My Dangerous Boy

My Dangerous Boy
Part 50 - It Sucks (2)


__ADS_3

Zavier langsung terbahak ketika Shella memelototinya dengan kesal. Well sebenarnya, dirinya sudah tahu bahwa Shella berasal dari keluarga kaya. Bahkan, orang tua Shella terkenal sebagai pasangan kedua yang terkaya di New York. Tetapi jauh dari semuanya, ia masih ingin menjahili perempuan itu.


"Aku hanya bercanda, tolong jangan menatapku begitu. Aku menjadi merinding sekarang," kekeh Zavier geli.


Shella mendengus sebal dan memutar bola matanya. Mata birunya memicing kesal ke arah pria itu.


"Oh ya, mengenai berita tentang kecelakaan beberapa hari yang lalu, aku sudah menghapusnya dari media tanpa meninggalkan jejak apapun. Aku juga sudah memastikan semua itu tidak akan menyebabkan rumor-rumor di lingkungan sekitar," jelas Zavier dengan nada yang angkuh. "Bukankah pacarmu ini hebat, huh?"


Shella melipat kedua tangannya di depan dada sembari mengangkat satu alisnya. "Kuakui Jason sangat hebat dalam hal ini."


"Excuse me? Jason? Kenapa malah dia yang hebat? Dan, memangnya kau tahu siapa dia?" tanya Zavier dan tiba-tiba merengut tidak terima.


"Orang yang disuruh olehmu tadi. Tentu saja dia hebat karena mampu untuk membersihkan sebuah berita yang masih hot itu. Pria yang seperti itu memang sangat pantas untuk dipacari olehku. Betul, bukan?"


Zavier sontak mengernyit samar ketika topik yang mereka bicarakan malah melenceng keluar ke arah Jason. Salah satu bawahannya yang sama sekali tidak memiliki sopan santun dan sekarang malah dipuji oleh Shella. Okay, kepalanya mulai terasa semakin panas saat ini.


Zavier berdeham sekali. "Jika bukan aku yang memerintahnya, ia tidak mungkin akan repot-repot untuk menghapus berita itu," ujarnya dengan nada yang masih terdengar angkuh.


"Hmm.... dia memang terlihat cocok untuk menjadi pacarku, kan? Aku menyukai ciri-ciri dari pria seperti itu, bukan seperti pria yang hanya bisa memerintah seseorang seeenak jidatnya saja. Kau juga setuju, bukan?" sahut Shella dengan tenang, memancing emosi Zavier.


"TIDAK, DIA SAMA SEKALI TIDAK COCOK UNTUK MENJADI PENDAMPINGMU," jerit Zavier keras tanpa dirinya sadari. Emosinya langsung naik hingga ke ubun-ubun.

__ADS_1


Seketika, Shella terlonjak kaget pada tempatnya, tidak tahu bahwa pria itu akan menjadi semarah itu. Ia mengelus dadanya dan menatap ke arah Zavier dengan tatapan tidak percayanya.


Pria itu tampak bernapas dengan tersenggal-senggal setelah mengeluarkan amukannya dan menatap Shella dengan tatapan marah.


Ada apa?


"Jangan pernah menyebutkan nama lelaki yang lain selain diriku. Aku tidak suka!" ujar Zavier dengan geram. Oh, harus Zavier akui kalau dia tidak akan segan-segan untuk menutup bibir Shella dengan mulutnya kalau perempuan itu menyebut nama Jason sekali lagi.


Biarin saja dia kehabisan napas..


"Kenapa?" sahut Shella tidak mengerti. Well, tidak mungkin ia mendengarkan perintah Zavier begitu saja, dasar brengsek sialan ini.


Pria gila, batinnya aneh.


Setelah memarahinya tanpa sebab, pria itu malah kembali tersenyum tipis ke arahnya. Benar-benar tidak bisa di percaya.


Zavier tiba-tiba saja berpindah dari tempatnya dan menuju ke tempat Shella. Sedangkan perempuan itu hanya mengerutkan dahinya dan semakin memundurkan dirinya ke pinggiran sofa.


"Kenapa kau pindah ke sini?" tanya Shella was-was ketika melihat tindakan pria itu.


Zavier hanya tersenyum singkat, lalu mendekatkan wajahnya ke arah wajah Shella. "You know what? Mungkin perkataan daddyku memang ada benarnya. I already fall in love with you, girl."

__ADS_1


Suara bisikan itu terdengar sangat dekat dengan telinga kanan Shella, membuat perempuan itu harus menahan napasnya untuk beberapa detik.


Jantungnya tiba-tiba berdebar dengan cepat dan darahnya kembali berdesir. Ia menatap dalam ke arah mata coklat itu dan masih berusaha untuk kabur dari tempatnya. Namun sialnya, saat ia sedang berusaha untuk mundur, punggungnya terbentur pinggiran sofa dan mencegahnya untuk pergi.


Shit.


Pria itu semakin memajukan wajahnya hingga jarak mereka tersisa satu jengkal lagi. Hembusan napas hangat milik Zavier terasa menerpa ke wajah Shella, membuat gadis itu menjadi gugup. Ditambah lagi sisi tubuhnya yang diapit oleh kedua tangan Zavier, seolah-olah memang melarang dirinya untuk kabur.


Untuk yang kedua kalinya, Shella terlalu dekat dengan seorang pria. Yang pertama saat mereka sedang berada di rumah sakit, namun ketika itu Shella yang berada di atas, sedangkan Zavier berada di bawahnya.


Namun, berbanding terbalik dengan sekarang. Zavier yang berada di atasnya dan menatapnya dengan tajam, sementara ia sendiri berada di bawah dan menatap pria itu dengan pandangan takut.


Ayolah, siapa yang tidak takut jika berhadapan dengan seorang lelaki dan dalam posisi yang begitu intim?


"Kau mau ap--"


Ucapan Shella terpotong dan kedua matanya langsung membulat sempurna. Ia melotot dan menatap Zavier dengan tatapan kesal. Dirinya berusaha untuk bangkit dan mendorong dada bidang itu dengan sekuat tenaga. Namun, hasilnya nihil.


Sial, kenapa pria itu malah pingsan dan menimpa tubuh mungilnya!


7 May 2020

__ADS_1


__ADS_2