My Dangerous Boy

My Dangerous Boy
Part 69 - He Came To My House


__ADS_3

Bunyi alarm terdengar nyaring di sebuah kamar, membangunkan seorang perempuan yang sedang tertidur dengan nyenyaknya. Namun, ia kembali bergelung ke dalam selimut, berusaha untuk menghiraukan suara tersebut.


Shit. Suara itu terlalu menganggunya.


Akhirnya, bulu mata yang lentik itu terbuka secara perlahan, sebelum salah satu tangannya meraih jam yang berada di atas nakas dan mematikannya.


Ia menghela napas pendek dan menendang selimut yang di pakainya itu ke lantai. Shella menoleh ke sekitar kamar sembari beranjak duduk dari tempat tidurnya. Mulutnya menguap lebar seraya mengerjapkan matanya


Dan, hal pertama yang langsung diingatnya adalah... ponsel.


Shella meraih benda berpipih miliknya yang berada di atas nakas dan membukanya. Ada beberapa pesan yang masuk dari Christina, dan ia belum sempat untuk membacanya kemarin.


SHELLA, kau dimana?


KEMANA KAU?


KENAPA TIDAK MEMBALAS PESANKU!?


KAU MEMBUATKU PANIK, GADIS SIALAN😤😤. Kau kemana?


Harus diakui jika ia memang bersalah dalam hal ini. Bagaimana tidak? Shella meninggalkan Christina sendirian di dalam mall, bahkan tanpa mengatakan apapun kepada gadis itu.


Matilah dia.


Alasan pertama, karena Shella berjalan pulang ke rumah tanpa ia sadari. Bertemu dengan Aron di dalam mall membuatnya menjadi sedikit canggung, sehingga ia langsung pulang ke rumah secara tidak sadar. Shella benar-benar telah melupakan Christina yang sedang berada di dalam toko pakaian sana.


Dan untuk yang alasan kedua, sebenarnya ia juga bosan mendengar ocehan perempuan itu.


Maaf, kemarin aku sedang tidak enak badan, sehingga memutuskan untuk langsung pulang ke rumah. Aku lupa untuk memberitahumu😂

__ADS_1


Send.


Setelah mengirimkan pesan yang mungkin bisa meredakan kepanikan Christina untuk sesaat, Shella kemudian mengernyit ketika mendapati ada sebuah pesan yang baru saja masuk. Pesan dari nomor yang tidak dikenal.


"Siapa?" gumamnya heran.


Akhirnya, diputuskannya untuk membuka pesan tersebut sembari bangkit dari tempat tidurnya. Tangannya meraih selimut putih yang baru saja ia jatuhkan tadi, lalu ditaruhkannya kembali ke atas kasur.


5 menit lagi aku akan sampai di rumahmu, baby. Wait for me.


- From Your Love -


Shella spontan bergidik horor setelah selesai membaca pesan tersebut. Mata birunya tampak berkilat penuh keheranan.


Zavier-kah?


Shella kembali membaca ulang pesan itu, sebelum mata birunya tiba-tiba melotot lebar ketika menyadari sesuatu.


Pria itu datang ke sini dalam waktu 5 menit? Kenapa!? Untuk apa dia datang?


What the **! Aku tidak akan membukakan pintu untukmu! Tidak usah datang ke sini karena aku tidak akan pernah untuk menerimamu**!


Send.


Tak lama setelah Shella mengirimkan pesan, sebuah pesan singkat dari Zavier kembali masuk.


Beberapa meter lagi aku akan sampai, baby. Jangan begitu karena aku menjadi sedih sekarang😢. Kau tidak tahu jika jarak antara rumahku dan rumahmu begitu jauh? Jangan membuat usahaku menjadi sia-sia😥


Shella menggelengkan kepalanya tidak percaya, lalu meletakkan ponselnya di atas nakas. Ia tidak berniat untuk kembali membalas pesan yang sangat tidak bermutu itu.

__ADS_1


Mungkin saja pria itu sedang bercanda. Tapi yang pasti, jika pria tersebut memang datang ke sini, ia tidak akan membukakan pintu rumahnya untuk siapapun itu.


Shella masuk ke dalam kamar mandi, lalu membuka seluruh pakaiannya. Setelahnya, ia langsung menceburkan diri ke dalam bathub sembari menghela napas lega karena luka di kakinya telah tidak sesakit yang ia kira.


Shella kemudian memejamkan matanya, hingga tiba-tiba saja suara bel di rumahnya berbunyi sekali, membuatnya spontan membuka matanya kembali.


Tunggu dulu... yang benar saja? Pria itu datang ke sini?


Shella panik. Ia langsung bangkit dari bathubnya, tidak mau bercebur lebih lama di dalamnya. Gadis itu menoleh ke sekitar kamar mandi, sebelum merutuk kesal karena tidak terdapat satupun handuk atau bathrobe yang di gantung.


Perlahan tapi pasti, ia membuka pintu kamar mandinya, kemudian celingak-celinguk.


Okay, aman. Tidak ada seorang pun yang berada di dalam kamarnya.


Tetesan-tetesan air dari tubuhnya berjatuhan di lantai saat Shella berjingkrak-jingkrak dan keluar dari kamar mandi, lalu menuju ke arah lemari yang terletak tak jauh dari tempatnya. Untuk lebih memastikan hal yang lebih berbahaya lagi, Shella menoleh ke sekitar kamarnya, sebelum bel rumahnya kembali berbunyi nyaring.


Sial, umpatnya dalam hati. Jangan sampai daddynya yang membuka pintu kepada Zavier. JANGAN!


Ia masih belum siap untuk bertemu dengan Zavier.


Shella dengan cepat melesat menuju ke lemarinya dan memilih-milih pakaian. Tanpa melihat apapun, ia langsung menyambar sebuah celana pendek dan kaos putih polos, tak lupa juga dengan pakaian dalamnya.


Shella kemudian meraih sebuah handuk untuk mengeringkan tubuhnya, lalu kembali menoleh ke sekitar. Masih aman.


Shella memakai celana dalamnya, lalu memasangkan branya secepat kilat. Namun, baru saja ia selesai mengaitkan bra itu, suara deheman dari arah belakang membuat Shella sontak terlompat di tempatnya.


Ia menoleh ragu. Hingga bulu kuduknya tiba-tiba merinding hebat ketika menemukan seorang lelaki telah berdiri di ambang pintu kamarnya.


Sial... Zavier!

__ADS_1


__ADS_2