My Dangerous Boy

My Dangerous Boy
Part 89 - A Message From Unknown Number


__ADS_3

No! Ia sudah mengirim pesan itu.


Dan, ia tidak bisa menghapusnya lagi...


Shella menutup ponselnya, kemudian mengambil bantal empuknya dan langsung saja menyembunyikan seluruh wajahnya ke dalam benda itu. Ia meringis kesal seraya menggulingkan tubuhnya kesana kemari.


Geez...


Sebenarnya, beberapa waktu yang lalu saat Zavier mengajaknya ke dalam apartemen tadi, mulutnya sudah terasa sangat gatal untuk segera menanyakan sesuatu. Ia yakin sekali jika pria itu bukanlah pria yang pada umumnya. Aura misteriusnya terus terpancar dengan kuat setiap kali Shella berada di dekatnya.


Dan, sudah pasti pertanyaan itu terus terngiang-ngiang di pikirannya tanpa henti semenjak ia bertemu dengan Zavier.


Pria itu sebenarnya siapa?


Bahkan Zavier terkadang terlihat seperti orang itu. Memang sudah beberapa kali Shella berusaha mengenyahkan pemikirannya yang sungguh tidak logis tersebut, namun ia tetap tidak bisa dan usahanya tidak membuahkan hasil. Kenapa juga harus Zavier yang nyaris terlihat sama dengan orang yang telah membunuh adiknya?


Shella kemudian mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela dan terus merenung. Mata birunya menatap ke arah jalanan sepi yang berada di depan rumahnya. Namun, ia kembali tersenyum sendu ketika kembali mengingat kejadian itu.


Kenapa juga jalanan sepi yang berada di depan rumahnya ini harus sama persis dengan jalanan yang berada di kota New York? Bahkan beberapa pohon di sekitar jalan kota kelahirannya juga nyaris sama dengan saat ia sedang berada di Los Angeles.

__ADS_1


Oh my god!


Shella spontan memijit pelipisnya. Mimpi buruknya, kenapa ia harus terpikir dengan hal itu setiap kali dirinya berada di dekat Zavier ataupun saat ia sedang memikirkan pria itu?


Hingga sekarang, itulah tanda tanya terbesar di dalam benaknya. Mungkinkah Zavier dan adiknya yang telah meninggal itu memiliki suatu hubungan misterius? Ugh...


Menurutnya, Zaviera adalah nama yang sungguh mewah dan sepatah kata indah itulah yang diberikan kepada adiknya. Yah, dulu, saat adiknya masih hidup, ia sering sekali menyebutnya sebagai small Zaviera or little cute Zaviera.


Harus diakui jika William atau daddynya-lah yang pandai memberikan nama itu kepada adiknya. Entah darimana pria tersebut menemukan nama yang sangat keren itu.


Tapi, setelah dipikir-pikir, Shella mulai merasa bahwa nama Zaviera mungkin saja diambil dari nama Zavier. Tidak bisa dipungkiri jika dirinya sering sekali merasa seperti itu.


Mungkin saja itu hanyalah suatu kebetulan yang tidak diduga. Zavier dan Zaviera, walau kedua nama itu terdengar nyaris sama jika didengar oleh telinga Shella. Hanya huruf terakhirnya-lah yang menjadi perbedaan nama tersebut. Zavier untuk laki-laki, sementara Zaviera untuk perempuan.


Dan, untuk Zavier... Mengingatnya hanya membuat Shella kembali mendesah berat. Ia melipat kedua kakinya di atas kasur dengan kedua mata yang terus memandangi lingkungan luar melalui jendelanya. Mata birunya bergerak kesana-kemari, menyapu seluruh pandangannya terhadap jalanan yang sepi itu.


Hingga tak lama kemudian, Shella menangkap sesuatu melalui sudut matanya. Ia mengerjap sesaat, membuat bulu lentik itu bergoyang mengikuti gerakannya, sebelum gadis itu tiba-tiba saja menyadari bahwa ada sesosok orang yang misterius terus mengamati dirinya tanpa henti.


Ia mengarahkan pandangannya ke arah sosok yang sedang bersembunyi di balik pohon tersebut, lalu memicingkan matanya tanpa sadar. Mata biru itu menatap penasaran ke arah orang itu, yang entah kenapa tiba-tiba saja kabur ketika sosok itu telah menyadari bahwa Shella sedang melihat ke arahnya.

__ADS_1


Dahinya berkerut aneh, sebelum ia menggelengkan kepalanya berkali-kali. Gadis itu akhirnya mengerang panjang, kemudian menopang dagunya dengan menggunakan kedua tangan mungilnya.


Sosok yang aneh, batinnya.


Tapi, tunggu... seakan teringat sesuatu, Shella spontan melebarkan matanya. Ia tergagap saat dirinya baru saja menyadari bahwa orang itu terlihat sangat tidak asing baginya.


Ternyata, kejadian pertama kali itu bukanlah imajinasinya, karena sosok itu terlihat sama persis dengan sosok yang sedang mengamatinya saat ia sedang keluar dari rumah untuk pergi menemui Aron waktu itu.


Shella kembali mengerutkan dahinya, karena seingatnya, ia tidak pernah mengalami kejadian ini selama dirinya tinggal di kota Los Angeles. Hal ini terasa sangat aneh, dan sepertinya orang misterius itu baru saja mengikutinya baru-baru ini.


Tapi, siapa?


Bertepatan dengan itu, ponsel miliknya tiba-tiba saja berdenting sekali, menandakan bahwa ada seseorang yang baru saja mengirimkan pesan kepadanya. Kerutan di dahinya langsung menghilang kala sebelah tangannya meraih ponsel yang tergeletak begitu saja di atas kasur.


Jemarinya membuka layar ponsel miliknya dan mengusapnya hingga menampilkan sebuah pin kode. Dan, seperti biasa, Shella mengetik kode angkanya dengan cepat, sebelum dirinya membuka pesan itu.


Rasa cemas di dalam dirinya digantikan oleh rasa penasaran ketika melihat pesan tersebut. Shella menyatukan alisnya, karena sempat berpikir bahwa Zavier-lah yang membalas pesannya, tapi ternyata bukan.


Temui aku di rumah kosong yang berjarak beberapa meter dari rumahmu. Dan, jika kau menemukan seseorang yang sedang memakai kaos hitam dan celana pendek hitam, artinya kau sudah menemukan diriku. Cepat!

__ADS_1


- From Unknown Number -


__ADS_2