
Sedangkan di sisi lain....
"APA? Kenapa dia bisa keluar dari rumah sakit? Sialan, bukannya sudah kurusuh kau untuk tetap menjaga gadis itu sampai sembuh total!"
Seorang pria langsung membentak orang yang berada di ujung telepon. Tangan kanannya sontak meremas ponsel yang sedang ditempelkannya di telinga, sedangkan satu tangannya lagi digunakannya untuk memijit pelipisnya yang terasa pusing.
Zavier yang tahu bahwa orang yang berada di ujung telepon berusaha untuk kembali berbicara langsung menyelanya dengan cepat. "Aku akan menyuruh ayahku untuk segera memecatmu dari pekerjaan sialanmu karena kau sungguh tidak becus!"
Belum sempat lawannya kembali berbicara, Zavier langsung menutup telepon dengan kasar sebelum akhirnya dilemparkannya benda berpetak itu ke atas meja. Suasana hatinya yang tadinya masih dalam keadaan gembira mendadak berubah menjadi muram dan mendung.
Bagaimana tidak? Shella baru saja melarikan diri dari rumah sakit, padahal dirinya sudah mengingatkan para dokter di rumah sakit untuk tetap berusaha menjaganya. Tetapi, hasil yang ia dapat hanyalah pekerjaan yang sungguh tidak becus dan berantakan.
God...
Seharusnya orang-orang yang tidak bertanggung jawab seperti itu sangat tidak cocok untuk bekerja. Dan ia juga sangat membenci bawahan yang tidak becus di dalam pekerjaan.
Zavier beranjak dari tempat duduk kebesarannya, kemudian berjalan dengan cepat menuju ke pintu keluar. Netra coklatnya berubah menjadi kilatan tajam, sedangkan kedua kakinya terus membawanya menuju ke mobil merahnya yang tengah terparkir manis di depan mansion.
__ADS_1
Ia membuka pintu mobilnya dengan kasar, lalu memasukan tubuhnya ke dalam dan kembali menutup pintu tersebut dengan keras.
Zavier menghela napas pelan dan mulai menyalakan mobilnya. Belum sampai sepuluh detik, lelaki itu langsung menancap gas sehingga menimbulkan suara deru bunyi mobil yang berisik di sekitarnya, sebelum akhirnya pergi melenggang dengan kecepatan penuh dan menghilang di balik jalanan gelap.
Zavier menghiraukan arlojinya yang sudah menunjukkan pukul sepuluh malam dan nyaris mendekati tengah malam. Ia tidak peduli dengan semua itu, karena apa yang otaknya pikirkan saat ini tertuju pada Shella. Perempuan yang telah berhasil membuat dirinya kacau balau.
C'mon, yang benar saja. Dalam benaknya, ia juga terus merutuk gadis bodoh itu. Astaga! Bagaimana bisa dia keluar dari rumah sakit pada malam hari? Shit, itu sungguh membahayakan dirinya di tengah malam, apalagi mengingat bahwa Shella adalah seorang gadis yang lumayan cantik.
Wait....
Zavier sontak menggelengkan kepalanya dengan cepat ketika ia menyadari jika dirinya baru saja memuji perempuan itu. Okay, okay, ia memang baru saja mengakuinya. Pria itu juga mengakui jika Shella cukup pendek apabila dibandingkan dengan dirinya yang memiliki tubuh tegap dan kekar. Dan sepertinya ia juga harus berbangga diri karena telah rajin berolahraga untuk membentuk tubuh yang berotot ini.
Tubuhnya sedikit terpantul ke depan dashboard lalu ia memukul jidatnya sendiri pelan ketika tiba-tiba teringat sesuatu.
****, ponselnya ketinggalan di atas meja kerjanya.
Bagaimana ia bisa mengetahui dimana gadis itu berada jika saja ponselnya tidak berada bersamanya? Tentu saja ia harus melihat GPS yang telah dipasang olehnya.
__ADS_1
Aish, bodoh.
Ia langsung mengumpat kesal ketika menyadari bahwa dirinya telah melaju cukup jauh dari mansionnya, dan sekarang pria itu harus kembali ke rumahnya untuk mengambil benda berpipih miliknya.
Oh, really? Sungguh menjengkelkan sekali.
Zavier memukul setir sekali dengan tangannya hingga menimbulkan rasa nyeri yang sedikit mendera, kemudian membanting setir ke kiri dan kembali balik ke mansionnya.
Benar-benar menyebalkan.
****
"Sebaiknya kau mengerjakan sungguh-sungguh perintahku ini, atau aku benar-benar akan memecatmu sebagai dokter. Ingat! Kamar 702 jangan digunakan dulu karena ada beberapa benda penting yang belum kuambil," titah Zavier pada orang yang berada di seberang telepon.
Setelah itu, ia mematikan ponselnya, kemudian membuka peta yang menunjukkan sebuah titik merah dan terhubung langsung dengan GPS yang dipasangkannya di tas gadis itu.
Aish, kenapa bisa begini? Padahal seharusnya ia mengetahui hal ini terlebih dahulu karena ada beberapa kamera CCTV yang dipasang di kamar itu. Tapi, hanya gara-gara Zavier pergi ke kamar mandi sebentar, semuanya langsung berubah menjadi berantakan karena tidak mengamati rekaman tersebut.
__ADS_1
Geez, perempuan itu benar-benar nakal dan sungguh keras kepala. Astaga, Shella memang sangat pintar membuat dirinya khawatir dan emosi yang meluap-luap.
7 May 2020