My Dangerous Boy

My Dangerous Boy
Part 74 - Dangerous Boy (1)


__ADS_3

Well, dan itu merupakan kesalahan yang sangat fatal baginya.


Zavier terus menatap ke arah bibir merah yang tidak terkatup sepenuhnya itu. Bibir yang selalu mampu untuk mengunggah seleranya.


Bibirnya itu tampak sedikit memerah dari biasanya, mungkin karena Shella melapisinya dengan lipstik. Aish, sejak kapan Zavier jatuh cinta pada bibir wanita?


Sementara itu, Shella melirik ke arah Zavier dengan heran karena merasa pria itu terus melihat ke arahnya. Ia menoleh, lalu menatap ke arah mata coklat tersebut. Namun, tak lama kemudian, ia langsung menyadari jika Zavier sedang melihat ke arah bibirnya.


Shit...


"Aku akan membunuhmu jika kau melakukan hal itu lagi," seru Shella dengan cepat seraya menutup bibirnya menggunakan kedua tangan, mencegah pria itu untuk melakukan hal-hal yang aneh.


"Berbicara sekali lagi, aku tidak dapat menahan diri lagi untuk segera menyerangmu, baby," ucap Zavier, membuat Shella sontak membelalakan matanya tidak terima.


Ini mulai berbahaya...


Gadis itu ingin sekali mencuci otak Zavier yang kotor, lalu memotong tubuhnya hingga ke bagian yang paling kecil dan membuangnya ke dalam laut. Itu pasti akan sangat menyenangkan.


"Aku benar-benar akan membunuhmu, Zavier!" pekik Shella dan melotot tajam. Ia menghentikan langkahnya, membuat Zavier ikut menghentikan langkah kakinya juga.


Pria itu menoleh ke arah Shella, lalu tersenyum miring seraya melangkahkan kakinya ke arah perempuan tersebut. "Kau sudah berada dalam berbahaya, baby," sahut Zavier tenang.


"Ja--jangan maju!" ucap Shella dengan nada yang mulai tidak tenang. Ia melangkah mundur ke belakang dan meminta pria itu untuk segera menghentikan aksinya.

__ADS_1


Namun, bukannya mendengarkan, Zavier malah dengan jahilnya langsung mengurung perempuan itu ke dinding dengan gerakan cepat. "Sudah kukatakan bukan, jika kau berbicara sekali lagi, bibirmu akan kubuat menjadi seseksi mungkin, baby," bisik Zavier dengan nada yang rendah.


Pria itu mendekatkan wajahnya ke wajah cantik milik Shella. Salah satu tangannya bergerak mengelus rambut gadis itu yang lembut, lalu satu tangannya lagi meraba lekuk pinggang yang selalu bisa membangkitkan nafsunya.


Menyadari hal yang semakin berbahaya, perempuan itu tampak semakin mengeratkan kedua tangannya ke bibirnya sendiri, membuat Zavier hanya terkekeh kecil dalam hati.


"Jangan berbicara lagi, baby. Ini peringatan terakhirku untukmu. Kalau kau melanggarnya, kau tahu betul apa hukumannya, bukan?" tutur Zavier dan bergerak mengecup pipi Shella yang terlihat merona merah.


"Sekarang, ikuti aku. Jangan banyak bertanya lagi," sahut Zavier dan memberikan tatapan peringatannya, membuat Shella hanya mengangguk setuju dengan terpaksa.


Dia benar-benar akan memotong tubuh Zavier menjadi beberapa bagian jika pria itu mengancamnya lagi!


***


Saat ini, mereka berdua sedang berada di dalam apartemen milik Zavier, yang artinya hal ini akan semakin berbahaya bagi Shella jika pria itu mulai berani melakukan hal-hal yang aneh.


"Makan, tentunya," sahut Zavier dengan mata yang bersinar-sinar, menatap ke arah lekuk tubuh milik Shella yang tampak sedap di depan mata. Air liurnya terasa ingin menetes saat itu juga.


"A--apa!" pekik perempuan itu dan segera menjauhkan tubuhnya dari Zavier. Ia menatap horor ke arah pria tersebut.


Holy shit! Zavier sudah gila!


Sementara itu, Zavier hanya mengangkat kedua alisnya ke atas, heran dengan kelakuan Shella yang tiba-tiba menjadi seekor kelinci yang ketakutan. Ia terbahak kecil.

__ADS_1


"Apa kau sedang memikirkan hal yang kotor, baby? Itu sangat tidak bagus, lho," sahut Zavier dan menggelengkan kepalanya, walaupun ia sendiri juga sedang berpikiran kotor.


Ternyata mereka berdua merupakan pasangan yang mesum.


"Apa? Aku tidak berpikir seperti itu--"


"Tunggulah sebentar, aku akan memasakan sesuatu untukmu. Jangan melakukan hal yang tidak-tidak, atau aku yang akan melakukan hal yang aneh-aneh padamu," ucap Zavier, kemudian mengedipkan sebelah matanya ke arah perempuan itu.


Dasar ******** gila! umpat Shella dengan kasar.


Perempuan itu memberikan tatapan permusuhannya ke arah Zavier, yang ternyata hanya dibalas dengan tenang oleh pria tersebut.


Zavier tampak berjalan menuju ke arah dapur, sebelum sosok itu perlahan menghilang dan meninggalkannya sendirian di ruang tamu ini.


Melihat itu, Shella sontak menghela napas lega dan melemparkan dirinya di atas sofa, lalu memijit pelipisnya dengan tidak percaya.


Seharusnya kau tidak perlu menerima ajakan Zavier! Apa yang kau lakukan itu bodoh, Shella! Kau malah membuat dirimu berada dalam masalah! Sisi lain darinya tina-tiba berteriak dengan keras, membuat Shella semakin memberengut kesal.


********, brengsek, bedebah, *******, devil! umpat Shella dalam hati tanpa memiliki rasa ragu sedikit pun.


Jika saja ini bukan paksaan dari daddynya, Shella pasti tidak akan pernah memaklumi perlakuan Zavier terhadapnya. Mengingatnya hanya membuat gadis itu mengerang panjang tanpa sadar.


Dia adalah seorang pria yang berbahaya! Kenapa kau sendiri malah mendekati Zavier, Shella!

__ADS_1


*****!


__ADS_2