
Zavier merengut tidak terima. Ia mendelik kesal dan menatap ke arah Zaviera yang langsung membelalakan matanya.
"Siapa yang hamil?! Yang benar saja mom jika kodok ini menghamili seorang wanita?! Dia memperkosanya sampai pingsan?! Gila!!" seru Zaviera dan memelototi Zavier dengan tidak percaya.
"Mom. Kenapa-- aduh, Mom. Sakit!" Zavier meronta-ronta, berniat untuk melepaskan diri dari jeweran Alicia.
"Apanya yang kenapa? Kau masih ingin mengelak!?" Alicia memutar jewerannya, membuat Zavier meringis dan memegang tangan mommynya untuk meminta sedikit pengampunan.
"Baik, baik. Maaf, Mom!" seru Zavier. Mata coklatnya mulai berkaca-kaca, membuat Alicia merasa sedikit tidak tega. Tapi, tidak. Ia tidak boleh merasa kasihan sedikit pun karena Zavier sudah melakukan hal yang paling jorok sedunia.
"Sikapmu itu tidak akan pernah kumaafkan," ujar Alicia, namun berbanding terbalik dengan perkataannya, wanita paruh baya itu malah sedikit melonggarkan jewerannya.
"Ampun! Mom! Aku tidak pernah memperkosanya," ringis Zavier dan berusaha untuk menahan rasa sakit itu.
"APA?!" Alicia langsung membentak Zavier, membuat nyalinya refleks ciut seketika dari permukaan. Ia menelan ludahnya dengan susah payah.
"Biar kubantu kau, Mom!" sentak Zaviera dan meletakkan laptop yang dipangkunya tadi ke atas meja, lalu menatap ke arah Zavier dengan emosi yang meletup-letup.
Oh, no! Shit!?
Zavier memberikan tatapan peringatannya ke arah adiknya yang kurang ajar itu, tapi Zaviera malah mengejeknya secara terang-terangan.
Tidak, tidak. Zavier mulai mendapatkan firasat yang amat buruk di dalam sini. Dan, ia benar-benar tahu apa yang akan dilakukan oleh Zaviera pada detik selanjutnya.
__ADS_1
"Memang ******** ini harus dikasih pelajaran," ujar Zaviera memanas-manasi kompor. "Dia menghamili seorang wanita, jadi dia memang pantas diperlakukan seperti ini!"
Dan...
"SAKIT!!" pekik Zavier histeris. Ia meronta semakin kuat, tapi Zaviera malah bergerak menendang selangkangannya, membuat pria itu langsung membungkuk dan meringis nyeri. Sangat-sangat nyeri.
"ZAVIERA! HENTIKAN!" Zavier berusaha memberontak walau tenaganya mulai terkuras habis. Perlawanannya sia-sia saja karena perempuan satu ini memiliki tenaga dalam dan luar yang cukup kuat. Oh, jangan heran karena Zaviera pernah melatih diri.
Alicia hanya melongo. Wanita cantik itu melepaskan jewerannya, memberi kode kepada Zaviera untuk segera menghabisi kakaknya sampai ke ujung akar. Melihat itu, tentu saja Zaviera dengan senang hati melakukannya.
Cubitan di perut berotot milik Zavier semakin diputar, membuat sang pemilik hanya mengeluh nyeri sambil menatap tajam ke arah adiknya.
Kalau saja Alicia sedang tidak berada di sini, Zavier benar-benar pasti akan melawan Zaviera sampai ke titik penghabisannya. Ugh, gadis satu ini memiliki tangan ahli yang cukup luar biasa untuk menyiksa seorang lelaki. Entah bagaimana nasib Andrew ke depannya nanti.
Bukan cuma kedua tangannya yang bergerak, tapi kedua kakinya juga turut ikut bergerak. Zaviera akan menendang ************ Zavier lagi kalau pria itu hampir berhasil kabur dari penyiksaannya.
Wah, benar-benar perempuan yang luar biasa!? Spesies yang sangat langkah untuk ditemukan, dan yang lebih sialnya lagi, perempuan ini adalah adiknya Zavier.
"ZAVIERA!" jerit Zavier menahan ngilu, ketika sekali lagi perempuan itu menendang selangkangannya karena ia nyaris berhasil kabur.
Hua... Zavier ingin menangis sekarang!
"MOM! TOLONG AKU. ZAVIERA INGIN MEMBUNUHKU DI SINI." Zavier kembali berkaca-kaca dan meronta sekuat tenaga. Tapi, apa daya, kekuatan seorang Zaviera adalah keturunan dari makhluk yang bernama monster.
__ADS_1
Zavier yakin sekali jika cubitan Zaviera yang menggunakan kuku tajamnya itu akan membekas di perutnya nanti. Dan, ia tidak mau hal itu dibiarkan terjadi begitu saja.
Zavier benar-benar tidak bisa membayangkan bagaimana nasib perutnya nanti yang akan dipenuhi dengan lebam keunguan di mana-mana.
"MOM!!!"
Alicia hanya mengibaskan tangannya, menyuruh Zavier untuk jangan terlalu ribut. Sedetik setelahnya, ia menyunggingkan sebuah senyuman simpul ketika melihat Zavier mulai pasrah dengan keadaannya.
"Jadi, jelaskan pada mommy kenapa kau memperkosanya sampai pingsan?"
Zavier menggelengkan kepalanya dengan cepat. Ia benar-benar tidak terima jika dirinya dihina seperti itu.
"Aku tidak memperkosanya, Mom!" ujar Zavier dengan nada yang pecah, seakan-akan pria itu akan menangis sekarang juga. "Darimana mommy mendengarnya?"
Sebelah alis Alicia terangkat, sementara raut wajahnya berubah menjadi datar. "Tentu saja dari Andrew. Sampai kapan kau akan menyembunyikan rahasia ini? Beruntung saja Andrew mengatakannya pada mommy tadi, kalau tidak, mommy benar-benar tidak akan tahu tentang hal ini!"
********! umpat Zavier langsung di dalam hati.
"Dia berbohong!" ujar Zavier tidak terima.
"Buktinya?"
"Karena kita hanya melakukannya dalam sekali, dan aku tidak pernah membuat Shella pingsan. Sialan itu telah sembarangan berbicara! ********!"
__ADS_1