My Dangerous Boy

My Dangerous Boy
Part 58 - In His Car


__ADS_3

Setelah itu, ia bangkit dan membiarkan Aron yang tampak kesakitan di tanah. Zavier menuju ke arah Shella, memandang datar ke arah gadis itu, sebelum menarik pergelangan Shella dan pergi meninggalkan taman.


Ia lalu mendorong gadis tersebut masuk ke dalam kursi penumpang mobilnya, kemudian ia sendiri berjalan berputar dan duduk di balik kemudi.


"Kau mau membawaku ke mana?" tanya Shella dengan hati-hati. Matanya melirik ke arah Zavier yang tampak sedang menggenggam erat setirnya sembari menggertakkan giginya.


"Aku tidak tahu," sahut Zavier sekenanya.


Shella mengerutkan dahinya. "Jadi sekarang, kau sedang menyetir menuju ke mana?"


"Entahlah. Aku sedang malas berpikir."


"Yang benar saja, Zavier!" pekik Shella kesal.


Zavier melirik ke arah Shella, sebelum sebuah senyuman nakal tersungging di wajah tampannya. Ia tiba-tiba kepikiran sesuatu. "Kurasa kita akan menuju ke salah satu hotel di dalam kota ini."


"Untuk apa kita ke sana?"


Zavier menjilat bibirnya yang tiba-tiba terasa kering untuk sejenak. "Mungkin kita bisa melakukan sesuatu di dalam kamar sana?"


Shella lantas membelalakan matanya. Ia kemudian mendelik jengkel dan memutar kedua bola matanya.


"In your dream, pretty boy," tukasnya dan memukul bahu Zavier dengan keras. Pria itu tampak meringis sebentar, sebelum tiba-tiba tertawa dan menatap Shella dengan kilatan jahilnya.


"Aku sudah bersiap dan bisa memulai hal itu kapan saja," ujar Zavier dan terbahak keras.


"Hal apa?"


"Mungkin jika kau tidak menyukai hotel. Kita bisa melakukannya di dalam mobilku ini, mencoba sensasi baru yang tidak pernah ak--"


Khayalan dan ucapan Zavier terpotong, digantikan dengan ringisan menyakitkan yang keluar dari bibirnya.


"Kau benar-benar tidak sopan," sahut Shella dan menjambak rambut coklat milik Zavier dengan kuat.

__ADS_1


"Kau benar-benar ingin membuat kita kecelakaan di sini?" sahut Zavier balik, membuat Shella langsung menghentikan jambakkannya dengan enggan dan menatap pria itu dengan kesal.


"Lagipula, aku sudah bosan dengan ranjangku. Sepertinya sensasi itu akan lebih nikmat jika kita melakukannya di dalam mobil, kan?" tambah Zavier yang masih belum puas. Ia terkekeh kecil.


"..."


"Betul, kan?"


"..."


"Sepertinya kau setuju denganku juga. Ayo, kita lakukan hal itu sekarang. Aku sudah sangat tidak sabar."


"..."


Zavier mengerutkan dahinya. Ia menoleh ke arah Shella yang sedang melihat ke arah luar jendela. Pria itu kemudian menghentikan mobilnya di tepi jalan, lalu melepaskan seatbeltnya.


"Mau apa kau?" tanya Shella terkaget dan menoleh. Ia spontan menyilangkan kedua lengannya di depan dada, membuat tameng jika pria itu tiba-tiba saja menyerang dirinya kapan saja.


"Apa kau bilang?" sahut Shella dan mendelik tajam ke arah Zavier.


"Ukuran dadamu, terlihat begitu kecil bagiku," ujarnya, mengulangi perkataannya tadi dengan sedikit lebih lambat.


Semua itu berbohong. Tentu saja, bahkan hanya dengan melihat Shella menyilangkan lengan di depan dadanya, Zavier semakin tidak bisa menahan gejolak di dalam dirinya lagi.


"Mana ada," elak Shella langsung.


Zavier mengangkat kedua alisnya dengan tertarik. "Oh ya?"


"I--iya," sahut Shella dan semakin merapatkan silangan tangannya.


"Kalau begitu, buktikan sekarang. Aku ingin melihat ukurannya."


"Oke," jawab Shella dengan cepat tanpa berpikir terlebih dahulu. Namun, ia langsung menutup mulutnya begitu menyadari apa yang baru saja ia ucapkan.

__ADS_1


"E--eh, maksudk--"


"Hmm? Aku ingin melihatnya sekarang."


"APA? Ti--tidak," jawab Shella kembali dan semakin gugup di tempatnya.


"Kenapa?"


Shella menggigit bibir bawahnya dan terus merutuki apa yang baru saja ia ucapkan tadi.


"Lupakan saja apa yang baru aku katakan tadi," ucap Shella pada akhirnya.


"Kenapa?"


"Tidak."


"Kau malu karena dadamu itu terlalu kecil?" tanya Zavier seraya menahan tawanya yang nyaris menyembur keluar.


"Diamlah, dasar **** mesum," rutuk Shella dan mengerucutkan bibirnya.


Zavier mengulum senyum. "Kurasa itu benar."


Pipi Shella merona dan ia langsung memalingkan wajahnya.


Zavier hanya menatap ke arah Shella, sebelum ia bergerak memegangi bahu gadis itu dan kembali memutar badan mungil tersebut ke arahnya.


"Kenapa?" tanya Shella sembari mendengus.


Zavier menatap lekat ke arah mata biru milik Shella, lalu mengarahkan tatapannya ke bibir merah merekah itu.


Hingga di detik selanjutnya, ia langsung menempelkan bibirnya ke bibir Shella, membuat perempuan itu terbelalak kaget karena aksinya.


8 May 2020

__ADS_1


__ADS_2