
"Jadi supir itu menyukai Clara selama ini? Atau mungkin saja dia hanya bermain-main dengan Clara," tuan D mengembalikan ponsel milik Frank.
"Sepertinya supir itu menyamar agar bisa mendekati nona, tuan. Kita harus berhati-hati, sebelum kita memastikan langsung," usul Frank.
Mereka berdua berbincang tentang Ervin. Keduanya sudah menyiapkan sebuah rencana epik untuk pria tersebut.
Sore hari, Clara sudah tiba di depan rumahnya. Seperti biasa dia dilayani bak tuan putri oleh Ervin.
Suara deheman membuat mereka menoleh serempak.
"Ehem, seperti tuan putri dan pangeran atau tuan putri dan pelayannya?" Wanita tua memergoki mereka yang seperti sepasang kekasih.
"Hah... apa maksudnya bik? Bukankah sudah jelas kalau dia supir dan penjagaku, ya otomatis dia itu menjadi 'pelayan' iya kan?" Clara menekankan kata pelayan.
Dia melangkah menjauhi bibi dan Ervin. Bibi tersenyum lebar dan tulus, dia tahu bahwa majikannya tengah menyukai supir baru itu. Namun ternyata gengsi yang tinggi membuat logikanya untuk menolak.
"Mas supir, sepertinya ada yang aneh dengan nona. Bibi sudah lama melayani nona, jadi bibi sudah paham sifatnya seperti apa," bibi berbisik pada Ervin.
"Aneh kenapa sih bi?" Ervin malah mengernyit, dia tidak mengerti apa yang dimaksud bibi.
"Nanti mas Ervin juga tahu sendiri, udah ya bibi tinggal dulu," Wanita tua itu melangkah pergi meninggalkan Ervin yang terperangah.
Suara tepukan di pundak, membuyarkan konsentrasi Ervin.
"Tuan D memanggilmu! Cepat masuk ke ruangannya!" Frank mendorong tubuh supir tersebut.
"Iya pak, sebentar lagi saya akan masuk," Ervin menata detak jantungnya.
"Ada apa ya? Kenapa tuan D ingin berbicara denganku di ruangan tertutup?" katanya lirih.
Langkah kakinya melambat setelah berada di lantai atas. Clara yang ingin turun mengambil minuman terserempak dengan Ervin di tengah anak tangga.
Matanya melihat Ervin yang merasa gugup. Wanita itu tidak sengaja menginjak kaki Ervin.
Ervin mengaduh, tanpa sengaja dia mengangkat kakinya yang kesakitan. Clara yang terkejut karena kaki sebelahnya terangkat tidak bisa menjaga keseimbangan. Dia memekik tertahan dan badannya kehilangan kendali. Namun Ervin yang tanggap langsung merengkuh badan Clara dalam pelukannya. Mereka berdua jatuh berguling sampai ke lantai bawah.
"Aduh, lenganku sakit," rintih si nona muda.
"Nona, anda tidak apa-apa kan?" Ervin menyibak rambut Clara dan memandang wajahnya.
Mereka masih berpelukan di lantai rumah. Orang-orang yang mendengar suara benda terjatuh menghampiri mereka dan terkejut dengan dua orang yang mereka lihat.
"Ervin, nona, sedang apa kalian?" Frank membuyarkan perhatian Ervin dan Clara.
Mereka mendongak menatap Frank dan tersadar dengan apa yang terjadi.
__ADS_1
"Kamu... beraninya kamu memelukku," Clara bangun tertatih menahan sakit di pinggangnya.
Ervin terpaksa melepaskan pelukannya.
"Tadi nona menginjak kakiku di tangga, kita terjatuh berduaan malah dibilang memeluk. Kalau tidak aku peluk badan nona bisa remuk semua," Ervin membela diri.
Niatnya untuk menyelamatkan nona mudanya malah berakhir dengan perkataan jutek yang keluar dari mulut Clara.
"Sudah... sudah, kalian berdua harus berhati-hati! Lagian di tangga bukannya jalan yang benar malah nginjak kaki segala," Frank menggelengkan kepalanya melihat tingkah dua anak muda di depannya.
Terkadang sifat kekanak-kanakan mereka membuat Frank teringat pada anaknya yang sudah lama meninggal dunia.
Ervin berusaha bangkit dan berdiri. Dia meringis menahan sakit di kepala, bahu, dan pinggangnya.
"Saya permisi dulu pak," Pria itu pergi meninggalkan Frank dan kedua rekannya.
Pria itu menaiki anak tangga dengan memegang pinggiran tangga. Jalannya perlahan namun pasti. Rasa nyeri masih menguasai.
Ervin mengetuk pintu setelah sampai di depan ruangan tuan besar. Setelah mendengar perintah masuk, dia membuka pintu dan masuk dengan santai seolah tak terjadi apa-apa.
"Duduk!" Seru tuan D.
Supirnya hanya mengangguk takdzim. Pria itu mengenyakkan pantatnya dan duduk dengan nyaman.
"Buka! Lihat isinya dan jelaskan secara singkat dan gamblang!" Perintah tuan besar si empunya rumah.
Ervin membuka amplop coklat dan menarik kertas serta beberapa foto. Dia terkejut melihat semua itu.
"Jelaskan sekarang juga! Aku tahu kamu anak orang kaya. Tapi aku masih bertanya-tanya kenapa kamu menyamar jadi supir di rumah ini," tuan D beranjak dari tempat duduknya. Dia berjalan mengitari tempat duduk supir barunya.
Ervin menelan ludahnya seolah menelan sebuah batu besar yang susah masuk. Dia menatap tuan D sebentar dan menundukkan wajahnya.
"Cepat jelaskan atau akan saya pecat kamu dari sini!" Ancam tuan rumah.
"Sebenarnya saya menyukai anak tuan D, saya sengaja menyamar agar bisa selalu berdekatan dengannya," ucapnya lancar dan jujur.
"Apakah ada lagi alasan lainnya?" Selidik pria paruh baya tersebut.
Ervin menggeleng mantap.
"Kamu tidak bohong kan?" Tuan D menatap mata Ervin dengan tajam.
Pria itu menggeleng dan berani menatap majikannya.
"Sekarang apa mau kamu sebenarnya? Sebagai seorang pria sejati seharusnya kamu mengaku pada Clara," ucap tuan D.
__ADS_1
"Saya ingin nona menyukai diri ini apa adanya tuan. Saya tahu saya anak orang kaya yang tidak bisa berbuat banyak tanpa harta peninggalan orang tua. Tapi setidaknya saya sudah berusaha punya penghasilan sendiri," jelas Ervin dengan jujur.
"Hem, ternyata kamu punya prinsip juga ya anak muda. Tapi sayangnya aku tidak akan merestui kamu walaupun Clara memilihmu untuk menjadi pasangannya," tuan D menyeringai licik.
Ervin mendongak menatap manik mata majikannya.
Terbersit sebuah tanda tanya di benaknya.
"Kenapa tuan? Saya tulus menyukai anak anda," Ervin merasa kecewa.
"Aku akan memberikan kamu pilihan agar aku bisa merestui kamu mendekati anakku," bibir tuan D terangkat separuh. Senyum smirk terlihat jelas.
"Apa yang harus saya lakukan tuan?" Ervin sepertinya tertarik.
( Kalau udah bucin semua pasti dilakukan ya😂😂 )
"Kamu harus bisa melakukan tiga perintahku. Aku ingin tahu apakah kamu setia padaku," tuan D tersenyum simpul.
"Baiklah tuan, saya akan melakukan apapun asalkan saya boleh berada di dekat nona," sahut Ervin mantap.
Tuan D mengambil sebuah berkas dan memberikannya pada Ervin. Supir itu hendak membukanya namun dicegah oleh sang majikan.
"Buka nanti kalau kamu hendak tidur. Baca pelan-pelan! Aku kasih waktu 1x24 jam dan kamu harus memutuskan pilihan!" tuan D menatap intens supir barunya.
"Aku harap kamu menentukan sebuah keputusan yang tepat," ucapnya lagi.
Ervin diam tidak bergeming, dia terpekur.
"Kamu boleh keluar! Aku tidak akan membongkar identitasmu pada Clara. Aku ingin kamu sendiri yang bilang padanya," perintah majikan.
Ervin permisi dan melangkah meninggalkan ruangan tuan D. Ditangannya ada amplop yang isinya tidak dia ketahui. Ervin penasaran, namun dia tidak berani membukanya saat ini.
*
*
*Bersambung
Kira-kira apa yang akan Ervin pilih? Pilihan apakah yang ditawarkan oleh tuan D padanya?
Misterius bukan?
Terimakasih banyak atas dukungan selama ini. Selamat membaca.
Maaf belum bisa duoble update karena masih membuat pengajuan sinopsis ke 3 platform yang berbeda ✌️🤭.
__ADS_1