Nona, Jadikan Aku Supirmu!!

Nona, Jadikan Aku Supirmu!!
Chapter 31 Berhasil Lolos Tes


__ADS_3

Ervin melakukan ancang-ancang dan mulai melakukan perlawanan.


Kenapa malah ada orang di dalamnya? bukankah Frank bilang hanya ada kardus itu.


Ervin menguasai perkelahian sengit dengan beberapa orang yang keluar dari kontainer. Dia melawan mereka sekaligus dengan susah payah. Tendangannya melebar dan meremukkan rahang salah satu dari mereka.


Mereka semua bangkit dan mengepung Ervin kembali.


Ervin tidak gentar, dia memicingkan mata untuk melihat kelemahan lawan yang sudah babak belur. Sementara dirinya hanya terkena pukulan yang tak seberapa.


Frank tersenyum lebar melihat Ervin yang tengah berjuang seorang diri. Dia melangkah pasti dan bertepuk tangan dengan kencang.


"Hebat juga kamu anak muda!" ucapnya masih bertepuk tangan.


"Kalian semua pergi dari sini! tugas kalian sudah selesai!" perintahnya pada orang-orang yang mengelilingi Ervin.


"Apa maksudnya ini semua?" Ervin emosi. Dadanya terasa panas karena telah dikelabui oleh Frank.


"Selamat anak muda! kamu telah berhasil menjadi seorang supir sekaligus bodyguard Nona Clara," Frank berhenti bertepuk tangan.


Dia mengulurkan tangannya pada Ervin, lama Ervin memandangnya dengan tatapan penuh arti.


"Kalian dari awal sudah mempermainkan aku," dengus Ervin kesal.


Frank salah tingkah karena uluran tangannya tidak disambut baik oleh Ervin.


"Ini semua rencana Tuan D, biasanya Tuan tidak pernah memperhatikan pekerjanya terutama sopir Nona Clara. Tapi ketika melihatmu dia merasa ada yang berbeda padamu," tunjuk Frank tersenyum simpul


"Memangnya Nona Clara perlu bodyguard? Bukankah dia sudah aman karena bekerja di perusahaan ayahnya sendiri?" Ervin masih tidak percaya.


"Jangan salah, di perusahaan itu banyak dewan direksi yang menentang kepemimpinan Tuan D. Jadi walaupun ada di sana, Nona Clara bisa menjadi bulan-bulanan mereka sewaktu-waktu," jelas Frank.


"Aku tidak begitu mengerti tentang saham dan Perusahaan," Ervin mengendikkan bahu.


"Pinta Tuan D hanya satu! kamu harus melindungi Nona Clara dari ancaman dan bahaya di luar sana!" Frank mengajak Ervin untuk kembali ke rumah utama.


Ervin tidak membalas perkataan pria di depannya. Dia hanya mengangguk mengiyakan. Tanpa banyak bicara, mereka masuk ke dalam mobil dan mobil sudah meluncur ke jalanan kota yang padat.


Setelah berkendara hampir satu jam, mobil telah tiba di depan sebuah rumah mewah. Kini mereka telah turun dari mobil. Frank menyuruh Ervin agar masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Saya harus menjemput Nona Clara Pak," dia menolak.


"Masuk sebentar saja! Tuan D sudah menunggu," seru pria paruh baya itu.


Mau tak mau Ervin mengikuti perintah tangan kanan Tuan D. Mereka sudah berada di ruang tamu.


Tuan D duduk di sofa sedari tadi.


Plok... plok


"Selamat anak muda! ternyata kamu punya kemampuan bela diri yang tidak biasa. Kamu bisa mengalahkan lima orang itu," tuan D bertepuk tangan dan menyeringai lebar pada Ervin. Dia menyaksikan langsung perkelahian Ervin dengan orang bayarannya dari CCTV yang berada di gudang tersebut.


"Terimakasih Tuan," ucap Ervin singkat.


"Kamu lolos jadi sopir sekaligus bodyguard untuk Clara. Sebaiknya kamu perhatikan lagi penampilanmu. Penampilan kamu itu terlalu urakan," tuan D menelisik Ervin dari atas rambut sampai ujung kaki.


"Ini hari pertama saya Tuan, jadi saya tidak tahu harus berpakaian seperti apa," jawabnya jujur.


"Besok kamu harus rapi seperti anak buahku yang lainnya. Dan ingat gaji kamu itu tiga kali lipat dari gaji supir biasa. Aku harap kamu menjaga anakku dengan baik," pesan tuan D.


"Siap laksanakan Tuan," Ervin menundukkan kepalanya sedikit.


Ervin pamit karena harus menjemput Clara. Dia merapikan penampilannya di dalam mobil. Lebam di keningnya terlihat jelas.


"Kalau aku pulang pasti ditanyain macem-macem nih," gerutu Ervin.


Mobil sudah melaju kencang, dia tak mau Clara menunggu terlalu lama. Sementara Clara harus lembur tiba-tiba. Dia menghubungi telpon rumah, tapi Ervin sudah pergi untuk menjemputnya.


"Susah juga gak punya nomer hapenya, baru hari pertama banyak kejadian yang tidak terduga," Clara menghela napasnya dengan berat.


Dia kembali menekuni berkas yang harus di pelajarinya untuk bahan meeting besok siang dengan anggota dewan direksi. Mereka ingin mengetahui visi misi seorang direktur baru.


Ervin turun dari mobil setelah memarkir kendaraan. Dia melangkah dengan santai seakan tidak terjadi apa-apa padanya. Padahal ada rasa nyeri di sekujur tubuh akibat perkelahian tadi siang.


Banyak orang sudah keluar dari perusahaan. Hanya ada sekuriti dan beberapa karyawan yang sedang lembur. Wanita resepsionis sudah bersiap untuk pulang. Ervin menyapanya dan menanyakan keberadaan Clara.


"Miss Clara sepertinya lembur, kamu ke atas aja temuin dia kalau tidak mau menunggu di lobi!" seru Deli si resepsionis.


"Di lantai berapa ya Bu?" Tanyanya ragu antara ke atas atau tidaknya.

__ADS_1


"Lantai 11 ruangan sebelah kiri," seru Deli.


Setelah bersiap dia mulai pergi meninggalkan Ervin seorang diri.


Ervin berpikir sejenak, dia memutuskan kembali ke parkiran dan akan menunggu di sana. Dia masuk kembali ke dalam mobil dan menyalakan ponselnya yang telah non aktif selama beberapa jam.


"Kenapa lagi sih si vangke ini nelpon mulu," kesalnya melihat sebuah nama di layar.


Nama yang diumpat oleh Ervin akhirnya menghubunginya lagi. Jeffrey yang tengah menjalankan perintah dari bosnya mencoba untuk menghubungi bosnya tersebut.


"Ada apa?" ketus Ervin mendengar suara Jefrey di seberang telepon.


"Ebusyet Bos, jangan gitulah Bos! aku mau laporan nih," Jefrey merasa tidak tenang.


"Baru sehari ditinggal udah kalang kabut, selama ini bagaimana caranya kamu menangani pekerjaan itu?" Ervin mencibir karyawannya.


"Ini tentang Royan Bos, seharusnya Bos tidak menyuruhnya untuk bekerja dengan posisi yang tinggi dahulu," Jefrey cemas.


"Memangnya kenapa? bukankah dia seorang sarjana akuntansi? ya walaupun sebentar lagi sih lulusnya. Bukankah aku tepat kalau dia menangani masalah keuangan Apotek?" Ervin berpendapat.


"Bos salah besar, aku melacak tentang ijazah yang dia berikan tadi. Dia tamatan SMK Bos, dan bidangnya di dunia otomotif, bukan ilmu akuntansi," Jefrey mengungkapkan kebenaran.


"Yang bener kamu Jef? masak iya dia bohong? dia itu udah seperti saudara aku sendiri Jef, nggak mungkin dia berbohong masalah itu," Ervin menyangkal.


"Kalau Bos tidak percaya nanti aku tunjukkan buktinya! kapan Bos pulang? apa aku saja yang menyusul ke sana?" tawar Jefrey.


"Tidak perlu repot-repot, sebentar lagi aku pasti pulang. Kalau Royan mau pulang sekarang juga biarkan saja dia pulang, jangan mencegahnya!" perintah Ervin.


"Tapi Bos, dia itu tidak benar-benar bekerja," nada suara Jefrey terdengar malas.


"Maksud kamu apa Jef?" Ervin belum paham perkataan karyawannya.


"Bos, si Royan itu telah menggunakan...


*


*


*Bersambung

__ADS_1


__ADS_2