My Dangerous Boy

My Dangerous Boy
Part 48 - Got Attacked By Someone


__ADS_3

Zavier melirik sekilas ke arah kaca spionnya, lalu menghela napas kesal. Jalan raya di depan sana mulai terlihat, membuat Zavier harus merapalkan doa terlebih dahulu sebelum pria itu kembali membanting setir ke arah kanan.


Ia semakin menaikkan kecepatan mobilnya saat sudah berada pada jalan raya tersebut. Zavier terus menyalip beberapa mobil di depannya dengan lihai. Dan sepertinya Zavier juga harus tersenyum bangga dengan tertinggalnya salah satu mobil yang membuntutinya itu tadi.


Ck, kalian tidak bisa mengejar mobil cantikku ini, batin Zavier tersenyum senang.


Namun, wajah senangnya itu langsung berubah menjadi masam dalam sekejap.


Tapi setelah itu, akan kuhancurkan kalian menjadi debu karena telah membuat mobilku menjadi lecet, batin Zavier lagi, kembali menyadari bahwa mobil belakangnya tadi telah terkena peluru terkutuk itu.


Tiba-tiba, saat Zavier sedang berada di persimpangan jalan, sebuah mobil yang ia pikir telah tertinggal tadi langsung muncul dari samping kanannya. Sontak itu membuat dirinya terlonjak kaget dan melotot tidak percaya.


Bagaimana bisa?


Zavier sedikit membanting setirnya ke arah kiri, berusaha untuk menghindari serangan yang tidak terpikir olehnya tadi. Akibatnya, beberapa pengemudi di persimpangan jalan itu menghentikan mobilnya dengan terpaksa. Suara klakson yang berisik mulai berbunyi kala melihat ketiga mobil itu semakin liar di dalam jalan raya.


Sekarang, mobil hitam itu berada tepat berada di sampingnya, membuat Zavier semakin meninggikan kecepatannya lagi hingga pada 200mph. Namun sepertinya kedua mobil itu masih tidak mau menyerah, karena pengendara tersebut juga semakin meninggikan kecepatan yang hampir setara dengan dirinya.


Zavier masih belum kehabisan akal. Ia langsung membanting setir ke arah kanan, menggesek badan mobil itu dengan badan mobil lamborghininya. Zavier berusaha untuk menjatuhkan satu mobil ini, tetapi sepertinya itu sia-sia juga karena pengendara itu masih juga bertahan.


Okay, jika itu yang mereka inginkan.

__ADS_1


Zavier membelokkan mobilnya ke arah kiri, memancing kedua mobil itu menuju ke tepi kota. Tidak mungkin mereka akan balapan di dalam kota, kan? Dan lagipula----


Dor


Dor


Dor


Suara pistol kembali terdengar, membuat Zavier langsung mengumpat kesal. Ia membuka kaca mobilnya, lalu melongokkan kepalanya keluar sembari mengacungkan jari tengahnya.


"DAMN YOU, ******* GUYS. JANGAN MENEMBAKI MOBILKU TERUS. DIA TIDAK BERSALAH APA-APA, DASAR KAU BANCI SIALAN," teriak Zavier sembari melotot marah. Bagaimana tidak? Mobil yang baru ia beli minggu lalu telah dibuat lecet hingga sedemikian parahnya.


Setelah itu, Zavier menutup jendela mobilnya dan kembali terfokus pada jalanan sepi yang memang ia lewati dengan sengaja. Ia semakin menginjak pedal gas dan mempercepat laju mobilnya hingga akhirnya tertera kecepatan tertinggi yang telah dicapai olehnya, yaitu 217mph.


Well.....


Pria itu melirik ke arah kaca spion, mengecek seberapa jarak yang tercipta di antara mobilnya dan kedua mobil tersebut. Ia tersenyum, atau lebih tepatnya tersenyum mengerikan ketika menyadari semua ini telah sesuai pada rencananya.


Just pray for your safety, Zavier, batinnya.


Zavier menarik napas panjang dan menghembuskannya secara perlahan.

__ADS_1


Ya, ia tahu rencana ini pasti akan beresiko yang fatal baginya, dan lagipula dirinya juga tidak mempunyai pilihan yang lain lagi.


Secara tiba-tiba, Zavier langsung menginjak pedal rem mobilnya dengan kuat-kuat, membuat ban mobilnya berdecit keras akibat gesekan dengan jalanan aspal itu. Tubuhnya ikut tersentak ke depan dengan kepala yang terantuk pada dashboard.


Sejenak, rasa pusing melanda dirinya. Zavier mengerjap, berusaha mengembalikan sisa-sisa kesadarannya yang nyaris menipis. Matanya tiba-tiba menggelap dan hampir kehilangan kesadarannya.


Baru saja Zavier hendak bangkit, dorongan dari arah belakang membuat ia kembali tersentak ke depan. Mobil merahnya terdorong maju ke depan akibat tabrakan dua mobil berturut-turut dari arah belakang.


Hening sesaat.


Zavier memijit pelipisnya yang terasa pening, seolah-olah baru saja dihantam oleh batu yang berat. Dan sepertinya rencana ini tidak berjalan mulus seperti yang ia pikirkan tadi.


Asap dari kap mobilnya muncul, disertai dengan gumpalan asap yang berasal dari arah belakang. Zavier melotot dan langsung membuka pintu mobilnya dengan cepat.


Zavier kemudian keluar dari mobilnya, lalu berjalan dengan sedikit terseok-seok ke dalam semak-semak. Ia bersembunyi di dalam sana sembari memincing ke arah mobilnya.


Seperti yang telah ia kira, tak sampai sedetik ketiga mobil itu langsung meledak, menimbulkan suara gaduh yang amat keras. Kobaran api mulai muncul, melahap habis semua mobil itu disertai dengan korban jiwa yang berada di dalamnya.


Sebuah senyuman tipis perlahan tersungging di wajah tampannya, sementara mata coklatnya menatap sinis kejadian di depannya itu.


Mungkin setelah ini Zavier harus membeli mobil yang lebih bagus lagi dari yang ini.

__ADS_1


7 May 2020


__ADS_2