
"Kenapa kau bisa berada disini?" tanya Shella terkejut. Ia menyentak telapak tangan itu dan melotot curiga ke arah Zavier.
Bukannya menjawab, Zavier malah melihat keadaan Shella yang masih terlihat basah sekarang. Bathrobe yang membungkus tubuh mungil itu dan yang pasti tanpa mengenakan kain apapun di dalamnya.
Really?
Tubuh polos yang masih basah dan hanya dibalut kain putih itu, membuat Zavier langsung tergugup pada tempatnya.
Shella mengernyitkan dahinya samar ketika melihat Zavier hanya memandangi tubuhnya. Ia mengalihkan pandangannya ke bawah dengan tatapan aneh, hingga dirinya langsung membelalakan matanya ketika menyadari bahwa saat ini ia hanya memakai bathrobe untuk menutupi tubuhnya.
God.
"Keluar kau. Sialan kau, dasar mesum!" pekik Shella dan mendorong punggung Zavier ke arah pintu keluar.
"Tu--tunggu, aku masih ingin melihat--"
"KELUAR KAU!"
Setelah berhasil menyeret si Mesum itu keluar, Shella langsung menutup pintu kamarnya dan menguncinya dengan cepat. Ia kemudian menyandarkan tubuhnya ke pintu kamar dengan jantung yang berdegup dengan kencang.
Shella memegangi dada kirinya dan memejamkan matanya. Pipinya lantas bersemu merah dengan keringat dingin yang mulai keluar dari pelipisnya.
Sementara itu, Zavier yang berada di luar sana hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Darahnya terasa mendesir begitu cepat ketika mengingat tubuh molek itu.
Seksi.
__ADS_1
Dimulai dari mata Shella yang memandanginya tadi, lalu turun lagi ke bawah sana. Kaki jenjangnya yang terlihat sangat mulus dan begitu menggoda, kemudian beberapa tetes air yang masih belum mengering di kulitnya. Terus---
Holy crap, hentikan pikiran jorokmu Zavier.
****
"Kenapa lihat-lihat!" seru Shella saat tatapan Zavier terasa menghunus langsung ke dalam tubuhnya.
Gadis itu sontak membuat tameng di depan dadanya karena Zavier beralih menatap ke arah bagian tersebut.
"Tidak. Hanya saja, kenapa kau memakai kaos putih dan jins celana? Kau mau pergi kemana?" tanya Zavier dan beralih menatap ke arah lantai.
Apa perempuan itu sedang menggodanya dengan semua tingkah malu-malunya itu?
Pertanyaan Shella langsung terpotong dengan kalimat Zavier yang terdengar bosan.
"Kau cerewet sekali," potong Zavier dengan cepat. "Aku akan menjelaskan semuanya, my little baby."
Shella spontan memberengut tidak suka ketika mendengar panggilan Zavier yang diberikan untuknya itu. Namun entah kenapa, di dalam secuil hatinya yang paling dalam, ada sedikit rasa senang yang langsung menyeruak ke dalam dirinya karena panggilan tersebut.
Sepertinya dirinya sedang sakit hari ini akibat dari panggilan 'baby' itu.
"Jadi yang pertama, aku tidak berbuat macam-macam," ujar Zavier sok yakin. Well, tidak mungkin jika ia berkata jujur kepada Shella bahwa dirinya menciumi gadis itu kemarin hingga kehabisan napas.
"Yang kedua, aku langsung pulang setelah memindahkanmu ke kamar. Yang ketiga, aku datang ke sini pada pagi hari. Yang keempat, aku menemuimu dengan keadaan tubuh yang hanya dibalut bathrobe. Yang kelima, kau dalam keadaan seksi menghantam wajahku dengan pintu kamar mandi dan botol sabun. Yang keenam, kau terlihat marah sekarang di dalam ruang tamu ini."
__ADS_1
Shella menggertakan giginya kesal, menyadari bahwa ucapan Zavier juga ada bagian mesumnya itu.
"Kurasa yang keempat dan kelima tidak perlu dijelaskan," desis Shella.
"Itu termasuk ke dalam bagian intinya juga," ujar Zavier sembari mengedikkan bahunya.
"Sir, perkataanmu terlalu bertele-tele. Inti dari pertanyaanku itu adalah bagaimana kau bisa berada di rumahku? Atau tunggu, kau mengambil kunciku?"
"Wait, wait, wait. I want to ask something first. Kenapa kau mau pergi ke kampus hari ini?" tanya Zavier dan mengabaikan pertanyaan Shella.
"Bukankah hari ini aku ada kuliah pagi? Bahkan sekarang aku sudah terlambat," ujar Shella memutar bola matanya. Namun, seakan teringat sesuatu, ia langsung memandang Zavier dengan aneh. "Dan kau tidak mengajar hari ini?"
"Tentu tidak. Aku mau menemani dan melindungi little babyku yang sedang sakit ini. Apa kau masih belum membaca pesan yang kukirim padamu? Aku sudah menyuruhmu untuk tidak pergi kuliah."
"Oh, ya?" sahut Shella sembari mengernyit samar. "Okay, I am not going anywhere then. And I think I don't need your protection. Sekarang, katakan padaku bagaimana caranya kau masuk ke dalam rumahku!"
Zavier kemudian menyandarkan punggungnya ke sofa. I menatap ragu ke arah gadis itu. "Baiklah, aku mengerti dengan kecemasanmu. Uhm... kurasa aku harus jujur padamu sekarang. Well, aku menduplikat kunci rumahmu," ujar Zavier sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Mendengar itu, Shella lantas melotot tidak percaya. "What the hell?"
"Kemarikan kunci duplikat itu sekarang. Dan setelah itu, kau sebaiknya langsung pergi keluar dari rumahku serta jangan pernah kembali kesini lagi," usirnya langsung. Ia mengulurkan tangan kanannya, meminta pria itu untuk segera memberikan kunci yang diduplikatnya.
This bastard. Berani-beraninya ia memegang kuncinya tanpa sepengetahuannya dan menduplikatnya secara diam-diam.
7 May 2020
__ADS_1