My Dangerous Boy

My Dangerous Boy
Part 93 - The Darkness (3)


__ADS_3

Pria itu tampak memejamkan matanya sejenak, lalu di detik selanjutnya, ia akhirnya mengatakan sesuatu. "Orang itu adalah... Zaviera."


"Apa maksudmu?" tanya Zavier dengan cepat. Mata coklatnya tampak tidak mengerjap sama sekali dan menatap ke arah Aron dengan tatapan tidak percaya. Ia meremas tangannya dengan cemas.


"Kurasa Zaviera melakukan hal ini karena diperintah oleh seseorang. Mungkin, adikmu sudah dicuci otak oleh musuhmu hingga membuatnya menjadi melupakan keluarganya dan membencimu," ucap Aron dengan nada yang perlahan, takut jika emosi Zavier langsung naik ke titik akhirnya.


Zavier sontak menggertakkan giginya hingga membuat suara gemerlatuk itu terdengar, seakan-akan ia sedang ingin menghancurkan seluruh giginya.


Aron menarik napas panjang, sebelum ia kembali melanjutkan perkataannya. "Dan, kurasa mereka sedang merencanakan sesuatu."


Oh my god!


"Apa kau tahu siapa nama musuhku?" tanya Zavier. Mata coklatnya langsung berkilat tajam dan menatap ke arah Aron dengan serius. Ia mulai tidak sabar dengan nama sialan itu yang akan meluncur keluar dan disebut dari mulut Aron.


"Franklin," ucap Aron, membuat Zavier menahan napasnya selama beberapa detik. Ia mengenal nama tersebut.


Sial! FRANKENSTEIN itu!


Franklin adalah musuh lama dari Zavier. Sebenarnya dulu, Franklin dan ayahnya, Clayton, adalah teman yang baik dan bersahabat dalam hal bisnis. Namun diam-diam, entah kenapa, Franklin sialan itu selalu iri dengan ayahnya, walau mereka berdua sama-sama sudah menyandang sebagai predikat seorang mafia yang kejam dan sadis.


Ya, pertemanan mereka ternyata hanya berlaku untuk Clayton, karena Franklin hanya menganggapnya sebagai musuh terbesar karena telah membuatnya harus bersaing dengannya.


Ugh...

__ADS_1


Monster frankenstein itu memiliki rasa cemburu yang amat besar terhadap Clayton, hingga terlalu besarnya dan membuat dia harus menghancurkan pertemanan mereka. Tapi, kejadian tersebut sudah sangat lama, bahkan sebelum Clayton bertemu dengan mommy Zavier dan masih belum keluar dari sisi mafianya.


Melalui cerita dari ayahnya sendiri, Zavier dapat mengetahui bahwa Franklin memiliki tubuh yang gemuk dan memiliki wajah yang sadis. Clayton juga pernah bercerita bahwa mereka berdua pernah menyerang satu sama lain dan mencari sisi kelemahan dari diri mereka masing-masing.


Namun, atas kerja keras dari usahanya, Clayton berhasil menyingkirkan Franklin dan membuat pria itu langsung menghilang tanpa jejak serta tak mampu lagi untuk memunculkan wajahnya di depan Clayton.


Holly crap!?


Sekarang, kenapa pria gendut itu dengan beraninya kembali memunculkan wajahnya di depan Zavier? Apa dia tidak senang karena mengetahui bahwa keturunan Clayton juga menyandang predikat seperti itu?


Bahkan dia dengan beraninya menculik Zaviera hanya karena hal ini, yang berarti juga selama ini Franklin telah mengamati keluarganya dari jauh, namun masih menunggu waktu yang tepat untuk menyerang.


Dan, mulai detik ini, tamatlah riwayatnya karena telah berambisi besar untuk menghancurkan Zavier dan menculik Zaviera dari sisinya.


"Baik. Aku akan memperlihatkan rekaman bagian dimana anak buah Franklin beraksi menculik Zaviera dan membawanya ke dalam bus sekolah," sahut Aron dan menganggukkan kepalanya dengan cepat.


Pria itu terlihat bergerak mengambil laptopnya yang berada di atas meja, lalu mengklik beberapa file hingga menampilkan sebuah video rekaman.


Zavier yang melihat itu spontan menyipitkan matanya dengan serius.


Tampak Zaviera dengan umur yang masih terbilang kecil itu berlari kesana kemari, sepertinya sedang mencari sesuatu, membuat Zavier dapat merasakan degup jantungnya yang berdetak cepat. Rasa rindu itu kembali menyusup ke dalam hatinya dengan cepat ketika dirinya melihat wajah imut yang memang sudah sangat dirindukannya itu.


Tiba-tiba saja, anak perempuan itu terlihat memanggil-manggil seseorang. Hari yang sudah malam membuat Zaviera itu tampak ketakutan dan terus melirik kesana kemari.

__ADS_1


Hati Zavier mencelos dan dipenuhi oleh rasa bersalah seketika, ketika dirinya menyadari bahwa Zaviera terus menyebutkan nama 'Zavier' beberapa kali jika dilihat melalui gerakan mulutnya secara samar-samar.


Ugh... Zavier adalah saudara yang sungguh buruk.


Semuanya kemudian terjadi begitu cepat. Seorang lelaki yang berpakaian hitam, sama seperti lelaki yang ia lihat saat menaiki bus sekolah langsung menculik Zaviera, walau adiknya sudah memberontak tidak mau dan berusaha untuk menggigit lengan kekar itu.


What?


Hingga di detik selanjutnya, Zavier spontan menutup mulutnya dengan kedua tangan dan berusaha menahan air matanya yang mulai mendesak keluar. Pria itu tanpa memiliki belas kasihan, menginjak perut Zaviera hingga mulutnya mengeluarkan darah dan pingsan seketika, sebelum ia bergerak membopong Zaviera pergi dari taman tersebut.


Astaga, kenapa? Zaviera masih kecil saat itu. Kenapa pria itu sungguh keji dan tidak berperasaan? Bahkan Zavier yang memiliki predikat seorang mafia yang kejam tidak pernah menganiaya seorang anak seperti itu.


Sialan FRANKENSTEIN!! Aku akan membalas semua perlakuan yang sudah kau lakukan ke keluargaku. Kekerasan, well, aku juga menyukai kekerasan.


"Tutup rekaman itu! Aku tidak mau melihatnya lagi!" bentak Zavier dengan mata yang mulai berkaca-kaca secara tiba-tiba, membuat Aron terlonjak kaget dan segera menutup video itu.


Napasnya terdengar memburu, hingga tiba-tiba saja, sebuah firasat buruk menyelinap ke dalam benaknya dan hal tersebut tearah kepada Shella. Tu--tunggu, jika Franklin telah mengamatinya selama ini, artinya dia juga sudah mengetahui perihal tentang Shellanya?


Ia tahu bahwa Franklin sangat menginginkan sisi kelemahan dari musuhnya dan jika hal itu benar, berarti dia juga telah mengetahui sisi kelemahannya sekarang ini.


Zavier melebarkan matanya tanpa sadar, sebelum dirinya bergerak cepat membuka ponselnya dan sebuah file, memperlihatkan sebuah gerakan GPS dari Shella yang telah ia pasangkan. Titik merah itu telah berbeda dari yang baru tadi ia pertama kali lihat.


****!!

__ADS_1


"Shella dalam bahaya," ucap Zavier dengan wajah yang berubah menjadi pucat pasi.


__ADS_2