My Dangerous Boy

My Dangerous Boy
Part 47 - His Dirty Mind (2)


__ADS_3

Zavier memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana sembari menatap rumah Shella dengan pandangan tidak percaya. Dirinya sekarang sedang berdiri menyedihkan di depan gerbang rumah seperti orang bodoh, dimana Shella dengan kejamnya menolak kebaikan yang ia tawar.


Great, dia baru saja diusir dari rumah gadis itu.


But, who cares?


Zavier tiba-tiba tersenyum mencemooh ke arah gerbang itu, membuat orang-orang yang sedang berlalu lalang melihatnya dengan aneh. Dasar orang gila.


Gadis seksi itu masih belum mengetahui berapa banyak kunci yang telah ia duplikat kemarin. Sehingga mulai sekarang, Zavier bisa memasuki rumah itu kapan pun yang ia mau. Lagipula, kekesalan Zavier menguap begitu saja mengingat ia telah menonton gratis keadaan Shella tadi.


Bagaimana jika ia menculik Shella lalu menyekapnya di dalam kamar? Kemudian, ia akan--


Shit, not good. Pikiran jorokmu mulai melayang kembali Zavier. Sisi lain dari tubuhnya langsung memekik keras, menyadarkan Zavier dari khayalan-khayalannya yang mulai memuncak itu.


Zavier mengerjap. Ia melotot secara tiba-tiba dan memukul keningnya sendiri dengan menggunakan tangan kanan. Bagaimana kau bisa menjadi seliar ini Zavier?


Karena kau telah menyukai perempuan itu. Akui saja. Sisi lain darinya kembali berteriak, membuat Zavier langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.


Tidak.

__ADS_1


Zavier memundurkan langkahnya selangkah sembari menahan hasratnya yang tiba-tiba memuncak.


Tidak baik. Tidak baik. Tidak baik.


Zavier beranjak pergi dari tempat terkutuk yang telah membuatnya harus menahan hasrat dengan sedikit tergesa. Ia menyalakan mobil merahnya dan langsung melesat pergi, membelah jalanan yang dilaluinya dengan secepat kilat.


Lekuk tubuh milik perempuan itu terlihat sangat menggoda, Zavier. Sisi lain dari dirinya kembali menggodanya saat ia sedang berusaha untuk fokus menyetir mobil.


"Sial," gerutu Zavier. Ia menggenggam erat setirnya sembari berusaha untuk tetap melihat ke depan jalan.


Ting.


Ah, ternyata kau suka pada perempuan itu. Gimana yah jadinya, kalau orang yang kau cintai itu direbut olehku secara tiba-tiba? Hmm.. sasaran yang empuk.


Ia membaca kata demi kata itu dengan tatapan yang masih terfokus pada jalanan depan. Namun, tiba-tiba tangannya menggenggam erat ponselnya sembari menggertakkan gigi setelah selesai membacanya. Zavier mengeraskan rahangnya dan menatap tajam pesan itu.


Nomor yang tidak dikenalnya itu kembali mengirim sebuah gambar padanya. Sehingga mau tidak mau, ia membuka gambar itu dengan sedikit curiga.


Di detik selanjutnya, Zavier langsung melebarkan matanya. Gambar itu adalah gambar plat mobilnya yang difoto dari arah belakang, yang dimana artinya orang itu telah berada di belakangnya.

__ADS_1


Ia melirik ke arah kaca spion dan di sana, terdapat dua mobil bersedan hitam yang mencolok dan langsung ditangkap oleh matanya.


Damn it. Ternyata dia telah diikuti oleh seseorang semenjak dirinya pergi keluar dari mansion. Bagaimana orang itu bisa mengetahui tentang dirinya?


Shocked, huh?


Pesan terakhir itu membuat Zavier langsung marah. Ia membanting ponselnya ke kursi penumpang bagian belakang dan mulai menancapkan gas mobilnya. Ia kembali melirik ke arah belakang, melihat dua mobil itu yang terus membuntutinya juga dengan kecepatan yang hampir setara dengannya.


Zavier membanting setir ke kiri, memasuki gang sempit yang dipenuhi dengan sampah. Kecepatan mobilnya semakin ia tambah, membuat kedua mobil yang masih berada di belakangnya juga ikut menancap gas.


Dor.


Dor.


Suara peluru yang ditembakkan membuat Zavier tersentak kaget sejenak di balik kemudi. Lalu, dengan cepat ia langsung tersadar dengan suara itu dan sontak meremas setirnya dengan kesal.


What the ****, mobil merah lamborghini miliknya telah ditembak dari arah belakang. Mobil yang paling ia sayangi itu.


Wah, orang ini benar-benar telah membuatnya murka.

__ADS_1


7 May 2020


__ADS_2