Nona, Jadikan Aku Supirmu!!

Nona, Jadikan Aku Supirmu!!
Chapter 62 Malam Huru-hara


__ADS_3

Ervin dan rekannya turun dari rooftop. Mereka berlari ke arah pintu pagar yang sedang di rusak oleh beberapa orang dengan membawa senjata tajam.


"Gila ... bar-bar sekali mereka," Ervin sempat memaki.


Kali ini tuan D turun tangan. Dia membawa sebuah parang panjang yang mengkilap dan sebuah senjata api.


"Kalian berdua, berhenti dulu!" Panggil tuan D pada Ervin dan rekan kerjanya.


Mau tak mau mereka berhenti dan berbalik arah melangkah ke hadapan sang majikan.


"Mau apa mereka? Siapa dalang dibalik semua ini?" tuan D mengepal gagang senjata.


"Tuan, apakah kita akan memanggil anggota kepolisian?" Tanya Frank yang menghampiri majikannya. Dia menoleh pada kedua pria di samping tuan D.


"Tidak! Jangan sampai anggota kepolisian ikut campur dalam urusan ini. Walaupun mereka ada di pihak kita, tapi kita tidak boleh gegabah!" Seru tuan D.


"Sebaiknya tuan D masuk saja! Aku akan mengunci pintunya dari luar," usul Frank.


"Aku harus menuntaskan masalah ini sekarang juga," tuan D bersikeras.


"Kalau begitu kita hadapi mereka bersama-sama," Frank sudah bersiap dengan tongkat pemukul baseball yang dia bawa.


"Kalian berdua pergi mengambil senjata tajam atau apapun untuk menghadapi mereka nanti," perintah si majikan.


Ervin dan rekan kerjanya mencari sesuatu di rooftop. Beberapa bodyguard yang menjaga rumah tuan D sudah diarahkan untuk berada di depan rumah dan menjaga jarak dengan pagar besi di luar.


"Tongkat golf ini lumayan juga," cengir Ervin lebar.


Setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan, barulah keduanya turun dan menghampiri orang-orang yang sudah berkumpul.


Pintu pagar depan sudah mulai tak berbentuk dan hampir terlepas dari engselnya karena dorongan beberapa orang yang sedari tadi berusaha untuk masuk.


"Sekuriti itu mana? Kenapa dia tidak terlihat?" Frank celingukan mencari pria itu.


Frank merasa khawatir dengan keadaan pak sekuriti yang umurnya lebih tua.


"Tenang saja om. Bapak ada di dapur nemenin bibi," sahut salah satu dari mereka.


"Kalau begitu kita buat strategi dulu. Kalian ambil senjata asap yang membuat mata lawan perih dan susah terbuka lebar!" Perintah Frank.


Tuan D menatap tajam kerumunan manusia yang ingin menghancurkan pagar tersebut.


"Kali ini akan aku selidiki sampai kalian benar-benar jera," tuan D mengepal erat.


"Tuan, senjata asap dan air mata sudah datang. Kita lanjutkan sekarang juga?" Tanya Frank menunggu persetujuan dari tuannya.


"Kalian semprot yang benar! Jangan sampai menyia-nyiakan peluang ini," seru tuan D.

__ADS_1


Frank menyuruh beberapa anak buahnya untuk menggeret senjata tersebut. Dia kemudian memasangkan sebuah selang jumbo dan mengutak-atik tekanan air yang tertera pada senjata tersebut.


"Siap?" Tanya Frank.


"Sekarang!" Perintahnya.


Suara senjata gas air mata menyemprot beberapa orang di depan pintu pagar. Namun beberapa dari mereka ada yang menghindar. Beberapa orang tersebut mengarahkan pistol berperedam pada segerombolan anak buah tuan D.


"AWAS! MERUNDUK!" Teriak Frank.


"Kurang ajar mereka! Beraninya menembaki anak buahku," tuan D begitu geram.


Dengan senjata laras panjang seperti senjata berburu, tuan D mengincar beberapa orang di luar pagar sekaligus. Suara desingan peluru tidak begitu nyaring karena mereka memakai alat peredam.


"Mundur! Bawa yang sudah kena tembak ke dalam mobil!" Terdengar suara perintah.


"Lihat, mereka hanya menggertak saja. Kita lawan malah mundur teratur. Hahahaha," tuan D tertawa kencang dan mengejek.


"Awas aja kalian," gerutu si ketua yang meninggalkan tempat kejadian.


"Ternyata ide kamu bagus juga Frank. Tidak sia-sia kamu memiliki insting dan integritas yang mengagumkan," tuan D menepuk pundak Frank.


"Santai ajah tuan, semua ini hanya demi tuan dan keluarga," Frank tersenyum simpul.


"Panggil dua orang untuk mengikuti mereka! Ikuti sampai di markasnya!" Perintah tuan D pada Frank.


"Astaga mereka ternyata sudah seperti pembalap. Beda jauh denganku," batin Ervin.


"Untung saja menambah bodyguard sebanyak sepuluh orang," Frank bergumam seorang diri.


"Kembalikan pada tempatnya!" Suruh tuan D pada salah satu anak buahnya.


"Kamu ikuti aku ke ruangan kerja di lantai atas sekarang!" Pekiknya pada Ervin, majikannya menunjuk wajah Ervin.


Sopirnya mengernyit heran. Mata Ervin menatap dan mengerjapkan matanya berulang kali.


"Hei apa yang kamu tunggu?! Cepat ikut saya!" Perintah tuan D harus selalu dituruti.


"Maaf tuan," Ervin berjalan dengan kikuk di belakang calon mertua. Eh di belakang si bos.


Frank dan yang lainnya bertanya-tanya kenapa Ervin dipanggil disaat seperti ini.


"Hey ... kalian cepat bereskan pagar itu! Pesan pagar cadangan secepatnya! Sementara ini ambil beberapa besi dan rantai di gudang!" Perintah Frank pada beberapa orang.


Malam itu mereka langsung memperbaiki pagar rumah yang sudah terlepas.


Sementara Ervin telah berada di ruangan kerja tuan D.

__ADS_1


"Ada apa tuan?" Ervin berdiri dan menatap majikannya.


"Jelaskan ini!" Tuan D menunjukkan sebuah layar pada Ervin.


Ervin terpaku menatap layar tersebut. Dia terlihat mengendap-endap setelah keluar dari kamar Clara tadi sore menjelang malam.


"Jelaskan apa maksudnya tuan?" Ervin berlagak bodoh.


"Aku sengaja memasang CCTV di depan kamar Clara. Kamu boleh mengelaknya tapi ada bukti kalau kamu begitu lama ada di dalam kamar anakku. Jelaskan padaku apa maksudmu masuk ke kamarnya!" Tuan D duduk sambil menggenggam kedua tangannya.


"Maafkan saya sebelumnya tuan. Sebenarnya saya sedang membujuk nona. Anak anda susah sekali dibujuk dan dirayu," Ervin berbohong.


Tuan D menelisik wajah Ervin.


"Kalau begitu kenapa ada suara ribut-ribut ketika aku lewat di depan pintu kamarnya?" Tuan D sepertinya tak percaya.


Ervin menghela napas panjang dan mengembuskan lagi dengan cepat.


"Kami berdebat sedikit tuan," Ervin menyesal.


"Kamu telah gagal mengambil hati anakku. Aku sudah mengijinkan kamu untuk mendekatinya. Namun, beginilah hasilnya," tuan D tersenyum meremehkan.


"Berikan saya satu kesempatan lagi tuan," mohon Ervin.


"Aku hanya akan menganggap kamu sebagai sopir dan bodyguardnya. Dan juga sebagai kurir utama produk terbaru D coorporation," tuan D tersenyum lebar.


"Maaf anak muda, sepertinya kamu harus disingkirkan karena Clara tidak bisa kamu taklukkan. Aku hanya akan memanfaatkan dirimu saja," batin tuan D.


"Tapi tuan ... " sanggahnya cepat.


"Tidak ada tapi-tapi! Cepat keluar dari sini! Aku tidak akan mengijinkan kamu mendekati Clara lagi," tuan D mengusir Ervin.


Ervin melangkah dengan berat. Sebelum dia benar-benar menutup pintu ruangan majikannya ada seorang wanita yang mendekati dirinya.


"Kamu kenapa?" Tanya wanita itu.


"Tak ada apa-apa. Aku hanya bernegosiasi dengan tuan D," Ervin menyahut datar.


Tiba-tiba saja wanita itu memeluk Ervin setelah pintu ditutup.


"Apa maksudmu?"


*


*


*Bersambung

__ADS_1


__ADS_2