Kenapa? Kurasa aku masih waras," jawab Zavier dengan polosnya.

__ADS_1


"Lord, kupikir kau sudah mengerti dengan maksud daddymu. Tapi, ternyata tidak. Maksud dad, aku menyukai kepribadian Shella, bukan jatuh cinta padanya. Perempuan itu pandai sekali mengambil hatiku, jadi kalau kau ingin menikahinya, aku mungkin akan langsung merestui hubungan kalian," ucap Clayton dan diakhiri dengan kedipan sebelah matanya.


"Dan kurasa kau tadi telah salahpaham pada kalimatku hingga membuat Zavierku menjadi sedikit cemburu. Tenang, aku tidak merampasnya dan membuatnya jauh darimu, kecuali kau sendiri yang menjauh darinya," tambah Clayton lagi dan kembali menyesap kopinya.


Setelah ia menelan cairan pahit itu, pria paruh baya tersebut kembali melanjutkan perkataannya yang belum selesai.


"Kuharap kau belum menganggap daddymu ini sebagai saingan terbesarmu. Harus daddy akui jika perempuan itu memiliki pesona yang lebih kuat dibanding dengan dirimu," puji Clayton dengan mata yang berbinar.


Zavier meneguk salivanya geram ketika daddynya telah selesai mengoceh. Okay, ia merasa sungguh terhina sekarang.


Bagaimana bisa daddynya sendiri memuji perempuan sinting itu di depannya? Ditambah lagi dengan mata berbinar-binar itu membuat harga diri Zavier langsung menghilang di balik selokan kotor.


Zavier tampan, kaya, berotot, baik hati, dan tentunya memiliki pesona yang selalu bertebaran di mana-mana. Sementara perempuan itu hanya pendek, lumayan cantik, lumayan pintar, keras kepala, temperamen, dan tidak memiliki belas kasihan pun.


Geez....


"Aku tidak cemburu. Siapa bilang aku cemburu padanya," sahut Zavier dan menggerakan matanya kesana kemari, berusaha menghindari kontak mata langsung dengan daddynya.


Tidak mungkin ia mengiyakan perkataan ayahnya bahwa ia sedang 'cemburu' sekarang. Dan tunggu, apa ini yang baru namanya cemburu?


"Sikapmu yang mengatakan demikian. Lagipula, daddy sudah tahu jika kau telah jatuh ke dalam pesonanya begitu dalam. Ayolah, kejarlah dia. Aku akan mendukungmu dari belakang," ujar Clayton kembali sembari mengerlingkan sebelah matanya lagi.

__ADS_1


"Oh, c'mon daddy. What's wrong with you?" Zavier memberengut kesal.


"Hmm..." Clayton hanya mengedikkan bahunya. "Oh ya, adikmu akan mengikutiku pergi ke New York besok."


Zavier sontak terlonjak senang di tempat duduknya. Ia mencondongkan badannya ke depan dan memandangi ayahnya dengan gembira. "Yang benar saja? Tapi kenapa?"


"Ck, apa kau tidak sadar jika tadi Christian tidak pergi ke kampus untuk bekerja? Dia tidak mau menjadi cleaning service di kampus milik daddy. Dia ingin memulai sesuatu yang baru, jadi daddy menyarankannya untuk memulai hal baru dari New York."


"Wow, amazing. Cepatlah pergi, aku sungguh muak dengan tingkah kanak-kanaknya. Lagipula ia tidak mungkin selamanya pengangguran tanpa mengerjakan apapun," sahut Zavier dan bersorak senang.


"Ya, dan katanya, dia sudah menyukai seseorang dan ingin sekali mengejarnya. Daddy sungguh penasaran dengan siapa yang membuatnya ingin bekerja keras sekarang," ucap Clayton dan menggeleng-gelengkan kepalanya, menyadari bahwa kedua anaknya sudah dewasa dan telah menyukai seseorang.


Mendengar itu langsung membuat raut wajah Zavier lantas berubah menjadi kusam.


That *******, rutuk Zavier dalam hati.


Sepertinya aku harus bersaing dengan Christian lagi untuk memperebutkan seorang wanita. Sialan kau, Christian brengsek.


Zavier yakin jika adiknya itu menyukai Shella dan bukan perempuan yang lain. Karena dalam seumur hidupnya ini, pria kekanak-kanakan yang tampak menyedihkan itu hanya tahu bagaimana caranya bermain wanita, bukan melihat seorang wanita dengan tatapan yang berbinar-binar, seperti saat kepada Shella.


7 May 2020

__ADS_1


__ADS_2